Manfaat bermain Garis Bagi Anak Usia Dini

AnggunPaud - “Bu guru. Lihat aku sudah bisa membuat garis lurus” Afif tampak senang saat dirinya sudah mampu menebalkan permainan beberapa garis. Awalnya Afif mengalami kesulitan saat menebalkan garis. Jangankan memegang pensil menebalkan garis putus-putus dari bentuk garis lurus saja Afif masih memerlukan bantuan guru. Namun karena terus berlatih akhirnya Alif mampu dalam membuat garis walau belum lurus.

Salah satu kemampuan dasar yang harus dimiliki anak usia dini adalah kemampuan dalam motorik halus. Kemampuan motorik halus pada dasarnya adalah kemampuan yang dimiliki dalam melakukan gerakan sederhana terhadap otot dan sendi jari-jari tangan. Ketrampilan motorik halus yang hanya terbatas pada gerakan bagian dari otot-otot kecil terutama otot jari jemari hendaknya sering dilatih dengan menggerakkannya.

Kegiatan mengenggam, meremas, melipat, menggunting dan lain-lain membuat otot jari-jari tangan semakin kuat. Kemampuan motorik halus anak usia dini salah satunya terlihat juga dalam memegang benda-benda ringan, seperti memegang sendok, mampu melepas dan mengikat sepatu sendiri. Dan kemampuan dalam memegang pensil dengan baik dan benar. Perkembangan ketrampilan motorik halus anak dipengaruhi oleh faktor anak dan faktor lingkungan.

Oleh karena itu agar dapat berkembang dengan baik, orang tua atau guru harus memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar melalui stimulus dan melatih dengan sungguh-sungguh.

Ayah Bunda, agar kemampuan anak dalam memegang pensil semakin baik dan berlanjut pada tahap kemampuan menulis maka salah satunya dengan mengenalkan dan mengajak anak bermain garis. Permainan ini jika dilakukan dengan menyenangkan dan variatif, akan menumbuhkan minat anak pada pengenalan garis. Dimulai dari yang mudah menuju garis yang lebih kompleks. Goresan tangan yang dibuat anak dari mulai yang sederhana sampai dengan pola yang rumit akan membantunya dalam kemampuannya dalam menulis.

Untuk itu, Ayah Bunda dapat melakukan hal-hal berikut dalam bermain membuat garis pada anak usia dini :

Pertama, memperkenalkan. orang tua atau guru terlebih dahulu memperkenalkan dan membantu anak secara langsung cara memegang pensil yang baik dan benar, yakni antara ibu jari dan jari telunjuk.

Kedua, lakukan kegiatan menebalkan garis putus-putus terlebih dahulu. Bantu anak memegang pensil jika anak belum benar dalam melakukannya, setelah itu biarkan anak melakukan sendiri tanpa bantuan untuk menebalkan garis putus menjadi bentuk garis yang dicontohkan.

Ketiga, mulailah dengan bentuk garis sederhana. Misal dengan garis tegak, garis lurus, garis miring, garis lengkung, zigzag, spiral dan berlanjut pada garis yang lebih rumit.

Keempat, tahap selanjutnya anak dapat dikenalkan macam-macam bentuk geometri dan cara membentuk segiempat, segitiga dan lingkaran.

Kelima, memberi kesempatan pada anak untuk meniru bentuk-bentuk garis dengan melihat contoh. Dengan cara ini diharapkan anak akan memiliki ketrampilan yang baik dalam menulis. Seiring bertambahnya usia , aktivitas motorik anak berkembang semakin baik. Hal ini dapat dilihat dari kemampuan dalam peningkatan koordinasi mata dan tangan sehingga membantu dalam kegiatan atau akivitas motorik halus. Seperti menggunting atau aktivitas makan.

Demikian juga halnya dalam kegiatan membuat garis, dengan latihan yang konsisten akan membuat anak semakin terampil. Namun demikian dalam prakteknya, saat memberikan permainan membuat garis, sering menjumpai anak yang enggan melakukannya dengan berbagai macam sebab dan alasan. Oleh karena itu orang tua atau guru hendaknya terus memberikan dukungan dan dorongan untuk mengembangkan rasa percaya dirinya. Antara lain dengan cara :

1. Melakukan kegiatan bermain membuat garis dengan suasana yang menyenangkan, tidak memaksa anak jika anak enggan melakukan kegiatan ini.

2. Memberi motivasi anak agar mampu bertindak kreatif, artinya saat anak menghadapi kesulitan dalam kegiatan bermain membuat garis, dan anak tidak meminta bantuan biarkan dengan sendirinya menyelesaikan, misal dengan menghapus dan mengulangi kembali.

3. Menyediakan alat bermain yang menarik dan bervariasi. Tidak hanya menggunakan pensil namun dapat juga dengan spidol, krayon atau kapur tulis.

4. Jangan mengacu pada banyaknya anak membuat permainan garis, namun ayah bunda atau guru harus melihat proses yang terjadi saat kegiatan tersebut.

5. Orang tua atau guru harus sabar agar anak mau melakukan permainan membuat garis. Setiap anak mempunyai kemampuan yang berbeda, oleh karena itu perlakukan sesuai dengan usia dan perkembangannya.

Hasil dari kegiatan bermain garis jika dilakukan dengan berurutan dan konsisten maka akan memberikan peluang kepada anak didik dalam gerak motorik halusnya. Sehingga membuat anak lebih mudah pada tahap kemampuan dalam menulis. Lebih dari itu, permainan ini juga membantu anak dalam hal :

1. Melatih sosial emosional anak. Anak mampu bersikap mandiri, sabar dan mampu melaksanan dan menyelesaikan tugas yang diberikan dengan baik dan benar.

2. Menumbuhkan sikap percaya diri dan bangga dengan hasil usahanya dalam belajar. Kesiapan belajar pada taraf selanjutnya tampak lebih matang seiring sikap percaya dirinya yang semakin baik.

3. Melatih kemampuan berfikir anak dalam menghadapi persoalan dan mampu menyelesaikan kesulitan yang dihadapi.

4. Melatih kemampuan anak dalam berkomunikasi secara verbal. Dialog sederhana dapat terjadi antara orang tua, guru dan anak, sehingga mampu dalam bertanya dan menjawab.

5. Melatih bakat dan ketrampilan menulis. Semakin sering melakukan kegiatan permainan membuat garis, kemampuan menulis anak semakin baik. Terakhir, jika anak belum mampu menggoreskan pensil atau krayon dengan jari jemarinya pada media kertas maupun lainnya, guru atau orang tua tidak segera memberikan reaksi penolakan dengan mengatakan “salah”.

Reaksi negatif yang diperlihatkan guru atau orang tua justru membuat anak enggan belajar. Membiarkan anak menyelesaikan tugas dalam kegiatan bermain garis, akan lebih baik bagi anak, karena anak merasa dihargai hasil belajarnya. Memberikan reward kepada anak juga akan menambah semangat belajar anak dalam bermain membuat garis.

Ayah Bunda, Reward dapat diberikan dalam bentuk pujian, pelukan, usapan tangan diatas kepala anak. Atau memberikan gambar bintang dan katakan, “Kamu memang anak hebat” *

*Sikhah, Guru Taman Kanak Kanak Pertiwi Bobosan Purwokerto Utara Banyumas Jawa Tengah

sumber gambar :https://www.thoughtco.com

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar