Mengatasi Kecemasan pada Anak Usia Dini

Anggunpaud - Anak Usia Dini sangat rentan dengan kecemasan. Sikap cemas pada anak seringkali terjadi saat anak mengalami rasa takut atau khawatir pada situasi tertentu yang mengancam jiwa anak. Hal ini bisa terjadi saat anak berada di tempat yang baru dikenalnya, ataupun saat anak berada pada lingkungan baru, bersama orang-orang yang baru dikenal, dan saat mendengar bunyi atau melihat gambar yang sangat menakutkan bagi mereka.

Sikap cemas pada anak usia dini ditandai dengan ciri-ciri fisik anak seperti badan gemetar, pusing, mual, sesak nafas ataupun dada bergetar, bahkan anak-anak yang mengalami gangguan kecemasan biasanya sering menangis atau menjerit. Rasa cemas pada anak sangat berpengaruh pada suasana hati dan segala aktivitas kegiatannya sehari-hari. Bahkan rasa cemas bisa mengganggu kesehatan mental anak.

Sebagai guru atau pun orangtua, kita mesti tanggap dan segera melakukan penanganan agar kecemasan anak tidak perlu berlarut-larut , karena hal ini akan berpengaruh dengan mental dan psikologi anak juga dapat mengganggu kesehatannya. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh orang tua ataupun guru saat anak mengalami kecemasan :

Pertama, Gunakan bahasa tubuh dengan cara mendekati anak dan bersikaplah melindungi pada anak dengan cara dipeluk atau duduk bersama anak-anak yang mengalami kecemasan. Dengarkan keluhannya atau tanyakan pada anak-anak kenapa atau hal apa yang menyebabkan mereka cemas.Berilah anak pemahaman apabila anak belum bisa memahami sesuatu dan bantulah anak untuk mencari solusi permasalahan dari rasa cemas.

Kedua, gunakan suara yang lemah lembut untuk meyakinkan anak bahwa kita ada bersama mereka dan tetaplah bersikap tenang, beri pengertian kepada anak-anak kalau kita sebagai orangtua memahami kecemasanannya.

Ketiga, pastikan anak-anak merasa aman dan nyaman saat berada disamping kita. Gunakan kata-kata yang menenangkan anak-anak. Misalnya : “Bunda tahu, Aurel sedang cemas,”namun bunda yakin, Aurel akan baik-baik saja. “ Bunda akan membantu Aurel dan ini akan segera berakhir,”

Keempat, Bantu anak anda untuk rileksasi sebentar dengan mengambil nafas dalam-dalam dan minum air putih. Dengan minum air putih dan menarik nafas secara teratur akan membantu mengurangi rasa cemas.hal ini bisa dilakukan di manapun tempat yang nyaman untuk anak dan orang tua.

Kelima, ajak anak untuk bermain dengan melibatkan gerakan tubuh untuk mengurangi kecemasan. Misal main bola, main lego, main slime, atau main pasir kinetic. Dan main squisi . Dengan mengajak bermain memegang benda-benda pada permainan tersebut, otomatis otot-otot tangan yang tadinya tegang akan berangsur-angsur rileks dan kecemasanpun akan berkurang.

Keenam, ajak anak untuk pergi jalan-jalan di alam terbuka yang bebas dari tehnologi baik televisi, handphone, maupun internet. Misal jalan-jalan ke tempat wisata alam, pegunungan, kebun binatang, dan lain sebagainya. Jalan-jalan menikmati pemandangan akan membuat anak berhubungan dengan alam dan dapat menenangkan pikirannya.

Ketujuh, amati sikap dan tingkah laku yang membuat anak cemas. Bila ada waktu-waktu tertentu yang membuat anak cemas, bantu anak untuk menyampaikan rasa kekhawatirannya berdua saja dengan kita dan pastikan anak untuk tidak khawatir dengan adanya kita disampingnya.

Kedelapan, Ajak anak untuk mendengarkan cerita setiap hari. Dengan mendengarkan cerita anak akan berimajinasi, hati dan pikiran akan mengajak anak berpetualang sehingga cerita yang anak dengarkan akan memberikan manfaat positif dalam mengatasi rasa khawatirnya. Tentunya guru atau orang tua dapat memilih cerita yang banyak menyampaikan pesan moral baik untuk perkembangan psikologi anak.

Kesembilan, Sering mengajak anak pergi ke tempat ibadah. Mendekatkan diri kepada sang pencipta akan membuat hati anak menjadi tenang. Dengarkan ayat-ayat Tuhan setiap hari. Bila perlu ajak anak untuk membacanya untuk menenangkan hati dan pikiran.Yakinkan kepada anak kalau kita baik dan giat beribadah Tuhan akan selalu bersama kita dan menolong kita dimanapun kita berada Tuhan akan melindungi kita.

Kesepuluh, Berikan semangat dan dukungan kepada anak. Ajak anak untuk selalu berfikir positif dan percaya diri dengan keadaan dirinya. Yakinkan anak tentang manfaat berfikir positif akan dapat mengurangi rasa khawatirnya. Misalnya anak khawatir saat ditinggal oleh kita sebagai orangtua saat berada di sekolah. Yakinkan anak kalau kita akan kembali menjemputnya saat pulang sekolah. Dan yakinkan kepada anak kalau si anak aman bersama teman-teman dan gurunya. Ajak anak berfikir positif tentang keadan di lingkungan sekitarnya saat kita sedang tidak bersama anak. Ada teman-teman dan guru yang akan menolongnya disaat anak butuh bantuan.

Kesebelas, Ajak anak untuk memiliki teman dan sahabat dalam kegiatannya sehari-hari, ajak anak untuk bergaul sebanyak-banyaknya dengan teman sebaya. Agar anak merasa senang dan anak merasa di hargai dimana anak berkegiatan dan anak akan merasa kalau dirinya tidak sendiri.

Kedua belas, Ajak anak untuk berkegiatan yang merangsang kreatifitasnya. Misalnya mengajak anak memanfaatkan barang bekas untuk menjadi sesuatu yang dibuat bersama-sama orangtua atau guru. Hargai hasil karya anak dengan memberikan semangat dalam berkarya.

Ketiga belas, Berikan contoh anak lewat sikap positif kita sebagai orang tua. Atau orang tua hendaknya bisa menjadi contoh anak dalam menghadapi kecemasan. Dalam arti jauhkan diri kita dari rasa cemas. Seringkali anak mencontoh sikap orang tuanya yang suka cemas. Misal, kita sering cemas saat anak bermain ayunan dan lain sebagainya. Cemas dan khawatir anak akan jatuh, sehingga saat anak sedang bermain kita sering melarang anak dengan kata “jangan naik-naik ayunan nak nanti jatuh!” seharusnya kita tidak perlu melarang anak. Hindari kata “Jangan” namun berkatalah “hati-hati ya nak, main ayunannya!” Hal ini akan berpengaruh terhadap jiwa anak dan menghindari anak dari sifat cemas dan khawatir.

Keempat belas, Berikan anak-anak hewan peliharaan, biarkan anak memelihara kucing, atau kelinci. Biasanya hewan-hewan peliharaan seperti kucing dan kelinci banyak disukai anak-anak. Bahkan anak-anak sering mengajak bicara hewan peliharaannya sesuai dengan imajinasi dan perasaan anak. Hal ini akan dapat mengurangi rawa cemas pada diri anak.

Apabila rasa cemas anak tidak kunjung sembuh, sebaiknya orang tua membawa anak ke psikolog untuk menangani gangguan kecemasan agar tidak berlarut-larut dan segera bisa ditangani solusi masalahnya. *

*Siti Munfarijah, M.Pd Kepala TK Diponegoro 146 Purwokerto Owner di TBM Mekar Ilmu Konsultan di Bimbel Baca AHE Pusat

sumber gambar : https://courtneydefeo.com/anxious-kids-sissy-goff/

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar