Pembiasaan Sains untuk Anak Usia Dini

AnggunPaud- Di halaman sekolah Taman Kanak-kanak, seorang guru mengajak anak-anak didiknya melihat kupu-kupu yang sedang terbang di halaman. “Anak-anak, lihat kupu-kupu itu, kenapa kupu-kupu bisa terbang?”, tanya Bu Guru. “Menggunakan sayap Bunda.” Jawab Indira.

“Indira punya sayap tidak?’ Bu Guru bertanya. “Aku punya tangan Bunda, bukan sayap.” Kemudian Bu guru bertanya, “Apa ya bedanya tangan dan sayap?” “Kalau tanganku untuk mengambil makanan, untuk memegang balok Bunda.” Kata Indira.

 “Ya, kalau sayap burung, bagaimana? Sama tidak dengan tangan kita?”, kata Bu Guru. “Hmm, kalau sayap untuk terbang Bunda, tapi nggak bisa untuk mengambil makanan?’ jawab Indira. “Jadi kenapa ya Winda tidak bisa terbang?” tanya Bu Guru.

“Ya, karena aku tidak punya sayap Bunda, tapi aku punya tangan, aku senang punya tangan. Aku bisa bermain apa saja.” Jawab Winda.

Itulah sebagian dari salah satu contoh penerapan pembelajaran sains di jenjang PAUD. Kurikulum 2013 PAUD memang menekankan pembelajaran bermuatan sains dengan pendekatan saintifik untuk merangsang rasa ingin tahu, kemampuan memecahkan masalah dan berpikir kritis pada anak.

Dalam pendekatan saintifik, anak didorong secara aktif  untuk mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar, dan mengomunikasikan. Anak didik diajak terlibat melakukan pencarian informasi dengan bertanya, mencari tahu jawaban, melakukan eksperimen untuk memahami lingkungan sekitarnya.

Pembelajaran sains pada anak usia dini merupakan hal yang sangat penting. Sejak usia dini, anak distimulasi untuk mengamati benda, objek, tumbuh-tumbuhan, hewan dan alam semesta dengan menggunakan seluruh indera, mengumpulkan, mengolah, menyimpulkan, serta membagi informasi yang diperolehnya baik melalui hasil karya maupun cerita. Tujuannya agar berkembang seluruh kemampuan kognitif, bahasa, social emosional, nilai-nilai agama dan moral serta seni untuk mendukung prestasi akademik serta kesiapan menghadapi permasalahan  dan tantangan di usia dewasa kelak.

Sebenarnya, pendekatan saintifik sudah digunakan dalam kurikulum di Indonesia dengan istilah learning by doing yaitu cara belajar siswa aktif dalam kegiatan pembelajaran yang secara formal diadopsi dalam Kurikulum 1975.

Menurut Leeper (1994), pembelajaran sains pada anak usia dini bertujuan untuk :

  1. Agar anak-anak memiliki kemampuan memecahkan masalah yang dihadapinya melalui penggunaan metode sains,
  2. Agar anak-anak tidak cepat-cepat dalam mengambil keputusan, dapat melihat segala sesuatu dari berbagai sudut pandang, berhati-hati terhadap informasi-informasi yang diterimanya serta bersifat terbuka.
  3. Agar anak-anak mendapatkan pengetahuan dan informasi berdasarkan pada standar keilmuan.
  4. Agar anak-anak menjadi lebih berminat dan tertarik untuk menghayati sains yang berbeda dan ditemukan di lingkungan dan alam sekitarnya. Yanuar Jatnika

 

Referensi:

  1. Kurikulum PAUD 2013
  2. Sarah Hammond Leeper, Good School for Young Children: A Guide for Working with Three, Four, and Five Year Old Children, Macmillan Pub Co, 1994

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar