Cara Bijak Mengajarkan Anak Mengelola Angpao Lebaran

AnggunpaudHari raya Idul Fitri merupakan sebuah momen dimana manusia diyakini telah kembali lagi kepada fitrah manusia sebagai makhluk yang suci dan mengikuti petunjuk Islam yang benar. Bagi umat Islam yang telah melaksanakan Ibadah puasa di bulan Ramadhan akan diampuni dosanya sehingga menjadi suci kembali seperti bayi yang baru dilahirkan dari kandungan Ibunya.

Hari raya Idul Fitri ini menjadi perayaan yang paling dinanti-nanti oleh umat Muslim di seluruh dunia, termasuk anak-anak. Mereka selalu antusias dan bersemangat menyambut bulan suci Ramadhan setiap tahunnya.

Tidak terasa tahun ini kita telah mencapai Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah. Bagi orang dewasa momen yang satu ini dapat dijadikan ajang untuk bersilahturahmi kepada saudara, teman, atau tetangga. Sedangkan, bagi anak-anak momen Lebaran tidak hanya untuk silahturahmi tapi juga momen mendapatkan uang saku atau angpao lebaran.

Entah siapa yang memulai tapi tradisi memberi uang saku lebaran pada anak-anak, baik anak sendiri, keponakan, cucu, anak tetangga, maupun anak kerabat, telah mendarah daging pada sebagian masyarakat di Indonesia.

Tak ada aturan mengenai jumlah nominal standar angpao Lebaran untuk anak. Yang penting adalah memberi dengan rasa penuh ikhlas dan senang. Tapi kalau dipikir-pikir, sebenarnya untuk apa kita memberikan angpao Lebaran kepada anak? Toh setiap hari kita memberi mereka uang jajan atau uang transpor sebelum berangkat ke sekolah.

Kalau mereka butuh sesuatu seperti baju seragam, buku atau sepatu, mereka tinggal bilang saja pada orang tua. Sebagian orang ada yang beranggapan bahwa memberikan angpao Lebaran pada anak tidak penting karena anak belum tahu tentang nilai uang. Namun ada juga yang berasumsi bahwa anak hanya akan menghabiskan uang angpao Lebarannya untuk sesuatu yang kurang bermanfaat seperti bermain game online di warnet, membeli mainan, petasan atau membeli jajanan yang kurang higienis.

Dari beberapa anggapan yang berbeda ini, lebaran menjadi momen yang pas bagi orang tua untuk mengajarkan anak mengelola ampao lebaran secara bijak. Untuk itulah berikut ini beberapa hal yang dapat dilakukan oleh para orang tua :

Mendampingi dan mengarahkan anak saat membelanjakan uang

Agar uang yang mereka miliki tidak sia-sia dan habis begitu saja, dampingilah mereka dalam membelanjakan uangnya untuk hal-hal yang bermanfaat. Arahkan mereka ke barang-barang yang berguna kemudian mintalah mereka untuk memilih apa yang sedang dibutuhkan.

Nah, di saat seperti itu tugas Anda sebagai orang tua adalah memberikan saran kepada si anak jika barang yang ia pilih kurang bermanfaat, agar mereka tidak merasa selalu dilarang. Sehingga sejak kecil anak sudah terbiasa untuk membeli barang sesuai dengan kebutuhan bukan kemauan.

Berikan kepercayaan penuh pada anak untuk menyimpan uang sendiri 

Pada saat menghitung uang Lebaran mereka, berikanlah kepercayaan kepadanya untuk menyimpan uangnya sendiri. Hal itu akan memberikan pelajaran kepada mereka untuk bertanggung jawab dan menghargai penggunaan uang yang tepat.S elain itu, anak juga akan menjadi tahu nilai uang.

Melatih anak turut berbagi kebahagiaan 

 Sebagai orang tua yang harus dilakukan adalah memberikan pengertian dan pengarahan kepada mereka untuk memberikan sebagian uang kepada yang membutuhkan. Dengan begitu, kita telah mengajarkan mereka untuk peduli kepada orang lain yang lebih membutuhkan dan mengajarkan mereka untuk bersedekah.

Sehingga kedermawanan seorang anak ini dapat tertanam kuat sedini mungkin. Angpao Lebaran ini menjadi contoh yang tepat jika kita ingin mengajarkan tentang kedermawanan pada anak. Banyak orang telah memberinya angpao Lebaran dengan uang yang telah didapat secara susah payah. Jadi mengapa ia tidak melakukan hal yang sama pada mereka yang membutuhkan. Dari sini, anak telah berbagi kebahagian pada orang-orang di sekitarnya yang membutuhkan.

Arahkan Anak untuk Menabung 

Cara yang satu ini memang tergolong agak sulit bagi orang tua yang menginginkan anaknya untuk mengelola uang Lebaran dengan cara menabung.Tapi tidak perlu khawatir, kita dapat mengarahkan pandangan ke depan kepada mereka mengenai nikmatnya menabung, dan nikmatnya membeli barang dari hasil tabungan mereka.

Dengan begitu, mereka akan perlahan menyisihkan atau bahkan menyimpan semua uang Lebaran. Mengajarkan anak untuk menabung sejak usia dini tidak akan sia-sia karena ini akan membentuk perilaku bijaksana anak dalam hal keuangan saat ia dewasa.

Anak yang telah mengetahui bahwa uang tidak mudah didapat akan mengerti mengapa ia harus menyimpan sisa angpao Lebarannya baik-baik. Ajak anak untuk mencatat jumlah angpao Lebaran yang didapatkan, berapa yang telah dibelanjakan dan sisanya. Jika ia belum punya rekening bank, kita bisa membelikan celengan yang bentuknya lucu atau berbentuk tokoh kartun favoritnya agar ia makin termotivasi untuk selalu menabung dan menyisihkan uang dari manapun ia peroleh.

Mengajarkan menjadi wirausahawan sejak dini

Agar lebih bermanfaat lagi dan memberikan pengalaman tersendiri kepada mereka, buatlah tantangan untuk berwirausaha. Peran kita sebagai orang tua sangat diperlukan, tanyalah mereka mengenai wirausaha, dan apa yang diinginkan. Setelah itu, berilah penjelasan dan bukalah bisnis kecil-kecilan bersama.

Dengan begitu, kita telah mengajarkan mereka untuk hidup mandiri dengan mencari uang dan menabung dari usaha mereka. Dengan sejak kecil telah ditanamkan jiwa entrepreneur maka kelak di saat dewasa ia dapat membuka lapangan pekerjaan yang bermanfaat bagi banyak orang.

Dari berbagai kegiatan pengelolaan angpao Lebaran inilah anak kemudian menjadi terarah untuk selalu hidup sederhana dan tidak bermewah-mewahan. Selain itu, berbagi kebahagiaan dan rezeki terhadap yang membutuhkan menjadi investasi kebaikan tersendiri yang barangkali akan menolongnya kelak. Dan, yang terpenting adalah mengajarkan anak untuk ikhlas saat berbagi dan banyak bersyukur atas apa yang didapatkannya.

 

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar