Mendikbud, Prof Dr Muhadjir : Perhatian Terhadap PAUD Terus Meningkat

BANDUNG - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof Dr Muhadjir Effendi mengatakan pentingnya penyediaan layanan pendidikan bagi anak usia dini telah mendapat pengakuan secara global.

Dikatakan dalam Agenda Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals-SDGs) 2015-2030, tujuan nomor 4.2 adalah memastikan bahwa pada tahun 2030 seluruh anak perempuan dan laki-laki memiliki akses pada pengembangan dan perawatan anak usia dini dan pendidikan pra-dasar yang berkualitas sehingga siap untuk mengikuti pendidikan dasar.

"Tujuan ini telah menjadi acuan semua negara, termasuk Indonesia, dalam mendukung layanan PAUD yang berkualitas," kata Mendikbud ketika membuka Dialog Nasional PAUD di Bandung, Jumat (7/12).

Menurut Mendikbud Indonesia telah memiliki berbagai instrumen yang menunjukkan komitmen kita terhadap Pendidikan Anak Usia Dini. Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2013 tentang Pengembangan Anak Usia Dini Holistik-Integratif mengamanatkan pemenuhan kebutuhan esensial anak usia dini secara utuh yang meliputi kesehatan dan gizi, rangsangan pendidikan, pembinaan moral-emosional, dan pengasuhan. Pemenuhan tersebut menjadi tanggung jawab bersama keluarga, pemerintah, dan masyarakat.

Disebutkan Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal menyatakan bahwa salah satu layanan dasar di bidang pendidikan yang wajib disiapkan oleh pemerintah kabupaten/kota adalah layanan PAUD bagi anak usia 5 tahun sampai dengan 6 tahun.

Untuk mewujudkan layanan PAUD yang berkualitas, inklusif, dan berkesetaraan, Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyadari pentingnya kemitraan tri pusat pendidikan, yaitu satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat. Melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 30 Tahun 2017 tentang Pelibatan Keluarga pada Penyelenggaraan Pendidikan telah diatur mekanisme dan bentuk pelibatan tersebut. Keluarga sebagai lingkungan pendidikan yang pertama dan utama memegang peranan penting dalam mewujudkan PAUD yang berkualitas. Kerja sama dan keselarasan program pendidikan yang diselenggarakan di satuan PAUD dan di keluarga akan mendukung optimasisasi perkembangan anak. Oleh karena itu selain memberikan penguatan terhadap penyelenggaraan PAUD, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga memberikan penguatan tentang pengasuhan anak kepada orang tua melalui program pendidikan keluarga.

Dunia anak adalah dunia bermain, dan anak belajar melalui bermain. Dengan demikian, Layanan PAUD yang bermutu bukan diukur dari kemampuan Calistung (membaca, menulis dan berhitung). PAUD yang bermutu menghasilkan anak-anak yang seluruh aspek perkembangannya yang mencakup enam bidang kompetensi berkembang dengan baik, yaitu (1) kompetensi di bidang moral dan agama; (2) perkembangan fisik dan kemampuan motorik; (3) penguasaan kosa kata dan kemampuan berbahasa; (4) daya nalar dan imajinasi; (5) kemampuan sosial dan emosional; dan (6) kemampuannya mengekspresikan seni.

Oleh karena itu, guru PAUD maupun orang tua dituntut mampu memfasilitasi anak-anak agar tumbuh dan berkembang dengan baik, tanpa harus tergesa-gesa agar dianggap hebat. Kerja sama di antara keduanya sangat dibutuhkan. Mendidik anak ibarat menanam pohon, kebanyakan air dan pupuk justru tidak baik. Orang tua jangan memuntut agar anaknya secepatnya mampu calistung, agar diterima di SD favorit. Saat ini penerimaan peserta didik baru berdasarkan zonasi. Terlebih seleksi penerimaan peserta didik di SD kelas awal tidak boleh dilakukan melalui tes, baik tes kemampuan calistung maupun bentuk tes lainnya. Kriteria seleksinya adalah usia anak dan jarak tempat tinggal dengan sekolah. Kompetensi calistung secara formal akan diajarkan saat anak duduk di bangku SD.

Permasalahan pertumbuhan dan perkembangan yang saat ini dialami anak-anak Indonesia adalah stunting, yaitu kondisi gagal tumbuh yang terutama disebabkan oleh kekurangan gizi kronis yang terjadi di usia balita. Prevalensi stunting di Indonesia menempati urutan kelima di dunia. Sekitar 1 dari 3 anak-anak kita mengalami stunting. Saat ini pemerintah juga sedang fokus menyelenggarakan program penurunan angka stunting secara konvergen dengan melibatkan lintas kementerian/lembaga. Intervensi program ini terutama dilakukan selama periode 1.000 hari pertama kehidupan, yaitu sejak dalam kandungan sampai anak berumur 2 tahun. Pada umumnya anak-anak usia ini belum mengikuti layanan PAUD, sehingga intervensinya dilakukan melalui keluarga dan lingkungan.

Melalui dialog kebijakan PAUD dan Pendidikan Keluarga yang dihadiri oleh berbagai kalangan ini diharapkan dapat memberikan masukan bahan kebijakan dalam mewujudkan PAUD yang berkualitas, inklusif, dan berkesetaraan. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat dan pegiat PAUD, termasuk para Bunda PAUD yang selama ini telah memperjuangkan pendirian PAUD hingga ke desa-desa dan daerah terpencil. Sekarang saatnya kita bergotong-royong untuk peningkatan kualitas layanannya. Melalui layanan PAUD yang berkualitas Saya yakin akan mendukung suksesnya anak-anak kita dalam menempuh pendidikan dasar, pendidikan menengah, hingga pendidikan tinggi. Eko

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar