Anak Belajar di PAUD, Orang Tua Memperoleh Panduan Pembelajaran

PaudpediaSobat PAUD, ada banyak alasan sebagai orang tua untuk tetap memasukkan anaknya ke lembaga PAUD walaupun dalam situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini. Orang tua membutuhkan guru PAUD untuk merangsang tumbuh kembang anak dan mengkomunikasikannya pada mereka.

Selama pandemi Covid-19 ini, anak memang belajar dari rumah didampingi orang tuanya. Tapi dengan memasukkan anak ke lemabaga PAUD, orang tua mendapatkan panduan pembelajaran, yakni Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian ( RPPH) untuk mengarahkan kegiatan anak selama di rumah.

Memang,  tidak menutup kemungkinan orang tua akan menjumpai beberapa masalah atau kesulitan dalam menjalankan RPPH  tersebut.

Wempi Maron, orang tua dari seorang siswa PAUD Terpadu Anak Saleh, Malang, jawa Timur, memaparkan beberapa masalah dalam melaksanakan RPPH itu dalam Sesi Webinar Orang Tua berbagi “ Rumahku Sekolahku” episode II, bertajuk “Penguatan Peran Orang Tua Dalam PPDB PAUD, pada Sabtu, 11 Juli 2020 lalu.  

Dipaparkan Wempi, semenjak adanya pandemi Covid-19, pola belajar siswa berubah,yakni dari belajar di kelas secara tatap muka dengan didampingi guru menjadi belajar di rumah dengan didampingi orang tua.Guru hanya memberikan panduan secara online.

Pola belajar dari rumah ini, kata Wempi, ada  beberapa masalah yang dihadapi oleh anak dan orang tua yaitu:

  • Ketidaksiapan menerima perubahan (orang tua menjadi guru)

Selama anak belajar di rumah, orang tua harus mampu menjadi guru untuk anaknya. Tentu hal ini butuh penyesuaian bagi orang tua karena di sisi lain juga harus menyelesaikan pekerjaannya sendiri, termasuk pekerjaan rumah yang lain.

 

  • Perilaku anak yang berbeda (moody)

Orang tua harus banyak bersabar menghadapi karena mood anak mudah berubah, oleh karena itu dituntut untuk bisa menjaga mood anak agar tetap baik.

  • Komunikasi dengan guru (terkait dengan tugas dan arahan belajar)

Orang tua juga harus menjaga komunikasi dengan guru terkait panduan belajar dari rumah untuk anak.

  • Ketersediaan perangkat teknologi informasi dan cara penggunaannya

Teknologi merupakan salah satu kendala yang dhadapi orang tua, karena tidak semua orang tua mempunyai akses ini dan tidak semua orang tua mahir menggunakan teknologi.

Untuk mengatasi permasalahan itu, Wempi menceritakan pengalamannya bersama anaknya untuk mengisi aktivitas belajar di rumah diantaranya:

  1. Komunikasi, orang tua senantiasa memahami mood anak sebelum memulai aktivitas belajar
  2. Aktivitas menyenangkan, ciptakan aktivitas menyenangkan dalam belajar anak
  3. Alat peraga, aktivitas belajar menggunakan alat peraga agar anak mudah memahami
  4. Membacakan dan bercerita, meningkatkan imajinasi anak dengan membacakan buku cerita ataupun mengajak anak bercerita.

“Berikan apresiasi terhadap apa yang dilakukan anak, berikan pujian terhadap karyanya agar anak semangat dan percaya diri atas kemampuannya, “tambah Wempi.

Selain itu, kata Wempi,  orang tua harus siap memberikan tantangan kepada anak agar lebih menggali potensinya lagi untuk lebih baik.

Yang paling penting, lanjut Wempi, orang tua juga penting sekali untuk membentuk karakter anak. Hal itu bisa dilakukan dalam waktu yang cukup panjang yaitu melalui pembiasaan-pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu penting sekali meneladani karakter yang positif dan mengajarkan anak untuk karakter tersebut. “Contohnya seperti yang dilakukan saya sebagai muslim yaitu mengajarkan anak sholat dan berwudhu. Guru dan orang tua harus bisa bersama-sama bersinergi dalam membentuk karakter positif ini” ujarnya. Ifina Trimuliana

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar