Pengalaman Masa Kecil Menjadi Kenangan Tak Terlupakan

Anggunpaud - Ayah dan bunda tentu pernah memberikan hadiah untuk anak. Baik pada saat ulang tahun maupun pada saat anak meraih suatu prestasi. Hal tersebut tentu akan membuat anak merasa sangat kegirangan. Tentu juga akan menjadi sebuah cerita yang berkesan bagi anak saat mereka kelak menjadi orang tua.

Namun, pernahkah ayah dan bunda memikirkan hal kecil yang ternyata juga bisa menjadi cerita berkesan bagi anak selain hadiah? Memberikan hadiah berupa benda mungkin sudah hal yang umum dilakukan. Tak ada salahnya ayah dan bunda mencoba untuk memberikan hadiah dalam bentuk lain. Misalnya mengunjungi tempat wisata.

Saat saya kecil, setiap saya menerima hasil try out di atas nilai rata - rata kelas, ayah selalu memberikan hadiah untuk saya. Bukan berupa benda, tetapi dengan mengajak saya ke tempat wisata di dalam kota. Hal tersebut masih sangat terkenang di benak saya hingga saat ini. Masa kecil menjadi waktu yang seharusnya dihabiskan orang tua dan anak. Tak hanya bertugas mendidik dan menanamkan hal positif saja, menciptakan sebuah momen - momen yang bermakna bagi anak juga menjadi PR bagi orang tua.

Menciptakan momen yang berkesan dan bermakna untuk anak tak selalu harus dengan jalan - jalan ke tempat wisata atau pun memberikan hadiah berupa baju dan mainan. Tahukah ayah dan bunda ada beberapa aktivitas sederhana yang bisa menjadi sangat berkesan bagi anak? Berikut ini lima aktivitas berikut ini bisa menjadi bentuk momen yang berkesan bagi anak.

* Membangunkan anak dengan sentuhan. Saat saya masih duduk di bangku sekolah dasar, saya ingat betul hampir setiap pagi ibu selalu menjadi alarm bagi saya. Setiap pagi ibu membangunkan saya dengan tangan lembutnya. Ibu membelai kepala saya seraya berkata, " Sudah siang, ayo bangun! Kamu harus sekolah." Saya pun merasa sangat nyaman dengan cara ibu menjadi alarm yang lembut bagi saya.

*Menyuapi anak. Semua orang tua tentu sering melakukan hal ini. Terlebih seorang ibu. Pagi, siang dan sore menyuapi anak - anak yang masih batita. Memang terlihat seperti aktivitas biasa dan sangat umum sekali dilakukan. Namun bagi saya, disuapi oleh orang tua merupakan salah satu aktivitas yang selalu saya rindukan saat saya telah beranjak dewasa. Tak jarang saya masih suka minta disuapi meskipun hanya satu suapan saat ibu saya sedang menikmati makanannya. Bukan saya bersikap kekanak - kanakan, namun saya selalu rindu disuapi oleh ibu. Jika kita seorang ibu yang berkarir, bukan berarti kita tak bisa melakukannya. Luangkan waktu pagi hari sebelum berangkat bekerja atau sore hari setelah pulang kerja untuk menyuapi anak kita. Ajak anak duduk bersama, suapi makanan kesukaannya sambil disisipi canda tawa bersama. Rutinlah dalam melakukan hal tersebut, sehingga akan melekat pada diri anak kita.

*Meluangkan waktu untuk berlibur. Waktu libur orang tua selalu saya nantikan setiap minggunya. Ayah saya seorang karyawan swasta yang bekerja dari Senin hingga Sabtu. Berangkat pagi dan pulang malam hari. Setiap hari waktunya habis di tempat kerja. Begitu pula dengan ibu saya. Beliau bekerja di rumah sakit. Setiap harinya bekerja dari pagi hingga sore hari. Hanya hari Minggu dan hari libur saja saya bisa berkumpul hangat dengan kedua orang tua saya. Setiap hari libur inilah kesempatan bagi saya dan kedua orangtua saya untuk menghabiskan waktu bersama. Hal yang sering kami lakukan biasanya bahu membahu membereskan rumah pagi hari, kemudian kami sarapan bersama. Jika ayah dan ibu saya memiliki rejeki lebih, kami akan pergi ke pasar swalayan ataupun pasar tradisional. Aktivitas liburan saya itu masih saya ingat betul hingga saat ini saya sudah berumah tangga.

*Membacakan buku / bercerita. Masa kecil saya memang jauh dari buku. Ingin membeli majalah anak saja, terkadang tak rutin orangtua saya belikan. fasilitas perpustakaan di sekolah juga masih jauh dari kata memadai. Namun saya masih ingat betul, ketika saya bermain ke rumah teman saya saat duduk di bangku kelas 4 sekolah dasar. Rumah yang sederhana namun penuh dengan buku cerita anak dan majalah anak yang saya inginkan. Orangtua teman saya pun tak pernah ragu untuk membacakan cerita pada saya dan teman - teman kala itu. Hingga membuat saya dan teman - teman yang lain sering lupa waktu jika bermain di rumah teman saya yang penuh buku. Saat ini saya menyadari bahwa pengalaman saga dibacakan buku oleh orangtua teman saya itu, menjadi salah satu moment berkesan bagi saya.

*Mengajak anak ke tempat kerja. Saat saya kecil, pada waktu itu tepatnya hari Minggu. Ayah harus lembur karena pekerjanya belum selesai. Sedangkan ibu harus piket di rumah sakit tempatnya bekerja. Akhirnya diputuskan bahwa saya harus ikut menemani ayah saya lembur di tempat kerjanya. Saya senang sekali bisa melihat bagaimana ayah saya bekerja. Saya merasa mempelajari hal baru di tempat ayah saya bekerja itu. Kebetulan ayah bekerja sebagai karyawan toko alat - alat listrik. Jadi tentu saya saat itu belajar mengenal apa saja alat - alat listrik itu. Saat sekarang saya dewasa, saya menyadari bahwa mengajak anak ke tempat kerja itu menjadi pengalaman tersendiri bagi seorang anak. Secara tak langsung membuat anak belajar pengetahuan baru yang ia jumpai di tempat orangtuanya bekerja. Tentu tak ada salahnya jika sesekali karena suatu keadaan, kita mengajak anak kita untuk ikut ke tempat kita bekerja.

Ayah dan Bunda, memberikan suatu pengalaman yang berkesan untuk anak bukan berarti hanya dengana jalan - jalan atau benda kesukaan anak saja. Ternyata memperlakukan anak dengan lembut, melakukan aktivitas sehari - hari secara rutin, serta mengenalkan anak dengan pekerjaan kita bisa menjadi suatu pengalaman yang menakjubkan pula bagi anak.

Tidak jarang orang tua lebih sibuk untuk mengejar karier dan pekerjaan, ketimbang menghabiskan waktu dan berinteraksi dengan anak. Padahal, menghabiskan waktu berkualitas bersama anak dapat membantu anak untuk menciptakan kenangan indah pada masa kecilnya.

 Pengalaman itu bisa memberikan kenangan jangka panjang dan perasaan, yang ditimbulkan dari pengalaman tersebut, akan terus bertahan di dalam hati dan pikiran anak. Akhirnya, pada saat anak itu sudah tumbuh dewasa, dia akan bisa mengingat berbagai kenangan manis itu

sumber gambar : http://wilmetteinstitute.org

Bagikan Artikel Ini

Komentar (2)

  • Agustina Wulandari Sutoro

    Terima kasih ibu... Semoga bermanfaat

    2019-08-07 20:11:00
  • Sri Sugiastuti

    Menarik sekali pengalaman mba Wulan di masa kecil. Dan patut dicontoh oleh orangtua zaman now

    2019-07-22 12:01:00

Silahkan Login untuk memberi komentar