Kemdikbud dan Kwarnas Luncurkan Pramuka Siaga

Bangun Karakter dan Patriotisme Sejak Usia Dini  

AGUSTUS  merupakan bulan kemerdekaan dimana semangat dan roh kebangsaan serta spirit nasionalisme serta patriotisme  kembali dihidupkan. Bulan dimana sukacita kemerdekaan hadir dalam sanubari.  Dan pada bulan ini pula selain diperingati Hari Kemerdekaan kita, seluruh dunia akan memperingati hari kepanduan dunia alias Hari Pramuka (Prajamuda Karana).

Guna memperingati kedua hari penting tersebut Kwartir Nasional (Kwarnas) Pramuka dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  akan meluncurkan Pramuka Pra Siaga. Kepanduan untuk anak usia dini ini sangat penting sebagai upaya  membentuk serta penanaman  karakter,  budi pekerti dan ahlak mulia, serta menamkan semangat nasionalisme generasi hebat anak Indonesia  berdasarkan Pancasila.

“Saya harapkan dalam peluncuran Program Pramuka Prasiaga pada Hari Pramuka Nasional sesuai dengan harapan kita bersama bapak Presiden dapat hadir dan meresmikan Pramuka Prasiaga yang sangat besar manfaatnya dalam pembentukan karakter anak Indonesia sejak usia dini,” kata Direktur Pembinaan Anak Usia Dini, Dr Muhammad Hasbi dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (7/8).

Rangkain rapat dan workshop antara Kwarnas Pramuka dan Direktorat Jenderal PAUD dan Dikmas guna mempersiapkan peluncuran juga telah dilakukan.  Sekjen Kwarnas Pramuka, Mayjen TNI (Purn), Dr. Bachtiar dalam rapat persiapan peresmian Pramuka Prasiaga di Kantor Kwarnas Jakarta  menyambut baik Pramuka Prasiaga.  “Kita persiapkan sebaik dan sehikmat mungkin acara peluncuran nanti, sehingga anak Indonesia akan semakin menyukai kepramukaan,”  katanya.

Bentuk Karakter

Pramuka merupakan salah satu konsep pendidikan yang berfungsi untuk membentuk siswa sebagai orang yang memiliki karakter yang oleh sebab itu sangat baik diajarkan kepada anak-anak, terutama anak usia dini. Pramuka juga didukung oleh pemerintah dengan dikeluarkannya Undang-Undang Pramuka tahun 2010 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tentang wajib pramuka dua jam perminggu. Pramuka juga sudah berdiri lama di Indonesia.

“Pramuka saat ini mulai berkembang seiring perkembangan zaman. Tingkatan awal pramuka yang mulanya hanya  empat tingkatan yaitu siaga, penggalang, penegak, dan pembina kini bertambah satu yaitu prasiaga. Prasiaga sesungguhnya sudah  diperkenalkan di Indonesia sejak tahun  2010 oleh Kwartir Nasional dan baru diterapkan di Jawa Barat sebagai uji coba. Kita harapkan Presiden dapat meresmikan Pramuka Prasiaga saat peringatan Hari Pramuka di Cibubur,” ujar Direktur PAUD.

Dalam peresmian nanti, sedikitnya 1000 anak PAUD dari Jabodetabek akan hadir di Cibubur bersuka ria bersama memperingati Hari Pramuka Nasional.  Target utama pramuka prasiaga adalah anak-anak di sekolah Pendidikan Anak Usia Dini dan Taman Kanak-Kanak. Tetapi dengan dukungan pemerintah saja ternyata bukan berarti materi pembelajaran yang diberikan dapat disampaikan dengan baik.alat peraga yang seharusnya menjadi bagian dari proses pembelajaran bahkan tidak ada.

Padahal, alat peraga merupakan media pembelajaran yang baik dalam mengajarkan anak-anak terutama anak-anak di sekolah Pendidikan Anak Usia Dini atau Taman Kanak-Kanak karena alat peraga dapat menarik perhatian dan minat mereka untuk belajar. Oleh karena itu, telah dipersiapkan adanya sebuah rancangan tentang media pembelajaran pramuka prasiaga, agar proses belajar mengajar menjadi lebih menyenangkan. Kepramukaan adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga, dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis, yang dilakukan di alam terbuka dengan prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan.

Sinergi Kemdikbud dan Kwarnas

Upaya sinergi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Ditrektorat Jenderal Pembinaan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat dengan Kwarnas Gerakan Pramuka, sudah dimulai sejak tahun 2013, dengan dibentuknya Satuan Karya Widya Budaya Bakti pada 23 November 2013. Setelah pembentukan tersebut, kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama dengan Gerakan KwartirNasional pada 6 Maret 2014.

Kelompok Prasiaga merupakan solusi praktis bagi penyenggaraan Penguatan Pendidikan Karakter di satuan Pendidikan Anak Usia Dini dan di satuan komunitas Pramuka melalui pendekatan bermain. Hal ini sesuai dengan amanat PP No. 87 tahun 2017 pasal 1 butir 1 yang menyatakan bahwa Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) adalah gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi oleh hati , olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan pendekatan dan kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental.

Perkembangan anak usia dini sebelum usia tujuh tahun sering disebut sebagai periode golden age, yaitu periode dimana perkembangannya sangat cepat dalam hal proses pematangan perangkat fisik dan psikis yang paling fundamental sebagai penentu optimalisasi perkembangan tahap usia selanjutnya. Sedemikian penting dan fundamentalnya tahap usia ini, sehingga intensitasstimulasi yang tepat perlu menjadi prioritas utama dan mendesak dalam pembentukan konstruksi kepribadian yang menentukan ketangguhan mentalitas dikemudian hari sebagai manusia yang hidup ditengah tengah tekanan dan tantangan jaman bagi kemajuan peradaban manusia.

Pembentukan karakter sejak dini dapat dilakukan melalui pendekatan pendidikan Prasiaga dengan mengenalkan nilai-nilai kebangsaan, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi kebinekaan, bertoleransi, saling hormat menghormati  satu sama yang lain, dan dapat mandiri pada saatnya nanti akan menjadi warga negara Indonesia yang tangguh dan berbakti pada nusa dan bangsa.

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar