5.783 Guru PAUD Peringati Hari Lahir Pancasila dan Halal Bihalal Secara Daring

JAKARTA - Ketua DPR Puan Maharani berharap penyelenggaraan pendidikan PAUD dan Dikdasmen di tengah pandemi Covid-19 perlu dikelola dengan baik agar tidak berdampak pada kesehatan anak-anak para generasi penerus bangsa.

Puan menyatakan hal itu, ketika tampil sebagai pembicara kunci acara halal bihalal, Peringatan Hari Lahir Pancasila, sekaligus Webinar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang diselenggarakan oleh Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi). Webinar mengambil tema "Menjadi Bijak di Era Pandemi dan Persiapan Menyongsong New Normal".

Acara ini diikuti oleh ribuan peserta secara daring melalui Himpaudi TV yang disiarkan di sosial media Instagram dan Facebook. Silaturahmi diikuti para guru PAUD, Kepala Daerah, dan wakail dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Kami ingin Bunda Puan menyapa dan menguatkan para guru PAUD di tengah situasi pandemic ini. Tercatat ada 5783 guru PAUD yang registrasi webinar ini,”ungkap Ketua Himpaudi, Netti Herawati. Acara juga di ikuti Plt Dirjen PAUD dan Dikdasmen Hamid Muhammad, mantan Dirjen PAUD dan Dikdasmen, Harris Iskandar dan Bunda PAUD Nasional.

Menurut Puan, protokol pelaksanaan new normal di sekolah harus dilaksanakan secara ketat.

“Tentu saja protokol kesehatan new normal untuk sekolah sangat berbeda dengan protokol untuk mal, perkantoran dan tempat publik lain. Apalagi untuk sekolah-sekolah PAUD dimana anak-anaknya masih kecil, naluri untuk bermain bersama teman-temannya sangat besar,” ujarnya.

Puan menekankan agar pelaksanaan new normal terutama untuk sekolah harus dilakukan secara hati-hati.

“Pemerintah juga perlu merespons aspirasi-aspirasi yang berkembang terkait penerapan new normal. Misalnya dalam hal penerapan new normal di sekolah dimana unsur-unsur masyarakat meminta agar kegiatan sekolah dimulai ketika keadaan benar-benar sudah terkendali," katanya.

Kepada para guru PAUD, Puan berpesan agar benar-benar memperhatikan proses pembentukan karakter anak sejak usia dini.

”Para pendidik dan tenaga kependidikan PAUD berperan sangat penting dalam proses pendidikan Indonesia khususnya dalam pembangunan karakter bangsa,” katanya.

”Budaya santun, toleran, disiplin, etos kerja, gotong royong, dan lain sebagainya, mulai ditanamkan dalam hati nurani anak-anak kita,” tambahnya.

Menurut Puan, PAUD merupakan bagian dari pendidikan nasional, yang pada dasarnya adalah pembentukan karakter bangsa berlandaskan Pancasila. Puan menyatakan, DPR ikut mengawal anggaran pendidikan nasional melalui fungsi anggaran yang dilaksanakan dengan memastikan bahwa alokasi anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945.

“Termasuk di dalam APBN 2020, DPR dan pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) PAUD sebesar Rp 4 triliun 14 miliar 724 juta rupiah (Rp 4.014.724.000.000),”paparnya.

Ia berharap, BOP PAUD tersebut dapat ikut meningkatkan proses dan mutu pendidikan pada usia dini. Eko

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar