Musik yang Mencerdaskan

Perhatikanlah bagaimana detak jantung Anda dipengaruhi oleh irama musik yang Anda dengar. Hampir selalu detak jantung kita mengikuti ketukan irama musik yang kita dengar. Denyut jantung akan bertambah jika Anda mendengar musik keras, terutama dengan penonjolan alat-alat perkusi, yang berlangsung secara simultan tanpa jeda. Musik-musik cadas dengan dentuman perkusi yang mengentak-entak akan memengaruhi jantung kita, persis sama dengan bergetarnya dinding rumah akibat resonansi musik keras yang datang dari sebuah mobil yang melewati rumah kita.

Denyut jantung kita relatif berada pada rentang 60-80 denyutan per menit (ada yang lebih, ada juga yang kurang). Musik yang ketukannya berada pada rentang itu bisa menyelaraskan denyut jantung dengan efek lanjutannya berupa masuknya otak pada keadaan tenang, yang disebut keadaan alfa.  

 Lagu-lagu klasik rata-rata memiliki ketukan 60-an kali per menit sehingga bisa digunakan sebagai sarana membawa otak pada kondisi alfa tersebut. Anda pun bisa memilih jenis musik lain dengan ketukan serupa. Namun, Anda perlu mengetahui bahwa musik yang keras dan ingar bingar dapat membuat Anda cemas, tidak tenang, panik, hiperaktif, dan bahkan agresif.

Sebagai referensi, saya menyarankan Anda untuk mendengarkan sekumpulan musik instrumentalia karya Richard Clayderman. Perhatikanlah ketukannya, peralihan dari satu irama ke irama lain, juga jenis suara yang ditonjolkan. Musik klasik memiliki efek menakjubkan karena iramanya yang lembut, mengombinasikan warna bunyi yang berbeda-beda dalam satu paduan harmonis, dengan sentuhan emosional yang kuat, serta peralihan warna bunyi yang berlangsung bagus.

Untuk sekadar diketahui, dalam penelitian yang menggunakan tikus yang diperdengarkan suara musik yang keras, para ahli menemukan adanya ketidaknormalan dalam sel-sel saraf di otak mereka. Sel-sel itu kehilangan komponen tertentu yang kemudian memengaruhi ingatan dan konsentrasi. Para ahli berpendapat bahwa musik keras dapat mengganggu konsentrasi, mengurangi kemampuan mengingat, dan melabilkan irama-irama gelombang otak. *

Sumber: Brain Management for Self Improvement karya Dr. dr. Taufiq Pasiak, Mizan, 2007.

Ilustrasi gambar dari: http://google.com

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar