Membiasakan Anak Tidak Menunda Pekerjaan

AnggunPaud - Menunda merupakan perilaku yang sangat sering kita lakukan. Banyak alasan yang membuat kita menjadi menunda sesuatu, entah karena sibuk bermain gadget, tak punya impian, lelah, takut gagal, atau mungkin karena sudah terbiasa menunda melakukan sesuatu. Seringnya kita melakukan penundaan, lama-lama hal itu menjadi sebuah kebiasaan kita, ya…, kebiasaan menunda-nunda sesuatu.

Tentu kita tahu bahwa kebiasaan menunda ini akan berujung tidak baik, karena goal/ tujuan yang kita inginkan dan impikan akan lama tercapai atau bahkan tidak tercapai sama sekali. Oleh karena itu, sebagai orang dewasa tentu kita tidak ingin menjadi teladan yang tidak baik kepada anak-anak kita karena kebiasaan menunda-nunda ini. Sebagai orang dewasa, tentu kita menginginkan anak-anak mampu memiliki kebiasaan baik, yaitu kebiasaan untuk tidak menunda pekerjaan, sehingga anak-anak mampu menjadi pribadi dengan kebiasaan baik.

Oleh karena itu, sejak dini, orang dewasa atau orang tua wajib menanamkan pembiasaan baik kepada anak khususnya dalam hal pembentukan pribadi anti penundaan. Anak usia dini merupakan masa golden age atau masa emas dimana anak akan sangat mudah menyerap pengetahuan. Tentu cara belajar anak berbeda dengan cara belajarnya orang dewasa, jadi orang dewasa atau orang tua perlu mengetahui dan memahami bagaimana cara belajar anak usia dini.

Anak belajar melalui teladan, yaitu anak belajar dari apa yang orang dewasa dan sekitarnya lakukan. Oleh karena itu, anak-anak belum bisa memahami cara melakukan sesuatu yang baik. Oleh karena itu, orang dewasa atau orang tua sangat berperan dalam menentukan arah kepribadian anak. Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa dilakukan dalam proses mengajarkan pribadi anti penundaan pada anak.

Pertama, Berikan pengarahan tentang kebiasaan anak. Anak-anak merupakan pribadi yang butuh pengarahan dari orang dewasa atau orang tua. Orang dewasa atau orang tua seharusnya memberikan pengarahan tentang berbagai hal yang harus anak lakukan sepanjang hari. Nah, hal-hal ini merupakan kegiatan yang tidak boleh anak tunda-tunda. Maksud dari pengarahan adalah seperti ini, biasanya orang dewasa akan membuat to do list atau daftar hal-hal yang harus dikerjakan oleh mereka sepanjang hari, sehingga hal-hal yang harus dikerjakan dapat dikerjakan dan selesai.

Apabila tidak membuat to do list terkadang membuat kita bingung memulai hari, mana agenda yang penting untuk dilakukan dan mana agenda yang harus menjadi nomor 2, 3 dan seterusnya. Begitu juga dengan anak-anak. Kita sebagai orang dewasa atau orang tua berkewajiban membuat to do list untuk anak-anak kita. To do list bukanlah suatu hal yang akan mengekang si anak, melainkan menteraturkan kegiatan anak-anak. To do list yang kita buat bisa kita sampaikan kepada anak secara oral atau langsung maupun dengan tulisan yang lucu dan mudah dibaca anak apabila anak sudah bisa membaca.

Nah, untuk waktu yang tepat untuk mengingatkan to do list adalah malam hari sebelum anak-anak tidur atau saat sedang bersantai bersama anak. Misalnya, “Nak, besok agendamu adalah mandi pagi jam 05.00, lalu sholat subuh sama Bunda. Setelah itu bantu ibu merapikan kamar, mandi, sarapan, dan berangkat sekolah, oh iya jangan lupa bawa uang untuk disedekahkan hari ini di sekolah ya…. dan seterusnya”.

Jadi orang tua memberikan pengarahan terhadap anak tentang apa yang harus dilakukan, misalnya apa yang harus anak lakukan setelah pulang sekolah, kapan saatnya bermain, makan, belajar, dan seterusnya.

Kedua, Berikan teladan. Selain memberikan pengarahan, orang tua juga harus memberikan teladan. Orang tua atau orang dewasa saat memberikan pengarahan tentang berbagai kegiatan yang anak lakukan, orang tua juga bercerita tentang hal-hal apa yang akan orang tua lakukan esok hari.

Anak-anak jadi tahu apa yang akan orang tua lakukan besok dan tentu anak akan melihat dan mencontoh apa yang mereka lihat dari sikap orang dewasa yang melakukan hal-hal yang perlu mereka lakukan dan tanpa menunda-nunda. Apa yang anak-anak lihat akan menjadi contoh yang akan anak-anak tiru.

Ketiga, Orang tua dan orang dewasa wajib mengawasi dan mengingatkan anak. Mungkin saja anak lupa dengan kegiatan yang harus ia lakukan sehingga orang tua atau orang dewasa wajib mengingatkan anak-anak. Mengingatkan bukan dengan cara yang kasar atau bahkan memarahi anak ya, melainkan mengajak anak diskusi dan mengingatkan dengan baik dengan melihat kondisi anak. Orang tua atau orang dewasa dapat memberikan sentuhan dengan cara mengelus kepala anak, memegang bahu anak, memeluk anak, tersenyum kepada anak dan sebagainya, setelah itu baru mengingatkan jadwal anak, misalnya “ Sekarang sudah jam 1 siang loh kak, kakak belum makan loh, kalau gak makan nanti kakak lemas, kan nanti sore kakak mau main bola sama teman teman kan? Jadi sekarang, waktunya kakak untuk makan..”.

Keempat, Berikan kisah teladan tentang anti penundaan. Memberikan kisah atau dongeng sebelum anak tidur atau saat anak sedang ingin dekat atau bermanja dengan orang tua adalah saat yang tepat untuk memberikan cerita tentang kisah anti penundaan. Orang tua bisa mengisahkan sesuatu tentang anti penundaan, kisah bisa diambil dari pengalaman hidup orang tua, pengalaman teman, mengambil dari buku atau internet, atau bahakan oran tua bisa mengarang kisah tentang nati penundaan sendiri. Berikan terus kisah-kisah yang dapat menginspirasi anak, ajak anak berdiskusi sehingga lama-kelamaan anak ingin menjadi pribadi baik yang anti penundaan.

Kelima, Berikan apresiasi kepada anak karena anak-anak telah melakukan kegiatannya dengan baik. Memberikan apresiasi kepada anak adalah hal yang harus orang tua lakukan karena anak telah melakukan hal-hal yang harus mereka lakukan tanpa penundaan. Orang tua atau orang deawasa bisa memberikan penghargaan kepada anak dalam bentuk non materi seperti pujian, pelukan, dan sebagainya ataupun beruupa materi. Selain itu jelaskan kepada anak, bahwa orang tua begitu bahagia dan bangga melihat anak-anaknya mampu melakukan sesuatu hal tanpa menunda-nunda. Apabila anak melakukan penundaan, jangan langsung dimarahi, tetapi berikan pengertian dan pengarahan lagi dan lagi.

Dan selanjutnya akan dijelaskan beberapa manfaat yang akan anak dapatkan setelah mereka sudah terbiasa melakukan sesuatu tanpa menunda-nunda.

Pertama, tidak ada beban dan rasa takut. Anak-anak yang terbiasa melakukan sesuatu tanpa menunda-nunda akan terbebas dari rasa takut atau khawatir karena belum melakukan hal yang harus dia kerjakan, anak juga menjadi lebih ceria dan bahagia.

Kedua, anak-anak menjadi lebih disayang oleh orang tua dan orang lain disekitarnya. Mejadi pribadi yang bermental anti menunda menjadikan anak menjadi pribadi yang disukai serta disayang oleh orang tua.

Ketiga, kebiasaan anti menunda yang dilakukan sejak dini akan terpatri dalam diri anak. Kebiasaan anti menunda yang dilakukan oleh anak apabila dilakukan secara terus menerus akan membentuk karakter anak dan akan terbawa terus dalam diri anak. Mengajarkan anak melakukan segala sesuatu tanpa menunda akan membawa berbagai dampak baik bagi anak, tidak hanya untuk kehidupannya saat ini tapi juga kelak saat ia dewasa. Dari berbagai pemaparan di atas, maka kita akan mengetahui seberapa pentingnya mengajari anak menjadi pribadi yang anti penundaan. Mengajari anak-anak menjadi bermental melakukan sesuatu tepat waktu dan menyingkirkan mental menunda-nunda.

Mengajarkan hal ini sejak dini, tentu kita dan anak-anak akan memperoleh banyak manfaat. Sehingga, akan muncul kesadaran bahwa tidak hanya orang dewasa saja yang harus menghindari pribadi anti penundaan, bahkan anak-anakpun sejak dini harus dipersiapkan dan dilatih menjadi pribadi yang anti penundaan sehingga kelak akan muncul generasi yang meimiliki mental anti penundaan yang bahagia, semangat, dan produktif untuk memajukan negeri ini.

sumber  gambar : microsoft.com/en-ca/p/abc-kids-games-learn-alphabet-letters-and-phonic

 

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar