Membangun Kegiatan Bermakna Bersama Anak Selama BDR

AnggunPAUD—Sobat PAUD, Kebijakan Belajar dari Rumah ( BDR) selama pandemi Covid-19  merupakan tantangan tersendiri bagi orang tua untuk memberikan pembelajaran pada anak layaknya seorang guru di sekolah. Kemendikbud menginstruksikan, agar selama BDR, anak didik diberikan apa yang disebut pembelajaran bermakna atau kecakapan hidup.

Anastasia, seorang praktisi PAUD dan juga anggota komunitas Guru Belajar wilayah Jakarta dan Depok mengatakan, ada beberapa aspek yang harus diperhatikan oleh orang tua agar dapat menciptakan pembelajaran yang bermakna bagi anak.

“Orang tua harus mengamati dulu karakteristik anak pada umumnya, yaitu memiliki rasa ingin tahu tinggi, suka bertanya, bereksplorasi dan senang mencoba dan menciptakan sesuatu. Selain itu anak akan mengikuti minatnya dalam pembelajaran, “Katanya dalam Webinar Orang Tua Berbagi Sesi 4 : Sekolahku Rumahku pada episode “Keterlibatan Anak dalam Kegiatan Bermakna di Rumah Saat BDR”, Sabtu, 25 Juli 2020. 

Menurut narasumber parenting di radio Smart FM ini, jika orang tua berangkat dari minat anak, akan  memudahkan untuk menstimulasi anak dan mengontrol kegiatannya. Anak juga akan menggunakan semua inderanya dalam pembelajaran sehingga mendapatkan informasi dan pengalaman belajar.

Anastasia mengingatkan, menjawab tantangan abad 21, orang tua perlu membantu Anak Usia Dini untuk memiliki keterampilan dalam kehidupan dan karir. Keterampilan dalam kehidupan dan karir mencakup 4C (Communication, Collaboration, Creativity, Critical Thinking) keterampilan mengusai teknologi, informasi, dan media

Intinya, lanjut Anastasia. apapun kegiatan pembelajaran yang hendak dilakukan orang tua sebaiknya berasal dari anak itu sendiri. Oleh karena itu, untuk menciptakan kegiatan bermakna di rumah, orang tua dapat melakukan suatu Proyek Keluarga dengan memperhatikan 3 hal penting berikut ini

Suara anak: Anak diberikan kesempatan untuk menyampaikan ide atau pendapat dalam menentukan kegiatan.

Pilihan anak: Anak diberikan kesempatan untuk memilih dan menentukan apa yang akan dibuat dan bagaimana kegiatan yang ingin ia lakukan.

Keterlibatan anak: Anak dilibatkan dalam setiap proses proyek keluarga ini meski sekecil apa pun itu. Hal ini juga bisa membantu membangun kepercayaan diri anak.

Peran orang tua dalam pembelajaran  pada anak adalah sebagai fasilitator. Jika kegiatan yang ingin dilakukan anak tersebut tidak membahayakan dan dapat menunjang perkembangannya, maka orang tua perlu memfasilitasi hal tersebut. Sebaliknya, jika itu sesuatu yang membahayakan, orang tua perlu mengarahkan anak untuk memilih kegiatan pembelajaran yang lain.

Dapat disimpulkan bahwa untuk menciptakan kegiatan bermakna bersama anak selama BDR, orang tua perlu memberikan anak kesempatan, kepercayaan, dan ruang untuk bereksplorasi dan menjadi dirinya sendiri. Selain itu, orang tua juga perlu mendengarkan dengan empati sehingga dapat membantu orang  tua  memahami apa yang dibutuhkan anak saat berkegiatan di rumah.  “Melibatkan anak dalam setiap kegiatan bermakna di rumah, juga  dapat menstimulasi keterampilan kecakapan hidup dan membentuk karakter, “kata Anastasia. Ifina Trimuliana

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar