Franka Nadiem Makarim: PAUD Fase dan Investasi Penting Pendidikan Nasional

Ibu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Franka Nadiem Anwar Makarim meresmikan penggunaan gedung baru PAUD KM “O” yang telah selesai di renovasi dan dipindahkan dari sebelumnya di basement menjadi ke Lantai 1 Gedung A Kantor Kemendikbud, Senyan, Jakarta Selatan.

PAUD Km “0” Kemendikbud sebelumnya bernama Taman Penitipan Anak (TPA) Mekar Asih. Berdiri pada tahun 1995, TPA tersebut merupakan sarana pemenuhan kebutuhan para pegawai Kemendikbud yang mempunyai anak usia dini, akan pendidikan, perawatan, pengasuhan, pemberian kasih sayang dan perlindungan saat orang tuanya bekerja. TPA/PAUD di Kemendikbud dikelola oleh Yayasan Bakti Idhata di bawah naungan Dharma Wanita Persatuan Kemendikbut.

Pendidikan anak usia dini (PAUD), merupakan fase penting pendidikan yang menjadi pilar utama pembentukan karakter sekaligus menjadi investasi penting sebuah negara. Menyadari hal itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendirikan PAUD Percontohan di lingkungan kantor Kemendikbud, yang diberi nama PAUD Km “0”. “Saya harapkan, keberadaan PAUD ini bisa menjadi contoh bagi lembaga PAUD lain di Indonesia,” kata Ibu Menteri di Jakarta, Senin (23/12).

Dikatakan, PAUD di Kemendikbud harus menjadi PAUD terbaik dan bisa dicontoh pengelola PAUD lain se-Indonesia. Mengenai pemilihan nama PAUD Km “0”, filosofinya adalah bahwa pendidikan anak usia dini itu dimulai dari usia 0 tahun. Di titik 0 Km itulah dimulainya fase pendidikan anak usia dini, yang berperan besar dalam menentukan fase kehidupan selanjutnya. Beberapa hal yang bisa dicontoh dari PAUD Km “0” adalah fasilitas dan kebijakan di PAUD Kemendikbud.

Ada studi bandingnya, termasuk soal permainan-permainan terbarunya. Bahkan tim Kemendikbud juga membandingkan dengan PAUD terbaik yang ada di Indonesia. Sedangkan untuk kebijakan, PAUD Km “0” tidak mengajarkan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) kepada anak-anak. Hal itu sesuai dengan Permendiknas Nomor 58 Tahun 2009, tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini.

Fasilitas Lengkap

Memasuki PAUD KM "0" di dalam kompleks gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jakarta Pusat, pasti akan membuat anak-anak merasa tertarik, termasuk para orangtuanya. Tidak hanya memiliki penampilan baru, PAUD ini dilengkapi dengan berbagai permainan dan fasilitas lain yang dapat mengundang keingintahuan anak.

Di bagian depannya tempat area bermain seperti perosotan, kolam ikan, dan area bermain pasir. Masuk ke ruang bagian depan PAUD terdapat ruang tunggu bagi para orangtua yang menitipkan anaknya. Meski tidak bisa berada di dalam ruang kelas dan memantau langsung anak-anak mereka, tapi orangtua tidak perlu khawatir karena terdapat layar monitor yang memperlihatkan keadaan setiap ruangan di dalam PAUD.

PAUD KM "0" memiliki ruang-ruang kelas yang disesuaikan dengan usia anak. Ada ruangan untuk bayi, usia 1-2 tahun, 2-3 tahun, 3-5 tahun, dan 5-6 tahun. Di setiap kelas tersebut disediakan berbagai fasilitas yang memang diperlukan bagi tumbuh kembang anak sesuai usia mereka.

Ruangan-ruangannya terbagi menjadi ruangan yang tematik, antara lain ruang seni dan kreatif yang dilengkapi berbagai mainan yang merangsang kreativitas anak, area bermain peran yang dilengkapi dengan pakaian anak dari berbagai profesi/pekerjaan dan peralatannya, ruang musik dengan berbagai alat musik tradisional maupun modern, area balok dan gerak, hingga area basah, tempat anak-anak dapat bermain air di kolam kecil serta bermain pasir. Selain itu ada juga ruang anak usia 1-2 tahun, ruang anak usia 2-3 tahun, ruang Pra SD, ruang tidur, ruang bayi, ruang laktasi, ruang ibadah, dan ruang makan.

Dengan tersedianya fasilitas yang baik di PAUD Km “0”, kualitas pendidik PAUD, atau kerap dipanggil “Bunda PAUD”, juga meningkat. Bunda PAUD-nya juga harus state of the art. Semua yang terlibat di sini harus terus mau belajar, dan memanfaatkan berbagai media dan sumber untuk mendidik anak-anak kita dengan pendekatan yang terbaru.

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar