Nadiem Apresiasi Guru dan Orang Tua

Anggunpaud- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim mengakui, Pembelajaran Jarak Jauh (PBJJ) atau Belajar Di Rumah (BDR), termasuk pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), membuat banyak orang tua agak kewalahan karena harus berperan penuh sebagai Guru.

Pengakuan Mas Nadiem, demikian ia mau disebut, didasari oleh pengalamannya saat mendidik anaknya yang berusia dini. Mas Menteri mengakuinya pada peringatan 15 tahun berdirinya Himpunan Pendidik dan Tenaga Pendidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI), Senin (31/8) di Jakarta.

”Selama masa belajar dari rumah (BDR), saya menjalankan peran penuh sebagai menteri sekaligus ’guru’ pendidikan anak usia dini (PAUD) bagi anak-anak saya. Dari situlah, saya menyadari betapa tidak mudahnya terlibat mendampingi anak mengikuti pembelajaran jarak jauh atau PJJ,” ujar Nadiem.

Oleh sebab itu, Nadiem mengapresiasi para orang tua dan guru PAUD yang mengambil perannya untuk bekerja keras mengoptimalkan PJJ. Mendikbud juga tidak lupa berpesan agar para orang tua, ataupun guru-guru PAUD selalu mengedepankan kesehatan dan keselamatan anak-anak usia dini, disaat berlangsungnya kegiatan belajar.

Agar PJJ melalui BDR berjalan sesuai rencana, kata Nadiem, modul yang tepat dijalankan bagi anak usia dini harus dijalankan dengan prinsip bermain adalah belajar. Oleh sebab itu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) selalu berusaha melakukan pembaharuan konten modul PJJ untuk membantu orangtua dan guru.
Pembelajaran normal Ikuti SKB empat menteri

Mas Nadiem juga mengingatkan kepada para pendidik dan tenaga kependidikan, bahwa pembukaan sekolah PAUD harus mengacu pada Revisi Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021. Revisi SKB ini ditandatangani Mendikbud, Menteri Kesehatan, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri.

Tak lupa, Nadiem juga menyampaikan empatinya akan kesulitan guru-guru PAUD selama PJJ saat pandemi Covid-19. Maka, kebijakan membolehkan sekolah dibuka kembali dikeluarkan. Itupun hanya berlaku di zona kuning dan zona hijau Covid-19. Realisasi pembukaan dilakukan tahap terakhir. Untuk saat ini, pembukaan kembali sekolah baru diperbolehkan jenjang menengah atas.

Lembaga PAUD diharapkan mempersiapkan segala prasarana protokol kesehatan. Pembukaan kembali sekolah baru dilakukan setelah pemerintah daerah, komite sekolah, dan orangtua mengizinkan.

”Kami juga sudah merelaksasi kebijakan penggunaan dana bantuan operasional dari ada sekat-sekat alokasi menjadi tidak ada. Kami juga memperbolehkan dana itu dipakai membantu honor guru, bantuan subsidi kuota internet, dan protokol kesehatan,” katanya. Faiz/Yanuar

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar