Tantangan & Strategi Kebijakkan Ditjen PAUD dan Dikmas Hadapi Tantangan Zaman

Palembang, PAUD dan Dikmas. Dalam paparan “Kebijakan Ditjen PAUD dan Dikmas Tahun 2019” yang disajikan saat pembukaan “Rakor Pelaksanaan Kebijakan dan Program Direktorat Jenderal PAUD dan Dikmas, Kemendikbud, Tahun 2019 Regional 2” di Palembang (26/2), Direktur Jenderal PAUD dan Pendidikan Masyarakat, Harris Iskandar turut mengemukakan tantangan saat ini yang terbagi atas kependudukan, pendidikan, dan perubahan zaman. Di bidang kependudukan, Harris menyoroti tumbuh kembang anak yang memang butuh penangangan khusus. “Anak harus dirawat sejak kecil karena banyak gagal tumbuh (stunting),” ujarnya.

Tercatat, untuk tantangan di sektor pendidikan, nyatanya masih banyak peserta didik yang tidak melanjutkan ke pendidikan selanjutnya sehingga masuk ke lingkungan pekerjaan dengan pendidikan rendah. Adapun untuk mengatasi perubahan zaman yang cepat, tambah Harris, dibutuhkan kewaspadaan atas segala perkembangan yang terjadi.

“Penetrasi internet tinggi, tapi akses ke internet belum berdampak meningkatkan produktivitas . Jadi, kita sebagai pendidik yang harus membelokkan ke arah yang produktif, bukan teknologi yang memanfaatkan kita,” terang Harris.

Adapun mengenai tema paparan yang menyajikan kebijakan Ditjen PAUD dan Dikmas tahun 2019, papar Harris, terdiri atas perluasan akses secara masif, mendorong peningkatan mutu, pemanfaatan IT sesuai dengan perkembangan zaman, mempererat sinergi dengan berbagai pihak, serta mempertahankan wilayah bebas dari korupsi dan terus meningkatkan tata kelola.

Perluasan akses yang dimaksud mencakup prioritas buta aksara di daerah 3T, DAK non-fisik berbasis dapodik, prioritas pendidikan keluarga untuk daerah rawan TPPO, serta prioritas kursus dan pelatihan untuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan. Adapun peningkatan mutu dapat dilakukan melalui percepatan pemenuhan SNP, akreditasi, dan perbaikan berkelanjutan, lalu memperbanyak sertifikasi peserta didik, dukungan DAK fisik, serta peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan.

Sementara itu pemanfaatan TI dalam pelaksanaan program PAUD dan Dimas juga terus dikembangkan, semisal via MOOCSetara DaringAnggun, dan Sahabat Keluarga. Selain itu, pemanfaatan IT juga dilakukan dalam evaluasi kesetaraan, uji kompetensi maupun manajemen.

Untuk mempercepat sinergi, akan terus dilakukan penguatan di daerah dalam penyelenggaraan program dan satuan, sinergi dalam pembelajaran formal dengan non formal maupun sinergi dengan pihak terkait lainnya. Adapun guna meningkatkan tata kelola telah dibentuk tim monev DAK dan pendampingan UPT, penetapan wilayah bebas dari korupsi, serta penerapan kontrak kinerja dan standar kinerja pegawai.

Di samping itu, Harris juga mengemukakan arah pendidikan PAUD yang kini telah didukung dengan kebijakan maupun anggaran. “Kami juga sudah melakukan MoU dgn Kemendagri dengan mengganti nomor induk siswa dengan nomor kependudukan, meski lembaga PAUD belum sepenuhnya terdaftar,” terangnya.

Harris pun menjelaskan bahwa PAUD adalah jenjang pendidikan seperti halnya pendidikan dasar atau menengah. Karenanya, setiap PAUD pun wajib menerapkan PAUD holistik integratif dengan keterpaduan di lapangan. “Model pembelajaran harus disusun kreatif, dan semua PAUD juga wajib menjadi tempat bermain anak yang jauh dari kekerasan,” pungkasnya. (Tim Warta/HP/AS/KS)

Sumber: https://www.paud-dikmas.kemdikbud.go.id

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar