Melatih Anak Makan Sendiri agar Mandiri Sejak Dini

AnggunPaud - "Alifa baru satu tahun sudah terampil pegang sendok ya, Mba? Dulu anakku udah masuk TK aja masih susah makan sendiri. Aku itu dulu paling males kalau anak makan sendiri pasti berantakan, jadi selalu aku suapin." Kata - kata demikian pernah saya dengar dari seorang ibu rumah tangga yang anaknya sekarang memang sudah remaja.

Ibu tadi pernah punya pengalaman dengan anaknya yang tak pandai makan sendiri terlebih menggunakan sendok saat sudah memasuki Taman Kanak - kanak. Jika demikian, anak kita kah yang tak pandai? Aktivitas makan merupakan aktivitas dasar yang harus dikuasai setiap anak. Sama seperti aktivitas mandi, makan pun anak harus bisa melakukannya sendiri dengan baik. Karena kelak mereka akan melakukan kedua aktivitas itu secara mandiri. Tidak melulu dibantu oleh ayah atau ibunya.

Jika orangtua tak melatihnya sedini mungkin, lalu siapa yang akan mengajari anak untuk bisa mandiri dalam hal makan? Melatih anak untuk bisa makan sendiri dengan baik dan benar, tanpa berceceran kemana - mana memang perlu proses. Orang tua harus konsisten untuk melatih anak salam hal makan. Bisa diawali dengan makan menggunakan tangan.

Seorang anak sejatinya belum memahami mana tangan kanan dan tangan kiri. Tentunya mereka pun belum memahami jika makan menggunakan tangan kanan lebih sopan daripada menggunakan tangan kiri. Tugas pertama orang tua adalah mengajarkan anak untuk terbiasa makan menggunakan tangan kanannya.

Kegiatan makan menggunakan tangan bisa dimulai saat anak sudah bisa memegang sebuah biskuit. Beri anak biskuit di tangan kanannya. Biarkan anak kita menghabiskan biskuit itu sendiri. Setelah usia sekitar 11 bulan, anak tentu sudah bisa duduk dengan baik. Kegiatan makan pun sudah bisa kita ajari dengan menggunakan sendok. Saat usia ini, saya sudah mulai membiasakan anak saya makan menggunakan sendok. Saya membiarkan anak saya duduk dengan semangkuk bubur. Saya berikan sendok plastik di tangan kanannya. Mula - mula saya ajari cara menyendok makanan. Lalu membiarkan bubur yang ada di sendok itu ia makan sendiri. Memang awalnya, banyak bubur yang berceceran daripada yang dimakan oleh anak saya. Namun inilah proses. Semakin saya membiasakan anak saya duduk manis dan menghabiskan bubur dengan caranya sendiri, genap usia satu tahun ia sudah lihai makan menggunakan sendok. Rapi dan tidak ada makanan yang berantakan di lantai.

Ayah dan bunda melatih anak untuk mandi maupun makan sendiri memanglah bukan hal yang instan. Perlu melakukan berulang - ulang dengan seni melatih yang bervariasi. Mungkin ada yang merasa mudah melakukannya. Namun juga ada pula yang butuh perjuangan dalam melatih anak makan sendiri karena tipe anak yang aktif dan cenderung tidak mudah untuk diajak duduk manis.

Semua itu butuh sebuah kesabaran dan ketelatenan dari orang tua. Hal yang perlu dilakukan oleh ayah dan bunda di rumah saat hendak melatih anak makan sendiri misalnya sebagai berikut.

Pertama, pilihlah alat makan yang ringan dipakai anak. Kita bisa menggunakan alat makan berbahan plastik dengan keterangan BPA Free yang aman bagi anak. Jangan langsung melatih anak dengan piring kaca dan sendok besi dengan tujuan keamanan.

Kedua, coba ajak anak makan bersama. Ini saya sering lakukan hampir setiap makan siang. Saat saya sedang melatih anak untuk makan sendiri, saya sering makan siang berdua bersama anak saya. Tujuannya agar saya juga bisa ikut makan dan anak pun lebih tertarik saat makan bersama dengan saya. Terkadang saya makan sepiring berdua dengan anak. Terkadang pula saya memberikan anak saya makanam dengan alat makannya sendiri.

Ketiga, beri anak kebebasan untuk mengambil dan menentukan makanannya sendiri. Saya pun selalu menerapkan hal demikian pada anak saya. Biasanya sebelum makan dimulai, saya menggendong anak saya lalu menyuruhnya mengambil lauk di meja sesuai keinginannya. Saya berkata padanya, " Lauknya di habiskan ya, karena kamu yang pilih sendiri." Meskipun mungkin ia tak sepenuhnya memahami kata - kata saya, namun saya yakin lambat laun ia akan mengerti.

Mengajari anak untuk dapat mandi maupun makan sendiri tak semata hanya sekedar melatih kemandiriannya. Akan tetapi secara tak langsung saat anak berlatih, ia pun sedang belajar beberapa hal di bawah ini. Belajar mengenal anggota tubuh Saat beelatih makan sendiri maka anak kita pun sebetulnya sedang belajar mengenali anggota tubuh yang mereka milik beserta fungsinya.

Saat kita berkata, " Makan pakai tangan kanan, nak!" maka anak pun sedang belajar memahami mana tangan kanan dan mana tangan kiri. Begitu pula dengan anggota tubuh yang lain. Belajar sopan santun Pernah suatu ketika saya dan anak saya sedang makan bersama di atas tikar. Kemudian anak saya mendorong mangkuk makanannya menggunakan kaki. Saya pun menegurnya, " Kaki untuk berjalan dan lari, Alifa. Kalau mau menggeser mangkuk diangkat ya pakai tangan."

Nah, dari kejadian ini secara tak langsung saya telah menanamkan sedikit sikap sopan pada diri anak saya. Bahwa lebih baik menyingkirkan benda dengan tangan, dari pada menggunakan kaki. Pengalaman lain lagi saya alami saat awal berlatih makan, anak saya terlihat lebih suka makan dengan tangan kirinya. Kemudian saya ambil makanan di tangan kirinya itu, lalu saya pindahkan ke tangan kanannya sambil berkata, " Lebih sopan kalau Alifa makan pakai tangan kanan." Saya selalu mengingatkan anak saya akan hal ini. Karena sejatinya anak itu perlu sesuatu yang sering diulang. Melatih motorik anak, bagaimana cara memegang sendok, mengambil makanan dengan sendok atau memasukkan makanan yang ada di sendok ke dalam mulut tanpa terjatuh.

Tiga contoh kegiatan tersebut merupakan perkembangan motorik anak yang perlu dilatih sejak dini. Dengan melatih anak makan sendiri maka orang tua juga secara tidak langsung sedang menstimulus anak untuk mengkoordinasikan antara motorik halus dan motorik kasarnya. Melatih konsentrasi dan kesabaran anak Berbeda dengan anak yang terbiasa disuapi makanan oleh ibunya. Terlebih jika saat makan tersebut anak juga sambil menonton televisi atau mungkin bermain.

Konsentrasi mereka akan terbagi dua antara makan dan main. Sedangkan saat anak dilatih untuk makan sendiri maka ia juga sedang diasah konsentrasinya. Tak hanya konsentrasi saja yang terasah, namun juga kesabaran dari diri anak semakin terlatih. Ayah dan bunda melatih anak untuk bisa melakukan aktivitas sehari - haru secara mandiri memang tidak bisa dilakukan secara instan. Anak - anak butuh alarm yang bisa sering mengingatkan mereka agar bisa menjadi anak yang mandiri.

sumber gambar :https://www.freepik.com/premium-photo

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar