Dialog Nasional PAUD Hasilkan Enam Kebijakan Strategis

BANDUNG - Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini menggelar Dialog Kebijakan PAUD dan Pendidikan Keluarga Tahun 2018 mengusung tema : “Mewujudkan PAUD yang berkualitas, inklusif dan berkesetaraan”.

"Tema ini sejalan dengan upaya yang sedang dilakukan di tingkat global, regional maupun di tingkat nasional untuk menghadirkan layanan PAUD yang berkualitas dan menjangkau semua anak usia dini dimanapun mereka berada," kata Dirjen PAUD dan Dikmas, Ir Harris Iskandar Ph.D dalam laporannya kepada Menteri Pendidikan Nasional, Prof Dr Muhadjir Effendi di Bandung, Jumat (7/12).

Menurut Harris ditingkat global, negara-negara telah menyepakati 17 tujuan pembangunan berkelanjutan yang salah satu diantaranya adalah tujuan nomor 4; menyediakan layanan pendidikan yang berkualitas. Secara spesifik, tujuan 4.2 mewajibkan negara-negara di dunia untuk menyediakan layanan PAUD berkualitas sebelum tahun 2030. Di tingkat nasional, pemerintah telah menindaklanjuti kesepakatan global ini dengan mengeluarkan Perpres No. 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Tahun 2030.
Di sisi lain, keluarga memegang peran yang tidak kalah pentingnya dalam membangun anak usia dini yang berkualitas. Keluarga adalah pendidik yang pertama dan utama bagi anak-anak kita.

Dikatakan, Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Indonesia telah mencetuskan pentingnya membangun hubungan yang harmonis antara satuan pendidikan, keluarga dan masyarakat.

Untuk mencapai tujuan pendidikan secara maksimal, pemerintah telah mengeluarkan Permendikbud No.30 Tahun 2017 tentang Pelibatan Keluarga pada Penyelenggaraan Pendidikan.
Oleh karena itu, kegiatan Dialog Kebijakan ini bertujuan melakukan evaluasi terhadap berbagai kebijakan serta mendiskusikan peluang dan tantangan untuk menghadirkan layanan PAUD dan pendidikan keluarga yang berkualitas. Untuk mencapai tujuan tersebut, kami telah menyiapkan tujuh workshop secara simultan, yaitu:
(1) Workshop penataan satuan, pendidik dan tenaga kependidikan PAUD;
(2) Workshop Sinergi Peran Pemangku Kepentingan dalam Mewujudkan PAUD Berkualitas;
(3) Workshop Percepatan Pendataan dan Pemenuhan Standar Nasional PAUD;
(4) Workshop Diseminasi Model dan Praktek Baik PAUD dan Pendidikan Keluarga;
(5) Workshop pelibatan keluarga dalam layanan PAUD;
(6) Workshop Pembahasan Instrumen Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak;
(7) Workshop Pembahasan Program Little Scientist.

Kegiatan Dialog Kebijakan ini dihadiri oleh setidaknya 500 orang yang terdiri atas unsur kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah, lembaga internasional, organisasi mitra PAUD dan pendidikan keluarga, akademisi dan praktisi serta pemerhati PAUD dan pendidikan keluarga dari seluruh Indonesia. Dialog tersebut diharapkan melahirkan pemikiran-pemikiran baru terkait upaya menghadirkan layanan PAUD yang berkualitas, inklusif dan berkesetaraan. Secara khusus, dialog ini diharapkan menghasilkan output sebagai berikut:
(1) Kajian penataan satuan, pendidik dan tenaga kependidikan PAUD menuju terwujudnya PAUD berkualitas;
(2) Kesepahaman dan peta jalan pelibatan pemangku kepentingan dalam mewujudkan PAUD Berkualitas;
(3) Model dan Praktik Baik PAUD dan Pendidikan Keluarga
(4) Sinkronisasi data PAUD dan Rencana Aksi Pendataan dan Pemenuhan Standar Nasional PAUD;
(5) Praktik baik pelibatan keluarga dalam layanan PAUD;
(6) Instrumen Pemantauan Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak, Laporan Perkembangan dan Instrumen Kesiapan Bersekolah. Eko

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar