Flying Fish, Latih Kemampuan Motorik Anak

AnggunPaud -  “ Bunda, tolong bukakan botolnya, aku mau minum” pinta Rara setiap kali akan membuka dan menutup botol minum miliknya. Begitu pula dengan Nana dan Bayu yang sering kali meminta bantuan saat hendak minum ataupun yang lainnya seperti membuka bungkus makanan. Hal yang semestinya sudah dapat dilakukan sendiri oleh anak seusianya.

Kemampuan motorik yang seharusnya sudah dicapai oleh anak – anak tersebut, tidak akan berkembang dengan optimal saat kurang dalam memberikan rangsangan. Sehingga anak akan merasa kesulitan dalam melakukan kegiatan yang berhubungan dengan kemampuan motoriknya.

Untuk itu, sangatlah penting dalam memberikan stimulasi terhadap kemampuan motorik sejak dini, baik motorik halus maupun motorik kasar. Sehingga kemampuan motoriknya berkembang secara optimal serta anak akan mampu menolong dirinya sendiri. Anak juga akan dapat bergerak aktif dalam kehidupan sehari – hari.

Bayangkan anak yang pendiam, akan cenderung menyendiri, kesulitan dalam bergaul dengan teman dan lingkungannya serta tidak dapat mengendalikan emosi. Jadi, kemampuan motorik sangatlah berpengaruh terhadap perkembangan dan pertumbuhan anak.

Salah satu hal yang dapat dilakukan dalam mengembangkan kemampuan motorik anak adalah dengan kegiatan yang menyenangkan seperti bermain flying fish atau ikan terbang. Dimana, permainan ini begitu mengasyikkan saat dimainkan. Selain, melatih kemampuan motorik, bermain flying fish juga dapat mengembangkan kreativitas dan daya imajinasi anak, melatih anak dalam mengendalikan emosi, serta belajar tentang proses membuat mainan sampai dapat digunakan untuk bermain dan menyenangkan.

Flying fish atau ikan terbang adalah sebuah kreasi sederhana yang dibuat dari kertas lipat. Kreasi ini sangat mudah dibuat dan tentunya akan membuat anak aktif serta memberikan pengalaman yang mengasyikkan. Selain kertas lipat, flying fish atau ikan terbang juga dapat dibuat dengan kertas bekas. Sehingga mampu mengenalkan manfaat barang bekas kepada anak – anak.

Dalam berkreasi dan bermain flying fish, dorongan untuk bermain benar – benar datang dari dalam diri anak. Hal tersebut nampak pada antusias dan ketekunan anak – anak dalam berkreasi serta bermain flying fish. Kemampuan motorik yang dapat dikembangkan pada saat berkreasi dan bermain flying fish adalah sebagai berikut:

Melipat

Kegiatan melipat kertas merupakan suatu keterampilan yang dapat melatih kelenturan dan kekuatan otot – otot jari. Serta mampu melatih kemampuan mengkoordinasikan mata dan tangan. Anak usia dini akan terampil dalam menggunakan kemampuan motoriknya dengan baik apabila sering dilakukan. Kelenturan dan kekuatan jari terlihat jelas pada hasil lipatan yang dihasilkan oleh anak. Sehingga kemampuan motorik pun dapat terukur melalui kegiatan seperti melipat.

Berilah anak selembar kertas lipat atau kertas bekas berbentuk persegi dan ajak anak untuk melipat satu hingga empat lipatan. Kemudian ajak anak untuk membuka kertas tersebut. Tentunya anak yang kemampuan motoriknya sudah bagus, lipatannya akan terlihat rapi dan garis – garisnya nampak begitu jelas.

Kemudian ajaklah anak untuk menggunting. Menggunting Selain dengan kegiatan melipat, keterampilan menggunting juga perlu dilatih dalam mengembangkan kemampuan motorik anak. Selain menarik, menggunting sangatlah disukai oleh anak – anak usia dini pada umumnya. Sehingga tidak heran, saat anak memegang gunting, anak akan menggunting benda apapun yang ada disekitarnya, meskipun terkadang anak harus mencukur rambutnya sendiri.

Hal yang seringkali dikhawatirkan oleh para orang tua ketika anak – anaknya memegang gunting. Bukankah seperti itu?. Namun, alangkah baiknya kita para orang tua untuk tidak terlalu khawatir dan melarang anak memegang gunting. Karena, gunting merupakan salah satu benda yang menarik hatinya, entah sudah dapat menggunakannya ataupun belum. Yang terpenting dalah pengawasan orang tua yang ada di sekitarnya, bukan larangan. Rasa ingin tahu merupakan salah satu ketertarikan anak pada benda yang bernama gunting. Dimana, menggunting akan dapat mengembangkan kekuatan dan kelenturan otot – otot jari seperti melipat.

Dalam bermain flying fish atau ikan terbang, ajaklah anak menggunting garis yang sudah dibuat pada kertas lipat, sehingga menghasilkan guntingan kertas berbentuk persegi panjang. Setelah itu, gunting kedua ujungnya secara berlawanan. Setelah itu, rekatkan masing – masing ujung yang telah digunting. Hal ini akan melatih konsentrasi anak untuk fokus dalam melakukan suatu kegiatan.

Melempar

Kegiatan melempar suatu benda juga mampu menstimulasi kemampuan motorik halus anak, seperti halnya melempar atau pada saat menerbangkan kertas berbentuk ikan. Di mana otot – otot jari anak akan terlatih pada saat menekan kertas – kertas berbentuk ikan agar mampu terbang tinggi. Dan bagaimana agar ikan tersebut dapat ditangkap setelah diterbangkan. Sungguh akan sangat mengasyikkan bagi anak – anak.

Selain itu, dengan seringnya melakukan latihan – latihan dalam rangka menstimulasi kemampuan motorik anak, anak akan mudah dalam mengerjakan tugas yang berhubungan dengan kemampuan motorik. Misalnya, tanpa disuruh anak akan menandai ikan – ikan tersebut dengan sebuah spidol dengan cara menuliskan huruf awal namanya sendiri.

Dengan terampil anak – anak dapat memegang spidol dengan benar bukan?. Selain itu, kemampuan motorik kasarnya pun akan berkembang dengan cara mengejar ikan terbang (flying fish) dan berusaha menangkapnya. Meskipun bermain di halaman sekolah yang begitu panas, akan tetapi, ketika anak – anak merasa gembira maka tidak akan menghiraukan rasa panas tersebut. Secara fisik tidak ada anak yang tidak suka bermain.

Permainan yang melibatkan kemampuan fisik motorik ini, akan sangat membantu dalam pertumbuhan dan perkembangan anak agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Kemampuan menulis sebenarnya tidak harus diajarkan dengan cara memaksakan kehendak terhadap anak untuk memegang pensil atau alat tulis lainnya dengan benar. Seperti, memegangkan pensil pada anak dan melatihnya untuk menggenggam dengan kuat seperti yang sering dilakukan oleh orang tua kepada anak - anaknya, padahal anak belum dapat melakukannya.

Kemudian memarahi anak, serta menyuruh anak untuk meniru cara memegang pensil dengan benar. Sama halnya, tidak dapat melakukan kegiatan yang berhubungan dengan kemampuan motoriknya, seperti dalam tidak dapat menolong dirinya sendiri, misalnya dalam membuka dan menutup botol minuman atau kotak makanan. Yang seringkali dibantu oleh orang tuanya, meskipun terkadang orang tua menghendaki anak untuk dapat melakukannya sendiri, namun tidak pernah memberikan kesempatan anak untuk mencoba sesuai dengan keinginannya.

Tiba saat ingin mencoba dilarang, menganggap anak tidak bisa, tiba saat diinginkan anak belum dapat melakukannya. Untuk itu, stimulasi harus selalu diberikan tentunya dengan cara yang menyenangkan dan tidak instan. Perlu tahapan – tahapan dalam memberikan stimulasi. Karena yang terpenting adalah setelah mendapatkan stimulasi anak – anak akan memiliki motivasi untuk dapat mengembangkan kemampuan yang dimiliki. Seperti halnya, kemampuan motorik anak berkembang, anak menjadi mampu dalam membuka dan menutup botol minuman ataupun kotak makanan, memegang pensil dengan benar.

Setelah itu, anak akan mampu dalam menolong dirinya sendiri, membantu temannya, serta mengembangkan kemampuan menulisnya dengan seringnya memegang alat tulis dan membuat coretan – coretan dalam membentuk garis. Selain itu, banyak sekali manfaat yang didapat dalam menstimulasi kemampuan motorik anak dengan kegiatan yang menyenangkan.

Diantaranya; Anak akan lebih percaya diri anak yang awalnya pemalu, minder serta merasa sulit dalam bergaul, tidak memiliki teman, setelah sering mengikuti kegiatan yang melibatkan fisik seperti, bermain ikan terbang (flying fish) menjadi lebih percaya diri serta mudah bergaul dan memiliki banyak teman.Sekarang lebih suka bermain dengan teman dari pada menyendiri dan duduk dipangkuan ibunya, seperti yang selama ini dilakukannya.

Anak akan lebih mandiri

Dalam melakukan kegiatan di lembaga PAUD, anak akan lebih senang melakukannya sendiri dibanding meminta bantuan kepada ibunya ( yang masih ditunggu). Bagaimanapun hasilnya, anak akan merasa puas akan hasil karya sendiri. Selain menjadikan mandiri, sikap menghargai akan hasil karya diri sendiripun akan tumbuh dalam diri anak.

Dengan sendirinya, tumbuh sikap untuk menghargai hasil karya teman atau orang lain. Anak dapat membantu temannya Saat melihat temannya mengalami kesulitan, anak akan berinisiatif untuk dapat membantu temannya tersebut. Sehingga sikap senang menolong pun akan tertanam dalam diri anak sejak dini. Sikap menolong tanpa pamrih yang akan membantunya dalam menghadapi kehidupan kelak ketika dewasa.

Demikian manfaat dalam mengembangkan kemampuan motorik anak. Yang dapat dilakukan melalui bermain ikan terbang (flying fish). Anak tidak saja dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Namun, anak dapat tumbuh secara sehat dengan melatih kemampuan fisik motoriknya secara terus – menerus. *

(Yuli Kismawati, Pendidik KB Qothrun Nada Sokawera)

 

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar