Ketika Anak yang Susah di Atur

Tidak jarang kita sebagai orang tua sering kali kesal menghadapi anak-anak yang susah di atur. Apalagi disaat banyak-banyaknya pekerjaan rumah yang belum selesai. Kebanyakan orang tua pasti pernah mengalami hal yang seperti ini. Bagi yang tidak sabar ini sudah menjadi momen untuk memarahi dan membentak anak.

Sebelum terlambat  ayok kita pahami bahwa memarahi dan membentak anak bukanlah cara yang tepat. Mungkin saat dimarahi anak memang kelihatan patuh dan langsung diam, tapi sebenarnya itu tidaklah benar. Kenyataannya adalah anak diam karena mereka takut mendengar nada suara yang menyeramkan bagi mereka. Apalagi melihat ekspresi kita yang menakutkan, hal ini tentu membuat mereka tertekan. Tentu ketakutan-ketakutan ini sangat berdampak buruk terhadap perkembangan mereka. Jadi sekali lagi dapat ditegaskan bahwa memarahi bukanlah cara yang tepat untuk membuat anak tumbuh menjadi anak yang patuh. Nah, kalau begitu apa seharusnya yang harus dilakukan orang tua?

 Berikut adalah tips yang dapat dilakukan:

  1. Pahami Perkembangan anak

Sebagai orang tua cobalah untuk memahami bahwa yang dihadapi adalah sosok individu yang sedang tumbuh dan baru dalam tahap membangun pengetahuannya. Mereka belum memiliki pemahaman sehebat kita, hal ini karena kapasitas otak mereka juga belum sekomplit otak kita. Pengalaman merekapun juga belum sebanyak pengalaman kita. Ketika anak belum mendengarkan apa yang kita kehendaki, bisa jadi mereka bukan berarti susah diatur, tapi karena mereka memang belum mengerti apa yang kita kehendaki tersebut. Jadi pada intinya tidak ada anak yang susah diatur, yang ada hanya anak yang belum mengerti. Maka dari itu tugas orang tua adalah berikanlah pemahaman pada anak dengan cara yang tepat, bukan menuntut anak untuk mampu A, B, C sementara kita sebagai orang tuapun belum tentu mampu memberikan yang terbaik untuk perkembangan mereka.

  1. Gunakan Bahasa yang Sederhana disaat Berkomunikasi dengan Anak

Karena kemampuan otak anak masih terbatas, maka jangan gunakan bahasa yang abstrak ataupun bahasa yang tinggi ketika berkomunikasi dengan mereka. Anak  belum mampu untuk memaknainya bahasa tersebut. Gunakanlah bahasa yang sederhana dan sekonkrit mungkin. Berikan alasan-alasan  yang tepat pada anak kenapa ia harus melakukan sesuatu ataupun kenapa tidak boleh melakukan  sesuatu.

  1. Gunakan Pola Asuh yang Tepat

Pola asuh memiliki makna tentang bagaimana orang tua memperlakukan anak, mendidik, membimbing, dan mendisiplinkan serta melindungi anak dalam mencapai proses kedewasaan. Ada orang tua yang mengharuskan anak untuk mengikuti setiap aturan (pola asuh otoriter), ada juga orang tua yang berusaha tetap responsif terhadap anak dan mau mendengarkan pendapat anak (pola asuh demokratis). Selain itu ada juga orang tua yang gemar memanjakan dan memiliki sedikit tuntutan atau harapan (pola asuh permisif) serta orang tua yang fleksibel dalam mengasuh anak, mendengarkan pendapat anak namun tegas dan konsisten (pola asuh otoritatif). Pola asuh ini akan menentukan bagaimana anak tumbuh kedepannya. Anak yang dididik dengan keras maka akan tumbuh pula dengan jiwa keras, anak yang dididik dengan kelembutan maka juga akan tumbuh dengan jiwa yang lembut. Untuk itu jangan sampai salah dalam memilih pola asuh. Ketika anak susah diatur cobalah untuk mengevaluasi, apakah pola asuh yang digunakan sudah tepat apa belum.

Ilustrasi: http://freepik.com

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar