70 Tahun IGTKI, Mempersiapkan Pendidik PAUD Sadar dan Peduli Virus Covid-19

JAKARTA - Pengurus Pusat Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) menggelar peringatan HUT ke-70 IGTKI dengan mengusung tema “70 Tahun IGTKI Berjuang dan Berkarya serta Bersama Menjadi Guru Penggerak Membangun Generasi Unggul Indonesia Bahagia”, Jumat (22/5).

Tiga tokoh hadir menyapa dan memotivasi guru-guru TK yang mengikuti peringatan HUT IGTKI ke-70. Ketiganya adalah Anies Rasyid Baswedan, gubernur DKI Jakarta; Hamid Muhammad, Plt. Ditjen PAUD Dikdasmen Kemendikbud; dan Iwan Syahril, Dirjen GTK Kemendikbud yang memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Seminar Online 70 Tahun IGTKI dalam rangka HUT IGTKI ke-70 dengan tema “Mempersiapkan Mental Guru TK dalam Menyambut Tahun Pembelajaran 2020/2021 Pasca Pandemi Covid-19”.

Hampir 17 tahun lalu bila mendengar kata-kata PAUD sangat asing dikalangan masyarakat. Tetapi apa faktanya sekarang ini, PAUD ada dimana-dimana, sangat menjamur. Pencapain APK sekarang diatas 74 persen, ini hal yang luar biasa. Selamat bagi kita semua, karena kalau diukur dari kemampuan pemerintah sangat sedikit. Justru peran dari organisasi mitra ini, diantaranya IGTK, HIMPAUDI, bunda PAUD yang luar biasa mengkampanyekan program pendidikan anak usia dini.

Peran organisasi mitra dalam mengembangkan program PAUD sangat besar. Karena dengan mitralah PAUD bisa berkembang seperti sekarang ini. Pemerintah tidak bisa melakukan sendiri, untuk itu peran serta seluruh komponen bangsa sangat diperlukan. Program 1 desa 1 PAUD belum tuntas, masih terdapat sekitar belasan ribu desa yang belum memiliki PAUD.

Diharapkan organisasi mitra dapat berkiprah lebih luas, jadi bukalah satuan PAUD di berbagai tempat yang belum ada PAUD. Kita harus mengajak seluruh daerah untuk menuntaskan ini, dan kedua tentu saja kualitasnya, bukan hanya sekadar ekspansi tetapi berkualitas. Dan kualitas intinya terletak pada kompetensi para guru PAUD, tegas Direktur Pembinaan PAUD.

Peringatan HUT IGTKI dipandu oleh Farhannisa Nasution, Eka Putri Handayani, dan Nita Priyanti serta diikuti oleh 1.000 guru TK perwakilan dari 34 provinsi di Indonesia. Ketua umum IGTKI, Farida Yusuf dalam sambutannya mengungkapkan, “IGTKI didirikan oleh 36 orang guru TK yang sepakat mendirikan perkumpulan yang diberi nama IGTKI dan kini telah berkiprah selama 70 tahun dalam mendidik dan menumbuhkan karakter anak sejak usia dini.”
Menyikapi situasi pandemi Covid-19, beberapa guru TK dan keluarganya terdampak, Ia berpesan agar guru TK bersabar menghadapinya. Apalagi kebanyakan guru TK berada di bawah naungan lembaga swasta yang honor gurunya mengandalkan kemampuan finansial yayasan. “Alhamdulillah kebijakan pemerintah bahwa BOP DAK Kemdikbud bisa diberikan untuk honor guru, semoga kebijakan ini dapat membantu meringankan beban guru TK,” harap Farida Yusuf,” ujar Farida Yusuf

Menanggapi ketua umum IGTKI, Plt. Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbud Hamid Muhammad menyatakan, bahwa sejak April dana BOP sudah disalurkan ke 467 kabupaten/kota, namun baru 84 Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) kabupaten/kota yang menyalurkan ke lembaga-lembaga PAUD. “Terdapat 47 kabupaten/kota di Indonesia Timur yang belum menyampaikan laporan tahun lalu dan belum selesai validasi terutama Papua, Papua Barat, dan NTT. Mohon IGTKI mengawal hal tersebut,” tandasnya.

Dalam kaitan itu, Iwan Syahril menambahkan bahwa setengah dari guru PAUD tidak memiliki penghasilan di masa pandemi. Hal itu dikarenakan orang tua tidak membayar SPP akibat kondisi orang tua yang terdampak perekonomiannya. “Sehingga bantuan BOP PAUD dapat digunakan untuk membayar gaji guru,” ujarnya. Eko

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar