Manfaat Baik Mengajak Anak Bantu Ibu Memasak

AnggunPaud - Melihat ibu yang sedang memasak, bagi saya waktu kecil sangat mengasyikkan. Memilih sayuran yang berwarna - warni, memotongnya dengan berbagai bentuk yang unik, serta mengayunkan tangan di atas penggorengan. Ketiga hal itu sangat ingin saya lakukan ketika saya kecil. Namun, dulu ibu selalu melarang saya.

Takut saya terkena minyak panas lah, tangan tergores pisau lah, dan lain sebagainya yang menjadi alasan ibu agar saya tak mendekat kala itu. Karena alasan-alasan ibu itu, justru membuat saya semakin penasaran ingin memegangnya. Kadang saya suka mencuri kesempatan ketika ibu tak melihat, saya potong - potong sayuran yang tergeletak. Jika tidak, saya akan iseng membolak - balikkan masakan yang ada di penggorengan. Itu semua menjadi kebahagiaan tersendiri bagi saya di masa kecil.

Sebetulnya tidak ada yang salah untuk mengajak anak kita ikut dalam aktivitas memasak. Mengajak anak kita ikut andil dalam membuat masakan terlebih masakan kesukaannya, akan memberi dampak positif bagi diri anak kita. Berikut ini ada tujuh manfaat positif jika melibatkan anak saat memasak :

1. Mengajarkan Anak Untuk Taat Aturan Saat memasak tentu memiliki aturan tertentu. Misalnya membubuhi satu sendok teh gula, maka kita harus mengikutinya. Agar masakan yang dibuat menjadi pas rasanya. Nah, ini adalah saat yang tepat untuk mengajarkan anak akan pentingnya mentaati aturan. Biarkan anak bereksperimen dengan masakan buatannya. Kita cukup arahkan aturan - aturan bumbu yang harus dimasukkan. Katakan pada anak kita, "Takaran bumbunya harus tepat ya! Sesuai perintah Bunda, agar masakanmu lezat." Dengan demikian anak akan mengerti jika aturan dipatuhinya, maka akan menghasilkan sesuatu yang baik.

2. Mengasah Kreativitas Anak selalu menyukai hal - hal yang unik baginya. Baik dari segi warna maupun bentuk benda. Pada saat di dapur, biarkan anak untuk menuangkan idenya dalam hal memasak. Mulai dari saat memilih sayur, memotong bentuk sayur sampai dengan tahap memasaknya. Tujuannya agar anak kita dapat leluasa dalam bereksperimen dan mengasah kreativitas semaunya. Beri pujian saat anak kita membuat bentuk-bentuk yang unik. Sehingga ia semakin semangat dalam berkreasi.

3. Melatih Anak Berpendapat "Bu, kakak mau makan nasi goreng!" "Adik mau mie rebus saja, Bu!" Setiap anak tentu memiliki selera masing - masing. Terkadang sama namun tak jarang pun akan berbeda. Sama seperti dua contoh di atas. Dengan memasak bersama anak, mereka akan bebas berpendapat tentang apa yang ingin dimasaknya. Lagi dan lagi, orang tua hanya perlu mendampingi anak yang sedang berlatih itu. Jika orang tua membebaskan anak dalam hal memilih makanan yang akan di masak, maka anak pun akan merasa kalau pendapat atau idenya dihargai oleh kita sebagai orang tuanya.

4. Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Memasak bersama anak selain mengasyikkan juga bisa menjadikan diri anak kita lebih percaya diri. Caranya adalah dengan memberikan pujian setiap anak membantu kita dalam memasak. Atau saat anak mencoba masak makanan sendiri kita wajib ikit mencicipinya. Ucapkan pujian sederhana, misalnya "Hmmm.. Masakan kakak tak kalah enak dengan buatan ibu nih!" Tak hanya pujian saja yang mampu menumbuhkan rasa percaya diri anak kita.

Sebuah kritikan lembu juga bisa membuatnya makin percaya diri. Jika masakan yang anak kita buat kurang pas saat dcicipi, kita bisa mengkritiknya dengan lembut. Misalnya, "Cara memasak kakak sudah cukup baik. Hanya saja takaran garamnya sedikit dikurangi ya! Agar rasa masakannya makin lezat!" Mengkritik bukan berarti menilai jelek terhadap hasil karya anak kita. Namun tujuannya agar ke depannya ia bisa membuat hasil masakan yang lebih baik lagi. Dengan adanya kritikan serta pujian yang seimbang, akan membuat anak kita percaya diri yang positif. "Wah, masakan kakak dan adik enak juga yah!"

5. Meningkatkan kedekatan emosional anak dan orang tua Menghabiskan waktu libur dengan anak tak hanya dilakukan dengan jalan - jalan di luar rumah saja. Melakukan aktivitas di dalam rumah pun bisa menjadi alternatif untuk menghabiskan waktu libur bersama. Salah satunya dengan memasak bersama anak. Selain bisa membangun rasa percaya diri pada anak, memasak juga bisa membuat orang tua dan anak semakin dekat secara emosionalnya. Anak yang kita ajak masak bersama, memintanya untuk menentukan menu, hingga membantu mempersiapkan masakan akan membuat anak kita merasa dihargai dan diperhatikan oleh orang tuanya.

Sedangkan orang tua yang telah memasakkan menu pilihan anak, kemudian melihat anak makan dengan lahap tentu akan membuat kita sebagai orang tua merasa dihargai pula. Dari sinilah kedekatan anak dan orang tua secara emosional akan terbangun dengan baik.

6. Mengasah Motorik Anak Keseimbangan motorik anak sangatlah penting bagi pertumbuhannya. Ketrampilan motorik halus akan mendukung perkembangan motorik kasarnya. Adapun motorik halus yang perlu dikembangkan misalnya menggerakkan jari dan tangan. Salah satu cara tepat untuk melatih motorik halus (jari dan tangan) adalah dengan memasak. Dalam aktivitas memasak tangan kita akan belajar menggenggam serta mengayunkan benda. Hal ini bisa kita ajarkan pada anak kita yang berusia 4 tahun.

Bagi anak kita yang masih berusia di bawah 4 tahun, kita bisa mengasah motoriknya di dapur dengan menyiapkan makanan. Misalnya minta anak kita untuk mengoleskan margarin atau selai di atas roti. Kita bisa menggunakan sendok plastik atau spatula untuk membantu mengasah motorik halusnya. Dari contoh sederhana ini, ternyata memasak juga berperan dalam membantu menyeimbangkan motorik anak kita.

7. Menambah wawasan anak "Ibu, ini sayur apa namanya?" "Brokoli." "Kalo yang putih ini apa, Bu?" "Itu lobak, dek." Kalimat pertanyaan di atas pernah saya utarakan pada ibu saya waktu saya kecil. Hampir semua sayuran yang baru pernah saya jumpai, selalu saya tanyakan apa namanya. Tak hanya sayuran saja yang sering saya tanyakan, peralatan memasak ibu juga terkadang saya tanyakan. Mulai dari nama alatnya sampai dengan fungsinya. Bagi saya ini beararti memasak tak hanya belajar mengolah bahan mentah menjadi makanan yang bisa disantap. Namun, juga bisa menjadi sarana belajar anak - anak kita. Menambah wawasan bagi anak - anak kita, terlebih dalam hal mengenal aneka jenis sayuran dan alat masak.

Sebagai orang tua tak jarang kita risih jika anak - anak diajak dalam aktivitas kita sehari - hari. Namun sebaiknya mulai saat ini kita buang rasa risih itu jauh - jauh. Karena dari keterlibatan anak dalam setiap aktivitas orang tua, menjadi sarana belajar yang baik untuknya.

 

sumber gambar : https://kidscookrealfood.com/

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar