Perencanaan Pembelajaran pada Masa Pandemic Covid 19

AnggunPaud-- Semenjak adanya wabah covid19 kegiatan sekolah diganti dengan belajar dari rumah. Tentu hal ini membuat adanya beberapa perubahan dalam aktvitas pembelajaran. Guru tidak lagi menyiapkan kegiatan pembelajaran di dalam kelas, namun lebih mengupayakan agar selama di rumah anak juga mendapatkan rangsangan pendidikan yang optimal. Walaupun aktivitas pembelajaran ini dilaksanakan di rumah guru juga perlu merancang  rencana pelaksanaan pembelajaran dengan baik agar anak tetap mendapatkan kegiatan yang menyenangkan.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan rancangan bagi guru untuk melaksanakan kegiatan bermain yang mendukung anak dalam proses belajar. Di dalam RPP berisi langkah-langkah konkret yang dilakukan oleh guru agar proses pembelajaran berlangsung dengan baik. Rencana pelaksanaan pembelajaran yang disusun harus mengacu kepada karakteristik seperti usia, kemampuan dan kebutuhan setiap anak. Apabila rencana disesuaikan dengan karakteristik masing-masing anak, maka dapat dipastikan proses pembelajaran akan menarik minat anak dan membantu meningkatkan seluruh aspek perkembangannya.

 

Tentu saja RPP yang disusun guru selama masa pandemi covid 19 dirancang sangat sederhana berbeda dengan RPP yang dirancang untuk situasi normal ketika anak datang ke Satuan PAUD. RPP belajar di rumah cukup berisi kegiatan-kegiatan bermain yang memberikan pengalaman belajar bermakna bagi anak tanpa terbebani tuntutan untuk menuntaskan capaian pembelajaran sebagaimana tertuang di dalam kurikulum. Kegiatan bermain yang disusun hendaklah juga bervariasi sesuai dengan minat dan kebutuhan anak masing-masing serta difokuskan pada keterampilan hidup yang membiasakan hidup sehat sehingga terlindungi dari virus.

 

Mengapa guru perlu menyusun perencanaan?

Rencana pembelajaran yang disusun guru akan membantu mencapai tujuan pembelajaran secara efektif. Rencana yang disusun oleh guru juga dapat memandu orang tua dalam menyiapkan alat dan bahan main atau media bermain dan mendampingi anaknya selama beraktivitas di rumah. Orangtua tentu saja dapat memberikan saran atau masukan kepada guru tentang kegiatan main atau bahan dan alat main yang diperlukan, mengingat orang tua lebih mengetahui minat dan kemampuan anaknya masing-masing.

Berikut manfaat perencanaan yang disusun guru:

  • Mengembangkan enam aspek perkembangan anak, yakni perkembangan nilai agama dan moral, fisik-motorik, kognitif, sosial emosional, bahasa, dan seni
  • Mendukung pencapaian kompetensi inti dan kompetensi dasar. Kompetensi inti adalah gambaran capaian standar tingkat pencapaian perkembangan anak pada akhir layanan PAUD, yaitu usia 6 tahun, sedangkan kompetensi dasar adalah gambaran tingkat kemampuan anak dalam konteks tema, muatan pembelajaran, dan pengalaman sehari-hari, yang berdasarkan pada kompetensi inti.
  • Mendukung pencapaian pengetahuan, keterampilan dan sikap yang perlu dimiliki anak
  • Mendukung pembelajaran menjadi bermakna dan menyenangkan, sehingga mampu mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak
  • Mengarahkan orang tua dalam menyiapkan alat dan bahan main yang diperlukan sesuai dengan kondisi pada masing-masing orang tua di rumah.

 

Kapan guru perlu menyusun perencanaan?

Perencanaan wajib  disusun oleh guru sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran. Sebaiknya guru menyusun perencanaan di awal minggu pembelajaran akan dimulai. Misalnya untuk membelajaran minggu depan, guru sudah harus menyiapkan minggu sebelumnya. Perencanaan yang disusun guru berlaku selama seminggu dan dapat digunakan setiap hari. Dengan demikian, perencanaan tidak disusun hanya ketika ada permintaan dari pengawas/penilik, atau ketika hendak mengajukan areditasi. Hindari pula mengkopi perencanaan milik orang lain atau membeli RPP yang sudah jadi. Ingatlah bahwa guru adalah  yang paling mengetahui minat dan kemampuan anak. Keberhasilan pembelajaran sangat ditentukan oleh perencanaan yang disusun oleh guru dengan teliti dan bersungguh-sungguh.

Perencanaan apa yang harus disusun oleh Guru?

Pada masa pandemik seperti saat ini, guru cukup menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM) yang dibuat sesuai dengan tujuan pembelajaran dan diselaraskan dengan karakteristik keluarga anak didik. Maksudnya, guru menyesuaikan kegiatan dan alat bahan dengan kondisi sosial budaya anak didiknya serta apa saja yang ada di dalam dan sekitar rumah anak.

 

Bagaimana Cara Menyusun RPPM?

RPPM adalah rencana pelaksanaan pembelajaran selama seminggu yang memuat Kompetensi Dasar (KD) dari setiap program pengembangan, yaitu (1) Nilai Agama dan Moral, (2) Fisik Motorik, (3) Kognitif, (4) Bahasa, (5) Sosial Emosional dan (6) Seni. Muatan atau materi pembelajaran serta rencana kegiatan main untuk satu minggu dilakukan dalam rangka mencapai KD-KD tersebut.

Penyusunan RPPM dilakukan melalui langkah-langkah berikut:

  1. Menetapkan Kompetensi Dasar (KD). Penentuan KD memuat seluruh aspek perkembangan Nilai Agama dan Moral (NAM), Fisik-Motorik (FM), kognitif (KOG), bahasa (BHS), sosial-emosional (SOSEM), dan seni (SN). KD yang ditetapkan dalam RPPM dipilih dari KD yang ada di dokumen 1 KTSP.
  2. Menuliskan materi pembelajaran untuk setiap KD. Rumusan materi pembelajaran dapat dilihat di dalam dokumen 1 KTSP masing-masing satuan PAUD.

Menyusun kegiatan pembelajaran untuk 1 minggu. Kegiatan pembelajaran yang disusun haruslah menarik, menyenangkan, dan membuat anak aktif di rumah. Aktivitas yang disusun disesuaikan dengan tema dan lingkungan belajar anak di rumah. Guru harus menyampaikan aktivitas pembelajaran ini kepada orang tua sehingga orang tua dapat melaksanakannya di rumah. Orang tua dapat memilih kegiatan main mana dulu yang akan dimainkan bersama anaknya. Bilamana anak tidak tertarik dengan tema atau kegiatan yang dirancang guru, maka orang tua dapat mengganti dengan tema atau kegiatan main yang lain. Guru dan orang tua harus mengomunikasikan bersama bilamana ada perubahan yang terjadi. Berapa jumlah kegiatan main yang perlu disediakan orang tua? Maka untuk hal ini, diserahkan kepada orang tua dengan melihat ketertarikan anak dan kemampuan orang tua. Bilamana dinilai kemampuan orang tua hanya dapat membimbing anak bermain dengan 1 kegiatan, maka tidak masalah. Yang terpenting belajar di rumah menjadi pengalaman yang menyenangkan dan mendukung perkembangan anak. Meskipun kegiatan main yang disampaikan kepada orang tua adalah untuk satu minggu, namun komunikasi antara guru dan orang tua dapat dilakukan setiap hari. Yang penting adalah dijaga kontinuitas komunikasi antara guru dan orang tua, serta antara guru dan anak. Komunikasi ini juga dilakukan untuk mengetahui minat anak, kesulitan yang dialami oleh orang tua, saran/masukan orang tua, maupun capaian perkembangan anak.

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar