Pendidikan Akhlak Mulia Ciptakan Generasi Juara

AnggunPaud - Pendidikan akhlak sangat erat kaitannya dengan pendidikan etika atau perilaku yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Setiap perilaku yang tercermin dalam perbuatan orang dewasa merupakan hasil dari proses pembentukan akhlak yang terjadi sejak usia dini. Apa yang tertanam dalam kehidupan anak secara terus-menerus akan terbawa dalam perbuatan anak baik secara disadari maupun tidak disadari bahkan hingga usia dewasa.

Jika anak terbiasa dengan perilaku yang menyimpang sejak usia dini dalam padanan norma sosial atau agama maka anak akan berperilaku menyimpang dan menganggap perilaku tersebut sebagai hal yang biasa untuk dilakukan tanpa memandang jika hal tersebut menyimpang dari norma perilaku yang ada. Begitu pula sebaliknya, jika anak telah terbiasa berperilaku mulia sejak dini maka perilaku dan perangai mulia akan mengalir di setiap perilaku anak baik disadari atau pun tidak disadari.

Pendidikan akhlak pada usia dini dapat dimulai dengan hal-hal sederhana yang berkaitan dengan adab-adab perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Adab-adab perilaku yang dapat diajarkan kepada anak sejak usia dini melalui teladan dan pembiasaan dini antara lain sebagai berikut:

Pertama, mengajarkan adab makan dan minum yang baik sesuai dengan anjuran agama yang dianut dan hikmah kesehatan di dalamnya seperti mencuci kedua telapak tangan dengan sabun sebelum dan sesudah makan, berdoa sebelum dan sesudah makan, makan dan minum sambil duduk dengan tegak, memulai makan dengan tangan kanan, makan dan minum secukupnya (berhenti makan dan minum sebelum kekenyangan), berbagi makanan atau minuman dengan teman makan dan minum terdekat, memakan makanan atau minuman terdekat, memakan makanan yang baik dan halal, menghormati apapun makanan yang tersaji (tidak memilah-milah makanan) selama itu baik dan menyehatkan dan lain sebagainya.

Kedua, mengajarkan adab ketika masuk dan keluar rumah seperti memberi kabar dan meminta izin kepada orang rumah jika bepergian, mengucapkan salam ketika keluar dan masuk rumah serta memberi salam kepada semua orang di rumah, menempatkan sepatu atau tas di tempatnya dan lain sebagainya.

Ketiga, mengajarkan adab-adab ketika masuk dan keluar kamar mandi seperti melangkahkan kaki kiri terlebih dahulu ketika masuk kamar mandi dan melangkahkan kaki kanan terlebih dahulu ketika keluar kamar mandi, membaca doa sebelum dan sesudah dari kamar mandi, membersihkan kedua telapak tangan menggunakan sabun setelah BAB atau BAK, mencuci kemaluan dan dubur dengan tangan kiri setelah BAB atau BAK (pendidikan seks AUD), tidak bernyanyi dalam kamar mandi dan lain sebagainya.

Keempat, mengajarkan adab-adab ketika hendak tidur dan bangun tidur seperti membersihkan wajah, mulut, tangan dan gigi sebelum tidur, membaca doa sebelum dan sesudah tidur, tidur miring ke kanan dan lain sebagainya.

Kelima, mengajarkan adab dalam berinteraksi kepada kedua orang tua, guru, teman, orang yang lebih tua dan orang yang lebih muda dari usia anak seperti menghormati teman siapa pun orangnya, menghormati dan memuliakan kedua orang tua dengan berkata lembut dan sopan kepada keduanya, menghormati dan memuliakan tetangga terdekat dan orang yang lebih tua yang ditemui, berkata sopan santun kepada siapa pun baik itu kedua orang tua, teman sepermainan, orang yang lebih tua maupun orang yang lebih muda dari usia anak, bertutur kata positif dan lain sebagainya.

Keenam, mengajarkan adab-adab ketika bertamu dan menerima tamu seperti sopan santun ketika bertamu dan menerima tamu, mengetuk pintu dan mengucapkan salam maksimal 3 kali bagi tamu, menjawab salam bagi tuan rumah, tamu tidak masuk ke dalam rumah sebelum dipersilahkan masuk oleh tuan rumah, menghidangkan makanan atau minuman yang ada kepada tamu bagi tuan rumah, menerima dan menghormati suguhan yang ada bagi tamu, tamu tidak mengganggu tuan rumah dan lain sebaginya.

Ketujuh, mengajarkan akhlak dan ibadah kepada Tuhan sejak usia dini dimulai dari mengenal diri sendiri dan alam raya beserta isinya sebagai Maha Karya ciptaan Tuhan. Anak dapat diajarkan hak dan kewajiban seorang makhluk Tuhan kepada Penciptanya sejak dini melalui hal-hal sederhana bersama kedua orang tuanya. Orang tua bukan sekedar memerintah hal-hal yang harus dilakukan anak, namun ikut bersama-sama melakukan hal tersebut bersama anak.

Melalui teladan dan pembiasaan yang terus menerus pada anak terutama saat bersama kedua orang tua dimanapun berada. Sehingga anak akan terbiasa melakukan hal tersebut tanpa diperintah dan menganggapnya sebagai kebutuhan pokok yang harus selalu dilakukan oleh anak dimanapun, kapanpun dan bersama siapapun dimasa mendatang. Pentingnya pendidikan akhlak sejak usia dini sama pentingnya dengan stimulasi tumbang (pertumbuhan dan perkembangan) anak yang harus senantiasa di latih dan di asah sejak usia dini seiring perkembangan usia yang dimiliki anak tanpa terputus.

Pendidikan akhlak harus dilakukan secara konsisten, terus-menerus dan penuh komitmen yang tinggi dari ke dua orang tua secara bersama-sama dalam satu rasa dan tujuan yang sama dalam setiap pola asuh yang digunakan. Kerja sama antara kedua orang tua dalam menerapkan pola asuh pada anak sangat mempengaruhi pembentukan akhlak dan perilaku yang dilakukan anak dalam menghadapi situasi tertentu dalam kehidupanya baik dimasa kini maupun masa mendatang.

Hal yang harus diperhatikan oleh Ayah dan Bunda ketika mendidik akhlak dan perilaku anak adalah konsistensi dalam memberikan reward (penghargaan) terhadap perilaku mulia yang dilakukan anak dan punishment (hukuman) terhadap perilaku melanggar yang dilakukan anak. Hal tersebut dilakukan agar memberikan motivasi lebih kepada anak ketika melakukan perbuatan yang mencerminkan akhlak mulia dan memberikan ketegasan terhadap perilaku yang kurang baik dilakukan anak. Namun reward dan punisment yang dilakukan tidak boleh berlebihan dan cenderung memanjakan anak (memuji berlebihan ketika anak berperilaku mulia dan menghukum berlebihan terhadap perilaku anak yang kurang baik).

Semua harus dilakukan dengan komitmen dan konsistensi tinggi dari kedua orang tua dalam membiasakan dan memberikan teladan perilaku yang mencerminkan akhlak mulia sejak dini pada anak. Jika Ibu berkata A dalam menjelaskan perilaku yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh anak maka Ayah pun harus berkata A. hal tersebut bertujuan untuk memberikan ketegasan akan perilaku yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh anak. Agar anak tidak bingung terhadap perilaku yang akan dilakukan terhadap situasi tertentu yang akan dihadapi dimasa mendatang atau ketika tidak ada orang tua di sampingnya.

Dengan pendidikan akhlak yang dilakukan sejak usia dini secara terus-menerus, perilaku anak akan terbentuk seiring dengan berjalannya waktu dan pengalaman yang dimiliki anak. Mereka akan terbiasa dengan perilaku akhlak mulia dalam menjalankan kehidupannya sebagai Makhluk Tuhan dan Sosial secara bersamaan dimanapun, kapanpun dan bersama siapapun bahkan tanpa perlu diingatkan oleh kedua orang tua.*

* Hayati_ PMI , Mahasiswa Pendidikan Islam Anak Usia Dini UIN SMHB

sumber gambar : https://www.youtube.com/watch?v=axitOq-rtwA

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar