Mengembalikan Semangat Belajar Setelah Liburan Semester

AnggunPaud - Tahun ajaran pendidikan baru saja separuh dilewati. Dengan berakhirnya liburan semester, maka sekolah, guru dan peserta didik dituntut untuk kembali memulai kegiatan belajar mengajar sebagaimana biasanya. Namun, adakalanya kegiatan tidak bisa berjalan sesuai dengan apa yang kita kehendaki. Anak-anak masih terbawa suasana liburan, dengan waktu yang dihabiskan untuk kegiatan bermain-main, jalan-jalan, dan malas-malasan.

Anak-anak masih kehilangan fokus untuk belajar. Beberapa materi pelajaran yang pernah disampaikan sebelumnya juga kadang ada yang sudah terlupakan, sehingga kita tidak bisa langsung memulai dan melanjutkan pelajaran sebagaimana yang sudah disusun di awal tahun ajaran. Semangat dan daya pikir anak perlu dikembalikan sesuai dengan jalurnya.

Anak-anak harus segera disetel dan diatur kembali agar berada dalam kondisi siap belajar lagi. Tetapi, dalam hal ini guru tidak bisa memaksa anak agar bisa cepat menyesuaikan diri. Para guru juga rasanya tidak perlu terburu-buru mengejar program kegiatan belajar sesuai rencana. Pembelajaran yang dipaksakan justru tidak baik untuk anak. Lebih banyak hal atau materi pelajaran yang nantinya justru berakhir sia-sia dan tidak bisa diterima oleh anak. Masuk kuping kiri dan keluar kuping kanan.

Alangkah lebih baiknya ketika  memulai pembelajaran secara perlahan. Guru mempersiapkan diri terlebih dahulu agar perasaan dan pikiran anak-anak bisa memasuki frekuensi siap belajar dan siap mengikuti semua kegiatan belajar dengan baik. Nah, untuk kembali membangkitkan semangat anak-anak paska libur semester ini, ada beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai guru dan teman didik bagi anak-anak.

Pertama, mulailah kegiatan pembelajaran dengan mengajak anak-anak untuk menceritakan pengalamannya selama liburan. Hal ini bisa dilakukan dengan memancing anak untuk bercerita secara langsung, maupun melalui cerita dalam bentuk tulisan. Berikan kesempatan kepada anak-anak untuk menceritakan aktivitasnya selama libur semester secara bergiliran. Cerita merupakan hal yang menyenangkan bagi anak-anak. Dengan bercerita kita juga bisa mengajak anak untuk mengambil hikmah dan pembelajaran dari pengalamannya.

Selain itu, dengan berbagi pengalaman yang dimiliki oleh masing-masing anak, secara tidak langsung kita juga sebenarnya sedang mengajarkan anak-anak untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. Dengan saling berbagi inilah rasa kebersamaan dan suasana kondusif di dalam kelas akan tercipta. Pengetahuan anak-anak juga akan saling melengkapi satu sama lain.

Kemampuan bercerita merupakan hal yang penting bagi anak. Bercerita barangkali terlihat seperti hal yang sederhana dan sepele. Namun, bercerita sebenarnya memiliki pengaruh yang cukup signifikan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Dengan bercerita, anak-anak dilatih untuk mengungkapkan gagasan, ide, dan pikirannya. Kemampuan menuangkan gagasan, atau kemampuan dalam berpendapat ini akan mengasah kemampuan seseorang dalam melihat realitas kehidupan, menganalisis masalah dan ahirnya mengatasinya.

Kedua, jalan-jalan ceria. Jalan-jalan ini merupakan kegiatan yang bisa dilakukan dengan mengelilingi lingkungan sekolah atau taman. Jalan-jalan tidak perlu mengeluarkan biaya karena masih berada di lingkungan sekolah yang tidk jauh. Jalan-jalan ini bisa disisipi dengan kegiatan pembelajaran sederhana yang menyenangkan, misalnya pengenalan terhadap berbagai jenis tanaman, nama-nama hewan yang ada di sekitar kita, ataupun pelajaran-pelajaran yang lain.

Selain berguna untuk membawa masuk anak-anak perlahan ke dalam suasana belajar melalui liburan kecil ini, jalan-jalan ini juga bisa berfungsi untuk menjaga kebugaran anak-anak. Dengan olahraga ringan ini, tubuh anak-anak diharapkan bisa lebih bugar dan segar. Apalagi di tengah musim penghujan yang rawan dengan berbagai gangguan kesehatan seperti, flu, pilek, batuk, demam, dan lain sebagainya. Berbagai penyakit akan sangat mudah mengganggu kesehatan kita, baik itu sakit ringan maupun berat.

Di tengah cuaca yang tidak mendukung ini, kesehatan adalah perkara penting yang memang harus kita jaga dengan baik. Tanpa adanya tubuh yang sehat dan bugar, aktivitas keseharian anak juga akan terganggu. Tak terkecuali dengan proses belajarnya. Bawaan tubuh menjadi lemah, lesu, dan malas untuk melakukan berbagai aktivitas apapun. Dengan badan yang sehat, segala aktivitas pun akan terasa menyenangkan, makan terasa enak, dan kegiatan belajar pun akan bisa dilalui dengan lancar.

Ketiga, menyulap kelas bersama anak-anak ke dalam suasana baru. Setengah tahun belajar di dalam ruang kelas yang sama terkadang membuat anak-anak merasa bosan. Kejenuhan anak-anak ini bisa menjadi penyebab menurunnya semangat anak-anak dalam belajar. Oleh karena itu, di momen awal semester baru ini, kita bisa mengajak anak-anak untuk menyulap kelasnya menjadi kelas yang baru. Meskipun ruangannya tidak baru, tetapi setidaknya kita bisa menciptakan suasana baru agar ruang kelas menjadi tempat yang lebih menyenangkan untuk belajar.

Kegiatan ini bisa dilakukan dengan aktivitas bersih-bersih bersama, memasang hiasan-hiasan baru, poster-poster dinding baru, atau warna-warni baru bersama anak-anak. Dengan aktivitas-aktivitas ini, anak-anak kita ajak menciptakan kelas sesuai dengan impiannya. Harapannya, semangat baru pun akan tumbuh. Anak-anak juga akan semakin betah berada di dalam ruang kelas impiannya. Menghilangkan rasa bosan dan jenuh dengan gaya kelas yang sama dari waktu ke waktu.

Masih banyak kegiatan lain yang bisa kita lakukan bersama anak-anak untuk menciptakan kelas yang nyaman ini. Kita bisa menggambar atau melukis bersama. Atau bisa juga dengan mendesain ulang tata letak ruangan, menata pot-pot dan vas bunga, dan sebagainya. Suasana baru akan memberikan energi postitif bagi anak-anak. Mengembalikan daya pikir anak-anak yang sempat kendur setelah rehat sejenak dan berada dalam suasana liburan.

Keempat, membicarakan dan menyusun harapan-harapan baru, serta kesulitan-kesulitan yang dialami selama setengah tahun belajar bersama. Kegiatan ini semacam sharing dan evaluasi atas kegiatan pembelajaran bersama selama setengah tahun yang telah lalu. Dengan ini, kita akan bisa mengetahui langsung pendapat anak-anak dalam proses belajar. Sehingga kekurangan-kekurangan tersebut bisa diperbaiki untuk proses ke depannya. Agar lebih menarik, kita bisa membuat semisal pohon mimpi yang bisa dibuat dari kertas, atau bisa juga dibuat dari pohon sungguhan.

Gambar sebuah pohon dengan banyak dahan dan ranting tanpa daun, bunga, maupun buah. Kemudian potong gambar tersebut lalu tempelkan di dinding kelas. Setelah itu, ambil kertas lagi, lalu bentuk dan potong menyerupai bentuk daun, buah, dan bunga. Agar lebih bagus, kita bisa memilih berbagi warna yang menarik. Bagikan kertas itu kepada anak-anak. Ajak anak-anak untuk menuliskan harapan, keinginan, cita-cita, mimpi, atau apa saja yng menjadi keinginan anak-anak di masa depannya.

Setelah semua anak menuliskannya, tempelkan daun-daun, bunga, dan buah yang berisi harapan-harapan tersebut ke dahan-dahan dan ranting pohon mimpi yang sudah terpasang di dinding kelas tadi. Ketika melihat pohon mimpi tersebut, anak-anak akan selalu diingatkan dengan cita-cita dan mimpinya. Semangat anak-anak akan selalu bangkit dan tumbuh demi menggapai cita-citanya tersebut.

Demikianlah beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk membangkitkan kembali semangat belajar anak-anak. Tentu masih banyak hal-hal lain yang bisa menjadi alternatif pilihan untuk menciptakan suasana kelas yang mendukung bagi kegiatan belajar anak-anak. Dengan motivasi dan semangat belajar anak yang tinggi, anak-anak akan lebih mudah menjalankan akktivitas belajar mengajarnya dengan baik.

Kita tentu tak bisa menyetel anak-anak agar bisa langsung siap menerima pembelajaran seperti biasa sehingga harus dilakukan secara perlahan agar anak-anak tidak merasa kaget dan terpaksa. Anak-anak itu serupa kaca yang rentan pecah, yang harus diperlakukan dengan sangat hati-hati agar hatinya tidak terlukai dan menimbulkan trauma. Rasa terluka bagi anak bisa menyebabkan trauma yang bisa menghambat perkembangannya dalam menjalani kehidupannya sehari-hari.

Anak-anak berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sebaik mungkin dari kita. Aktivitas belajar yang ceria dan menyenangkan, suasana kelas yang nyaman dan kondusif untuk belajar, serta rasa kebersamaan dan persahabatan yang erat di antara sesama murid, guru, maupun pihak sekolah dan orang tua merupakan beberapa faktor yang akan sangat mendukung dalam meningkatkan keberhasilan pendidikan dan perkembangan anak didik. Dan hal itu harus kita ciptakan dan lakukan dengan sepenuh hati kita agar juga sampai ke hati anak-anak kita. 

sumber gambar : https://ideyka.com.ua/en/hope-tree-5507.html

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar