Memilih Film untuk Anak

AnggunPaud - Saat turut mendampingi anak menyaksikan animasi di televisi, saya jadi teringat akan catatan penting selama ini tentang film anak-anak, baik film nyata maupun animasi yang sering ditonton di televisi. Barangkali selama ini banyak orang tua yang kurang menyadari bagaimana efek sebuah tontonan utamanya film bagi anak-anak.

Tayangan berbentuk audio visual sesungguhnya banyak sekali memberikan pengaruh bagi perkembangan jiwa dan perilaku anak-anak. Meskipun selama ini masalah anak menonton film masih menjadi polemik sebagian orang tua, namun dalam hal terpaksa anak-anak menonton film, orang tua perlu sekali bijak dalam memilihkannya.

Tidak semua film yang ditonton anak-anak akan memberikan efek positif bagi mereka. Meskipun film itu masuk dalam kategori tontonan untuk anak-anak, namun jika dicermati dengan teliti, ada juga diantaranya sesungguhnya dapat berefek negatif bagi perkembangan jiwa mereka

Pasalnya, orang tua harus dengan tegas memberi batasan waktu menonton pada anak. Selain jumlah jam dibatasi, pemilihan waktupun harus disepakati bersama agar tidak mengganggu aktivitas lainnya. Jadikan kegiatan menonton sebagai kegiatan bersama keluarga agar anda dapat selalu mendampingi anak Anda ketika menonton. 

Apalagi tayangan di televisi lebih banyak mempertimbangkan segi komersialnya daripada segi edukasinya. Mengingat hal di atas maka orang tua sangat perlu mempertimbangkan hal-hal berikut dalam memilihkan tontonan film bagi anak-anak. Tujuannya adalah agar benar-benar mendapatkan tontonan yang baik dan berpengaruh positif terhadap perkembangan jiwa mereka, bukan sebaliknya.

Pertama, pilihkan film yang benar-benar berkategori anak. Kita tidak boleh tertipu oleh kemasan yang berkedok buat anak-anak, namun ternyata isinya tidak sesuai dengan perkembangan usia mereka. Oleh karena itu sangat diperlukan ketelitian kita dalam menentukan cocok tidaknya film tersebut buat anak-anak. Tentu kita perlu mencermati lebih dahulu sebelum memutuskan anak kita boleh atau tidak menontonnya. Jangan merasa enggan kita meluangkan sedikit waktu untuk hal itu karena ini sangat penting untuk mengetahui konten film tersebut.

Kedua, perhatikan alur ceritanya atau skenarionya. Ada banyak film anak-anak yang berkategori anak-anak, dengan pemeran anak-anak, namun ternyata jalan ceritanya susah untuk dipahami anak-anak. Ini film yang terlalu rumit dalam hal jalan cerita, bahasa, sehingga tidak sesuai dengan perkembangan berpikir mereka. Anak-anak yang menonton akan dipaksa untuk berpikir tak sederhana lagi, melainkan diperas untuk berpikir keras yang kurang sesuai dengan tingkat berpikir mereka.

Ketiga, perhatikan bahasanya. Bahasa sebagai alat berkomunikasi memiliki peran sangat penting bagi anak-anak untuk medapatkan berbagai informasi dan pengetahuan lain. Oleh karena itu keterampilan berbahasa bagi anak-anak perlu sekali dimiliki. Film merupakan salah satu tontonan yang menggunakan bahasa. Anak-anak akan mengetahui berbagai informasi dari film itu karena bahasa. Melalui kata-kata, dialog, maupun bahasa gerak mereka dapat memahami isi cerita. Bahkan mereka dapat belajar berbahasa melalui tayangan film. Hanya saja dalam kenyataannya banyak film untuk anak justru tidak menggunakan kata-kata maupun dialog sama sekali. Beberapa film hanya memanfaatkan gerakan , minim dialog, bahkan sama sekali menghindari dialog. Tentu ini sangat mempengaruhi perkembangan bahasa lisan anak-anak. Mereka dipaksa untuk mengerti bahasa isyarat yang cukup berat bagi anak-anak. akhirnya apa yang ditontonnya tidak memberikan kontribusi positif dalam proses belajar berbahasa anak.

Keempat, perhatikan musik backgroundnya. Ilustrasi musik berpengaruh sekali untuk membawa suasana penonton sehingga dapat mendukung setiap adegan dalam film tersebut. Musik digarap oleh ahlinya dengan mempertimbangakan banyak hal agar dapat menyatu secara utuh dengan cerita dan adegan film. Musik halus akan mendukung adegan halus, sebaliknya musik keras akan digunakan untuk adegan yang keras. Jika kita perhatikan banyak sekali film yang memiliki ilustrasi musik sangat keras, mengejutkan, menakutkan, menegangkan. Ini mengindikasikan bahwa ada adegan yang menakutkan atau bahkan mengerikan. Beberapa film anak memiliki kecenderungan beradegan kekerasan atau kasar meski terhindar dari adegan sadis. Ini sangat kurang baik bagi perkembangan jiwa anak-anak.

Kelima, hindari adegan kekerasan. Film-film yang menayangkan adegan kekerasan atau adegan yang mengerikan sangat tidak layak ditonton anak-anak kita. Anak-anak yang tak suka kekarasan biasanya akan menghindari tindak kekerasa dalam film. Mereka biasanya akan menutup mata, atau menutupi muka, atau bahkan memalingkan mukanya untuk menghindarinya. Namun jika hal itu dihadapi terus menerus bukan tidak mungkin akhirnya mereka akan terbiasa menyaksikannya dan bahkan mereka akan menjadi berani lagi menyaksikannya. Ini bahayanya, anak yang sudah tak lagi merasa ngeri melihat adegan yang mengerikan maka secara pskologis dirinya memiliki kecenderungan berani untuk melakukannya. Mereka akan menganggap kekerasan adalah hal yang biasa. Nah ini sangat berbahaya bagi pembentukan jiwa mereka.

Keenam, hindari adegan horor dan menakutkan. Sebagian besar anak-anak juga takut akan hal yang menakutkan. Film hantu, misteri, dan cerita lain tentang setan dan sejenisnya sebenarnya tidak disukai. Namun di sisi lain mereka penasaran untuk mengetahuinya. Oleh karena itu mereka kadang tetap inigin menyaksikannya. Celakanya adalah bagi anak-anak yang tidak mampu mengendalikan dan menetralisir perasaannya. Rasa ketakutannya bukanlah mereda, melainkan justru bertambah sehingga dirinya menjadi anak yang penakut dengan keadaan tertentu. Dan ini sangat merugikan bagi mereka.

Ketujuh, hati-hati dengan film yang dialognya terlalu keras dan cepat. Ada beberapa film impor yang memilki dialog sangat keras dan cepat tidak sesuai dengan jiwa anak. bahkan tidak saja keras, Beberapa tokohnya berteriak-teriak histeris tanpa alasan. Padahal film tersebut bukanlah film horor atau aktion, namun ternyata dialognya terlalu keras dan berteriak-teriak. Film demikian sangat tidak pantas disaksikan anak-anak meskipun termasuk kategori film anak-anak. dengan menyaksikan film semacam itu dikhawatirkan anak-anak akan terbiasa menyaksikan kekerasan dalam berbicara atau bersikap dan mengabaikan kesopanan dalam berbicara.

Demikianlah beberapa catatan yang perlu menjadi pertimbangan orang tua dalam memilihkan film bagi anak-anak. Setelah kita mampu menentukan mana yang baik dan mana yang tidak, tugas orang tua selanjutnya yang tak kalah penting adalah mendampingi mereka saat menyaksikannya. Jangan biarkan anak menyaksikan tayangan sendiri. Usahakan kita dapat mendampingi, memberikan penjelasan setiap adegan film agar mereka dapat memahami dan tidak salah menerjemahkan gambar atau adegan film. *

*Penulis : Riyadi, Pendidik di SDN Pangebatan,Kec.Karanglewas, Kab.Banyumas, Pegiat Literasi di KOMPAK.

sumber gambar :https://www.bbc.com

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar