Membentuk Sifat Prososial Anak Melalui Musik

AnggunPaud- Mendengar musik itu menyenangkan, membuat hati gembira, meningkatkan semangat hidup, imaginasi, ide2 kreatif dan berbagai pengaruh positif lainnya. Bukan hanya bagi remaja dan orang dewasa, mendengar musik ternyata sangat mendukung proses tumbuh kembang anak usia dini.

Salah satu  manfaat mendengarkan musik bagi anak usia dini adalah mampu menstimulus perilaku prososial terhadap anak. Untuk diketahui, perilaku prososial adalah suatu tindakan menolong orang lain tanpa harus menyediakan suatu keuntungan langsung pada orang yang melakukan tindakan tersebut (Byrne, 2005). Singkatnya prilaku prososial berkaitan erat dengan  kepedulian seseorang kepada lingkungan sekitar. Bahasa sederhananya, menolong tanpa pamrih.

Dengan memiliki prilaku prososial, anak dapat lebih cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Hasilnya, anak dapat diterima di lingkungannya hingga mampu berperan dalam sebuah kelompok.

Dalam jurnal Empati yang ditebitkan oleh Universitas Negeri Semarang, kemampuan prososial anak dapat distimulus dengan metode pemberian lagu kepada anak sedini mungkin.  Hal ini juga diperkuat melalui studi Greitmeyer (2010) yang menunjukkan, bahwa musik dengan dengan lirik positif atau prososial dapat meredakan prilaku agresif. Lirik yang menceritakan pengalaman, kasih sayang, nasehat, pengetahuan, cita-cita, dan cerita-cerita yang sesuai dengan tumbuh kembang anak akan dengan mudah diserap anak-anak. Apalagi lagu anak biasanya memiliki irama yang sederhana sehingga mudah dipelajari.

Karena itu, Bunda danYanda harus memilihkan lagu yang tepat karena anak mempunyai kepekaan yang baik terhadap musik. Musik juga merangsang pertumbuhan otak dan mengaktifkan koneksi otak mereka. Irama musik dengan isi lirik yang baik akan direkam dan ikuti oleh anak-anak dan kemudian ditiru dalam prilaku sehari-hari.

Riyadi, seorang guru dan juga pemerhati pendidikan anak dari Banyumas mengatakan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memilih lagu untuk anak. Secara garis besar, dikelompokkan mejadi dua, yakni lirik dan melodi.

Pertama, dari lirik, pilihlah lagu yang bertema anak-anak dan lebih baik lagi juga dinyanyikan anak yang seusianya. Beberapa tema yang layak untuk anak antara lain tentang kasih sayang,  baik kepada Tuhan, orang tua, teman, binatang, maupun sesama makhluk hidup lainnya. Tema lainnya adalah tentang alam, permainan, cinta tanah air, persahabatan dan lainnya.

Kedua, lirik mudah dipahami dengan menggunakan bahasa yang lugas, bukan mengandung kiasan, sederhana dan mudah dihafal. Kalimat lirik tidak terlalu panjang bahkan cenderung hanya mengulang-ulang kata atau suku kata saja. Tiruan bunyi biasanya akan lebih menarik bagi anak-anak. Sebagai contoh, bunyi ’dor’ pada lagu Balonku,’tik-tik-tik’ pada lagu Hujan, ’tuk-tik-tak-tik-tuk’ pada lagu Naik Delman, ’tut-tut-tut’ pada lagu Naik Kereta Api dan tiruan bintang atau benda lain sangat mereka sukai.

Ketiga, melodinya sangat sederhana, tidak terlalu sulit. Rentang nada tidak terlalu jauh atau panjang sehingga mudah dinyanyikan anak-anak. Lompatan nada dari satu nada ke nada lainnya tidak terlalu jauh. Adapun wilayah jangkauan nadanya hanya berkisar tidak lebih dari satu oktaf. Lagu yang memilki jangkauan nada terlalu lebar maka akan menyulitkan anak dalam menyanyikannya.

Keempat, pilih lagu  yang berirama riang atau ceria, lincah, menyenangkan, serta semangat. Lagu-lagu sendu umumnya tidak cocok untuk lagu anak karena suasana sendu, tak bersemangat akan dapat memengaruhi suasana anak-anak. Anak-anak perlu ceria, perlu enegik, perlu semangat sehingga pilihlah lagi yang ceria dan iramanya bersemangat. Lagu PelangiNaik DelmanAku Anak Indonesia, merupakan contoh lagu-lagu yang energik, lincah, berirama riang dan semangat.

Kelima, Pilih lagu yang temponya atau kecepatannya sesuai dengan usia aatu kondisi anak. Lagu yang terlalu cepat temponya biasanya cukup menyulitkan anak dalam menyanyikannya serta menghafal syairnya. Demikian pula yang terlalu lambat, juga akan membawa suasana yang kurang menggairahkan.

Perhatikan pula bagaimana kondisi anak. Anak-anak yang memiliki keterlambatan dalam bicara atau berpikir biasanya juga akan memiliki kesulitan juga dalam menghafal dan menyanyi. Oleh karena itu pilih lagu yang sangat sederhana untuk anak yang mengalami gangguan seperti itu.

Keenam, Usahakan memilih lagu yang liriknya mengandung amanat atau pesan. Ada lagu yang berpesan tentang jaga kebersihan, tentang persahabatan, kasih sayang dan lainnya. Misalnya lagu Pelangi memiliki pesan moral mengenalkan Tuhan dan penciptaannya. Lagu Becak, memiliki amanat untuk mengagumi keramaian kota sekaligus berhati-hati dalam berkendaraan. Lagu Kucingku Lucu berisi amanat agar kita menyayangi binatang.

Ketujuh, pilihlah lagu yang berirama sesuai perkembangan anak. Lagu berirama dangdut, rock, rege, barangkali kurang cocok dengan masa perkembangan jiwa anak. Meskipun isi liriknya masih masuk kategori anak, iramanya yang kurang cocok bagi perkembangan usianya. Demikian pula lagu yang berirama anak-anak jika liriknya  mengandung makna yang terlalu dewasa tentu ini juga bukan konsumsi anak-anak.

Dengan memahami karakter lagu diharapkan para guru dan juga orang tua dapat menentukan dan memilih lagu yang dapat disajikan sebagai menu untuk pembelajaran anak di sekolah dan di rumah.  Rio Kencono

Referensi :

  1. Wahyu Nuswantari, Tri Puji Astuti, Pengaruh Pemberian Lagu Anak-Anak Terhadap Perilaku Prososial, Jurnal Empati, Volume 4, Oktober 2015, Universitas Diponegoro, Semarang.
  2. Refi Yunanda Wicaksono, Daya Tarik Lagu Bagi Anak Usia Dini, Jurnal Seni Musik Volume 6 Nomor 2 tahun 2017, Universitas Negeri Semarang
  3. Laman Sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id

Foto : PAUD Gagas Ceria, Bandung

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar