Menjadikan Alam Lingkungan Rumah Sebagai Media Pembelajaran

Paudpedia-Menjalani pembelajaran di rumah selama pandemi Covid-19 membuat banyak anak-anak mengalami kebosanan. Betapa tidak, anak-anak kehilangan kesempatan untuk bermain dan bersenang-senang dengan teman-temannya. Mereka merindukan main perosotan, ayunan, dan berbagai permainan lain yang ada di sekolah. Disinilah peran orang tua untuk menciptakan suasana di rumah yang menyenangkan sehingga anak-anak tidak merasa kehilangan dunianya.

Seperti yang dituturkan Nuzulia, orang tua dari Cyril Nagiyya, murid Taman Kanak-Kanak Alam Islam Bukit Pedas, Aceh Besar, Propinsi Aceh, pada Webinar Orang Tua Berbagi Sesi 4 : Sekolahku Rumahku pada episode “Keterlibatan Anak dalam Kegiatan Bermakna di Rumah Saat BDR”, Sabtu, 25 Juli 2020. 

Berada di pedesaan dan anaknya bersekolah di TK Alam, Nuzulia memanfaatkan halaman rumahnya yang luas dan wilayah sekitarnya yang masih hijau sebagai sarana pembelajaran Cyril.

“Agar anak tidak bosen karena tidak ketemu teman sekolahnya, saya dan suami menciptakan lingkungan main yang bermakna dengan memanfaatkan halaman yang luas dan menciptakan kegiatan bermain yang menyenangkan, “ujar wanita yang berprofesi sebagai guru itu.

Dibantu guru anaknya melalui komunikasi handphone, Cyril mulai beraktifitas pukul 08 pagi sampai sekitar Pukul 10. Nuzulia memperoleh panduan dari guru Cyril untuk melakukan proses belajar sambil bermain dan belajar dengan bermain.

Agar Cyril bersemangat dan senang, Nuzulia dan suaminya yang seorang tentara menyulap salah satu ruangan di rumahnya menjadi tempat bermain dan belajar. Di ruangan itu disediakan koleksi buku cerita, berbagai alat permainan, dan sebagainya. “Semua itu memanfaatkan yang ada di rumah, semampunya kami, “kata Nuzulia.

Nuzulia bersyukur, di sela-sela tugas sebagai anggota TNI, suaminya selalu menyempatkan diri bermain dengan anak di rumah, bahkan dihalaman rumah. Mereka memanfaatkan lingkungan rumahnya di pedesaan yang berhalaman luas dan lingkungan sekitar rumah, seperti sawah, ladang, dan lapangan sebagai tempat belajar dan bermain Cyril. “Kami gunakan lingkungan dengan memanfaatkan bahan alam, seperti main mobilan dengan pelepah pisang, main perosotan dengan sendal, pokoknya tidak harus membeli alat apapun tapi memanfaatkan apa yang tersedia di alam, “papar Nuzulia.

Setiap hari, Nuzulia menawarkan berbagai pilihan permainan yang disukai Cyril, bermain dimana dan dengan siapa. Yanuar Jatnika

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar