Permainan untuk Meningkatkan Motorik Halus Anak

Anggunpaud -  Motorik halus merupakan salah satu kemampuan dasar yang harus dikembangkan pada anak usia dini. Motorik halus merupakan kemampuan anak dalam mengembangkan gerakan-gerakan otot halus pada tangan dengan koordinasi mata untuk mencapai tujuan dalam berkreatifitas. Kegiatan motorik halus seringkali dilakukan dengan kegiatan, menulis, meremas, menggunting, mencocok, melipat maupun kegiatan lain yang menggunakan gerakan-gerakan yang memerlukan koordinasi mata dan tangan.

Kegiatan motorik halus berfungsi untuk melatih otot-otot tangan agar dapat berfungsi dengan baik dan melatih kordinasi mata dan tangan sesuai dengan perkembangannya. Ada beberapa permainan yang dapat orangtua atau guru lakukan kepada anak untuk meningkatkan motorik halus, diantaranya adalah :

Pertama, bermain dengan pasir. Permainan ini sangat disukai anak-anak. Saat ini banyak tersedia pasir dengan pilihan warna yang menarik bagi anak. Ditambah dengan berbagai macam alat atau cetakan yang dapat digunakan untuk bermain pasir. Bermain pasir sangat membantu anak dalam mengembangkan ketrampilan motorik halusnya. Kemampuan anak dalam memegang pasir, mengaduk-aduk kemudian memasukannya ke dalam cetakan dapat mengembangkan daya cipta dan kreatifitas anak, imajinasi anak berkembang saat anak akan berpikir mau di jadikan apa pasir yang sedang ia mainkan dan kordinasi mata dan tanganpun dapat berkembang.

Kedua, bermain dengan krayon dan pensil warna. Krayon warna warni sangat di sukai anak-anak. Guru atau orang tua bisa menyediakan kertas kosong atau buku gambar sebagai pasangannya. Anak akan memulainya dengan memegang krayon lalu mencoba menggoreskannya di buku gambar atau kertas yang disediakan. Goresan tangan anak saat memegang krayon memerlukan koordinasi mata dan tangan untuk melatih daya imajinasi dan kreatifitasnya. Kegiatannya sangat familiar dengan istilah mewarnai dan menggambar. Aktifitas ini sangat disukai orangtua dan anak-anak, bahkan orangtua sangat antusias mendukung kegiatan mewarnai dengan krayon maupun pensil warna melalui sanggar-sanggar mewarnai yang banyak di sediakan untuk anak-anak. Selain itu bermain dengan krayon dapat melatih minat anak untuk bekal persiapan menulis.

Ketiga, kegiatan bermain dengan plastisin atau tanah liat. Plastisin adalah jenis permainan sejenis lilin lunak yang dapat diremas anak untuk dibentuk menjadi berbagai macam bentuk. Bermain plastisin dapat mengasah imajinasi dan kreatifitas anak selain bentuknya yang lunak dan warna warni, plastisin aman dimainkan oleh anak-anak untuk membuat berbagai bentuk yang mereka inginkan. Bermain plastisin dapat merangsang motorik halus anak karena dengan meremas dan membentuk, otot-otot tangan dan mata dapat berkoordinasi sehingga dapat berkembang dengan baik.

Keempat, bermain melipat kertas. melipat kertas berwarna warni dapat mengembangkan motorik halus anak. Guru atau orang tua dapat menyediakan potongan kertas warna warni untuk dilipat sesuai dengan bentuk yang mereka inginkan. Orang tua dapat membimbing anak dengan memberikan alternatif-alternatif bentuk yang disukai anak-anak. Agar anak dapat mulai melipat sendiri ajari anak dengan lipatan-lipatan sederhana dulu, seperti melipat lipatan buku berbentuk persegi panjang (dengan satu langkah lipatan ) atau lipatan sapu tangan berbentuk persegi empat (dengan dua langkah lipatan). Dengan melipat otot-otot tangan dan telapak tangan digunakan sehingga berfungsi menguatkan.

Kelima, bermain menggunting kertas. Ajaklah anak untuk bermain dengan cara memegang gunting dengan posisi ibu jari dan jari tengah berada di dalam lubang gunting dan jari telunjuk berada di bagian luar lubang gunting agar gerakan gunting dapat seimbang dan stabil dan jari ke empat dan ke lima menekuk ke arah pegangan gunting bagian bawah. Permainan memegang gunting bisa diawali dengan menggunting kertas warna secara bebas dan gunakan kertas warna-warni yang tidak terlalu besar dan panjang sesuai dengan kemampuan anak.

Keenam, meronce berbagai bentuk. Meronce adalah kegiatan memasukkan benda-benda dengan berbagai bentuk bisa dengan manik-manik, sedotan, maupun benda-benda dari bahan alam ke dalam seutas benang atau tali menjadi sebuah gelang atau kalung. Kegiatan ini berguna untuk melatih kekuatan otot-otot jari tangan khususnya jari telunjuk dan ibu jari dan kelenturan jari-jari tangan.

Ketujuh, menempel dan melepas stiker. Stiker warna-warni dengan berbagai bentuk sangat disukai anak-anak. Dengan mengajak anak bermain stiker anak diberi kesempatan untuk melepas gambar pada stiker dan menempelkannya kembali pada tempat yang disediakan dapat melatih kekuatan dan kelenturan otot-otot tangan.

Kedelapan, meremas busa yang berisi air. Guru atau orang tua bisa mengajak anak untuk meremas busa yang berisikan air untuk dipindahkan dari satu tempat ke tempat lainya. Agar menarik minat anat, air yang di gunakan bisa dengan air yang sudah kita campur dengan pewarna makanan warna-warni yang aman dan menarik bagi anak. Kegiatan ini dapat digunakan untuk menguatkan otot-otot jari tangan dan kelenturan jari-jari tangan.

Kesembilan, melukis dengan jari-jari tangan. Untuk melakukan kegiatan ini guru atau orang tua menyediakan bubur warna warni yang bisa dibuat sendiri dengan bahan tepung kanji yang beri pewarna makanan kemudian diberi air mentah dan didihkan dalam air panas kurang lebih satu menit. Setelah dingin, bubur warna kemudian digunakan untuk bermain. Kegiatan melukis dengan jari dilakukan dengan cara anak memasukkan jari-jari nya ke dalam bubur warna kemudian menggunakan jari-jarinya yang sudah dicelupkan ke bubur warna untuk menggoreskannya di kertas gambar yang sudah disediakan kemudian anak dibebaskan untuk bereklporasi dengan alat mainnya.

Kesepuluh, bermain melepas dan memasang kancing baju. Guru atau orang tua bisa memberikan baju berkancing kesukaan anak untuk dipakai dan membimbing atau memberikan kesempatan kepada anak untuk membuka kancing dan menutupnya kembali. Praktek memasang dan melepas kancing baju berfungsi untuk memberikan rangsangan kepada jari-jari tangan untuk berkembang dengan cara memegang kancing dan melepasnya kembali.

Kesebelas, bermain membuka dan menutup botol. Guru atau orang tua bisa memulai melatih anak membuka dan menutup botol minum kesukaannya misalnya, atau guru dan orang tua dapat menyediakan beberapa botol yang mempunyai tutup dan warna yang berbeda-beda, kemudian kita ajak anak untuk membuka tutup beberapa botol dan kemudian memasangkan kembali tutup botol sesuai dengan warna atau pasangannya. Kegiatan ini dapat menstimulasi otot-otot jari dan pergelangan tangan, meningkatkan koordinasi mata dan tangan.

Demikianlah beberapa permainan yang dapat digunakan untuk melatih halus anak. Semoga bermanfaat. *

*Ida Munfarijah, M.Pd Kepala TK Diponegoro 146 Purwokerto Barat Owner di TBM Mekar Ilmu

sumber gambar https://www.pbs.org/parents

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar