Ayah Juga Harus Ikut Mendidik Anak

Pasangan suami istri mana yang tidak bahagia bila mempunyai anak. Terasa lengkap sudah hidup ini bila secepatnya punya anak setelah menikah.

Namun, dibalik kehadiran anak sebagai anugerah dari Tuhan, juga ada tanggungjawab yang harus dipikul orang tua.  Tanggung jawab ini harus dipikul bersama antara suami dan istri. Harus ada keseimbangan antara suami dan istri dalam membesarkan dan mendidik anak. Tidak ada lagi istilah tugas mendidik adalah tugasnya seorang ibu, sedangkan tugas ayah adalah mencari nafkah.

Agama Islam sudah menyatakan hal itu, bahwa seorang ayah juga punya andil besar dalam mendidik anak selain memenuhi nafkah keluarga. Dalam Alquran surat Luqman disebutkan, ayahlah yang memegang kendali dalam menanamkan ketauhidan pada anaknya. Ayahlah yang bertanggung jawab mendidik anaknya, mulai dari shalat, berperilaku baik, berjalan di muka bumi dengan rendah hati, dan seterusnya.

Sebuah penelitian dilakukan oleh Septiani mengungkapkan bahwa ada hubungan antara perkembangan kecerdasan moral anak dengan peran keterlibatan ayah dalam pengasuhan. Artinya, anak mendapatkan pemahaman moral dengan belajar dari orangtuanya termasuk dari ayahnya. tentu jika melalui proses yang baik maka ia akan tumbuh sebagai anak yang berperilaku sesuai aturan dan norma yang berlaku.

Penelitian lain yang dilakukan oleh Riana  mengemukakan bahwa apa yang diajarkan ayah terhadap anak sangat mempengaruhi perkembangan sosial emosionalnya.

Begitu juga penelitian yang dilakukan Lestari  menemukan bahwa ketidakhadiran ayah dalam merawat dan mengasuh anak akan menyebabkan tekanan psikologis sehingga berdampak pada perkembangan sosial emosional anak, yaitu anak akan sulit untuk mengatur emosi dan memunculkan masalah perilaku seperti adanya permusuhan dengan teman sebaya dan menjadi agresif ketika awal masuk sekolah

Adapun untuk menghindari dampak negatif tersebut ayah dapat mengoptimalkan waktu bersama anak dengan melakukan berbagai kegiatan bersama seperti halnya yang diungkapkan oleh Rosenberg yaitu ayah dan anak dapat melakukan kegiatan yang melibatkan aktivitas fisik seperti seperti melempar sepak bola, bermain bola basket, berkebun, bertukang  ataupun pergi ke perpustakaan.Ifina Trimuliana

Referensi

dewi Siti Aisyah, Nancy Riana, F. E. P. (2019). Pean Ayah (Fathering) Dalam Perkembangan Sosial Anak Usia Dini. Jurnal Wahana Karya Ilmiah, 3(1), 294–304.

Dinda Septiani, I. N. N. (2017). Pean Ayah (Fathering) Dalam Perkembangan Sosial Anak Usia Dini. Jurnal Psikologi, 13.

Jeffery Rosenberg,  W Bradford Wilcox. (2006). The Importance Of Fathers In The Healthy Development Of Children. Washington: Acyf.

Lestari, R. H., & Alam, S. K. (2019). Analisis Keterlibatan Ayah Dalam Mengembangkan Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(Juni), 1–8.

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar