Peran Sekolah Membangun Karakter Toleransi Anak

PAUDPEDIA—Ayah, Bunda dan Sobat PAUD, kita sering mendengar istilah toleransi dalam kehidupan sehari-hari, tapi apakah Ayah, Bunda dan sobat PAUD tahu bahwa sebenarnya toleransi ini harus dibentuk sedini mungkin? Sebelum lanjut, mari kita bahas konsep toleransi terlebih dahulu. Toleransi merupakan suatu sikap saling menghormati dan menghargai antar kelompok atau antar individu (perseorangan) baik itu dalam masyarakat ataupun dalam lingkup yang lain. Toleransi ini sangat penting untuk mempertahankan keutuhan bangsa ini.

Selain itu, perlu Sobat PAUD ketahui juga bahwa ada beberapa aspek penunjang terbentuknya karakter toleransi tersebut, di antaranya yaitu sebagai berikut: 

1. Kognitif             : Pengetahuan tentang identitas diri sendiri dan masyarakat, artinya anak tidak hanya mengetahui identitasnya, namun juga  menyadari bahwa ia hidup di lingkungan yang beragam, seperti anak mengetahui bahwa di tempat tinggalnya ada yang beragama muslim, katolik, hindu dan lain sebagainya.

2. Motivasi            : Sikap emosional yang positif, memiliki kegembiraan untuk berkomunikasi dengan sesama masyarakat, serta memiliki  minat dan empati untuk  ingin saling membantu.

3. Perilaku            : Memiliki kemampuan untuk mendengarkan, berkomunikasi dan bertindak tanpa perselisihan.

4. Sikap Evaluatif : Menilai baik tidaknya suatu tindakan dalam bermasyarakat serta memiliki kepribadian yang tidak memihak diri sendiri maupun orang lain. 

Sekolah memiliki peran penting dalam membangun karakter toleransi ini, seperti yang akan kita bahas berikut ini:

Memberikan kedudukan yang sama, sekolah tidak memihak pada kelompok manapun, artinya tidak ada kelompok yang terlihat lebih dihargai atau lebih dihormati dari yang lainnya. Selama di sekolah guru tidak membeda-bedakan anak. Selain itu semua anak juga mendapatkan hak yang sama selama aktivitas pembelajaran. Misalnya: guru tidak membeda-bedakan anak yang beragama muslim maupun nonmuslim.

Memasukkan materi toleransi dalam pembelajaran, memberikan materi pembelajaran toleransi dapat membantu pembentukan karakter toleranasi, memperdalam pemahaman mereka tentang keanekaragaman serta meningkatkan kesadaran tentang masalah sosial, dan meningkatkan perilaku yang saling menghargai.Contoh: membacakan buku cerita yang berkaitan dengan toleransi.

Menjadi model, guru  adalah model bagi anak, oleh karena itu guru harus mampu menunjukkan sikap saling menghargai di depan anak.

 

Penulis            : Ifina Trimuliana, M. Pd

 

Gambar           : Rebecca Zaal/Pexels

Referensi

Maksymova. 2019. Diagnosis Of The Interpersonal Tolerance Manifestation Of Senior Preschool Children. Early Childhood Education Udc 371.011 (07)? DOI 10.35433/pedagogy.1(96).2019.5-10

Ruck. 2011.Promoting Equity, Tolerance, and Justice in Childhood. Society for research in child development

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar