Yuk Kenali Konsep Bermain Bebas Bagi Anak

PAUDPEDIA-- Ayah, Bunda dan Sobat PAUD, kita semua harus menyadari bahwa anak-anak perlu diberikan kesempatan bermain dengan bebas. Bermain bebas merupakan permainan yang dilakukan apabila anak sendiri yang merencanakan dan menentukan permainan mereka dan menentukan sumber daya yang akan digunakan. Selama bermain guru hendaknya memahami pentingnya izin anak sebelum ikut terlibat dalam permainan mereka. Selain itu, guru harus menghormati permainan dan harus menghindari mengganggu permainan yang sedang berlangsung. Namun dalam situasi tertentu guru juga perlu terlibat di dalamnya.

Beberapa situasi yang mengharuskan guru untuk terlibat diantaranya yaitu:

1. Ketika ada situasi bermasalah dan ketika anak membutuhkan bantuan tentang sesuatu hal. Contoh: apabila anak menangis, meneriaki teman main, memukul atau mendorong teman-temannya.

2. Apabila ada seorang anak sangat dominan dan tidak memberi kesempatan kepada temannya, dalam posisi seperti itu guru harus mengatur permainan dan berada dalam proses pengambilan keputusan. Guru harus tanggap ketika anak-anak membutuhkan bantuan. Contoh:ketika ada anak yang tidak mau berbagi mainan.

3. Guru terlibat ketika anak-anak memintanya. Contoh: ketika bermain peran, anak meminta guru untuk melengkapi peran yang sedang mereka mainkan.

Selain siap menanggapi beberapa situasi seperti yang telah dijabarkan di atas, selama bermain guru juga memiliki peran sebagai berikut:

Responsif terhadap kebutuhan anak, lingkungan bermain yang responsif terhadap kebutuhan dan minat anak sangat penting untuk menunjang berbagai perkembangan anak. Maka sebaiknya guru maupun orang tua menyediakan lingkungan yang aman untuk anak-anak, mengamati anak, merencanakan waktu bermain yang efektif serta menyediakan alat dan bahan bermain yang memadai.

Sediakan mainan terbuka, mainan terbuka maksudnya ialah mainan yang memungkinkan anak untuk mengembangkan kreativitasnya, yang dapat digunakan dengan lebih dari satu cara. Mainan terbuka ini mampu mengembangkan imajinasi anak. Contoh: balok, pasir, tanah dan lain-lain.

Berikan penguatan positif, dorong lebih banyak hal dengan memberi tahu anak secara teratur tentang kegiatan maupun perilaku positif yang ia lakukan. Berikan pujian kepada anak untuk hal tersebut. 

Penulis    : Ifina Trimuliana, M. Pd 

 

 

Gambar  : Lukas/Pexels

Referensi

Selda Aras. 2015. Free play in early childhood education: a phenomenological study. International Jornal Roudledge&Tylor Prancis. Early Child Development and Care

Peter Gray.2011. The Decline of Play and the Rise of Psychopathology in Children and Adolescents. American Journal of Play

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar