Anak Jangan Sekedar Makan dan Kenyang

AnggunPaud- Bukan jamannya lagi seorang ibu, juga ayah, berprinsip “Yang penting anak sudah makan”, “Yang penting anak kenyang”, “Yang penting anak gemuk”, dan sebagainya.

Untuk menunjang tumbuh kembangnya, anak tak cukup hanya makan, tak cukup hanya kenyang. Bahkan orang tua jangan dulu gembira kalau anak gemuk.

Anak itu memang harus makan, harus kenyang dan harus gemuk. Tapi itu semua didasari adanya kandungan gizi pada setiap makanannya. Gizi merupakan salah satu factor penentu pertumbuhan dan perkembangan anak. Guru maupun orang tua perlu  mencukupi kebutuhan gizi anak agar anak tumbuh menjadi anak yang cerdas.

Untuk mendukung itu, Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memaparkan pilar gizi seimbang anak usia 4-6 tahun yaitu sebagai berikut.

 

Gizi seimbang

Usia 4-6 tahun merupakan usia dimana anak luar biasa aktif. Tidak saja aktif secara fisik tetapi juga secara kognitif. Anak dapat bergerak, berpikir, dan melakukan banyak aktivitas apabila memiliki asupan gizi yang cukup dan seimbang. Gizi seimbang ialah susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Gizi seimbang memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan. Gizi seimbang mencegah kekurangan dan kelebihan berat badan. Kecukupan gizi menunjang pertumbuhan, perkembangan, keaktifan anak, serta mendukung tumbuhnya kepercayaan diri anak.

 

Perbedaan kebutuhan gizi

Dulu kita mengenal slogan “empat sehat lima sempurna”. Menurut slogan tersebut, makanan harus terdiri dari makanan pokok, lauk pauk, sayuran, buah-buahan dan disempurnakan dengan susu. Kini, slogan tersebut telah diganti dengan istilah Pedoman Gizi Seimbang (PGS).   PGS berisi pesan untuk hidup sehat tidak hanya melalui konsumsi makanan, namun juga melalui perilaku hidup bersih dan sehat  (PHBS) dan aktifitas fisik.

 

Tak sekedar gizi

Pedoman Gizi Seimbang terdiri dari 4 (empat)  pilar yang pada dasarnya merupakan rangkaian upaya untuk menyeimbangkan antara zat gizi yang keluar dan zat gizi yang masuk. Keempat pilar itu adalah mengonsumsi makanan beragam, membiasakan perilaku hidup bersih, melakukan aktivitas fisik, dan memantau berat badan secara teratur.

Mengikuti keinginan selera makan anak saja bukan hal yang bijaksana karena anak bisa kelebihan garam, gula, lemak,namun kekurangan zat  gizi lainnya. Inilah awal mula terbentuknya pola makan yang tidak sehat dan resiko kegemukan dan penyakit diabetes, jantung, atau kolesterol di masa dewasa. Ifina Trimuliana

Sumber : Panduan guru (gizi untuk anak usia dini 4-6 tahun). Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017.

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar