Kampanye Ayah Hebat Bentuk Peduli Pembinaan PAUD

UNICEF menggelar kegiatan Mini Parenting Session sebagai bagian kampanye untuk Super Dads (Ayah Hebat) di Indonesia. Sesi parenting ini menghadirkan musisi dan juga super dad Ariyo Wahab, Direktur Pembinaan Pendidikan Keluarga, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dr. Sukiman, Spesialis Pendidikan UNICEF Nugroho Warman dan pakar parenting Melly Kiong. Acara ini diselenggarakan untuk memperingati Hari Ayah Nasional dan Hari Anak Sedunia.

Acara digelar di Grand Indonesia pada Kamis, 29 November 2018 ini merupakan bagian dari kampanye global UNICEF yang bertemakan Super Dads atau Ayah Hebat. Tujuannya untuk mengingatkan para orang tua bahwa ketika ayah ikut mengasuh anak-anak mereka sejak awal, dengan memberikan cinta dan perlindungan, bermain, dan mendukung gizi mereka, anak-anak akan belajar lebih baik, memiliki perilaku yang tidak bermasalah, dan menjadi manusia yang lebih sehat dan lebih bahagia.

Penelitian menunjukkan semakin baik hubungan kita dengan anak, maka anak akan semakin mudah untuk berteman dan belajar serta menjadi manusia yang lebih sehat dan lebih bahagia.

Penelitian juga menunjukkan bahwa ketika ayah mampu menjalin ikatan dengan bayi mereka sejak awal kehidupan, mereka akan lebih mampu memainkan peran yang lebih aktif dalam perkembangan anak-anak mereka, dan akan memiliki kesehatan psikologis yang lebih baik, harga diri dan kepuasan hidup di jangka panjang.

UNICEF melalui Hari Ayah selalu kembali mengingatkan untuk mendobrak hambatan-hambatan yang memungkinkan para ayah tidak dapat menghabiskan waktu berkualitas dengan anak-anak mereka, baik dari sisi budaya atau masalah ekonomi.

Berdasarkan dari hasil kajian yang ada pada saat ini masih terdapat 92 negara yang tidak memiliki kebijakan nasional untuk memastikan bahwa ayah yang memiliki anak baru lahir mendapatkan waktu cuti berbayar yang cukup, untuk bisa bersama bayi mereka yang baru lahir.

UNICEF berharap pemerintah dapat menerapkan kebijakan yang ramah keluarga di tingkat nasional yang mendukung pengembangan anak usia dini, termasuk cuti berbayar untuk ayah dengan anak yang baru lahir, ibu hamil dan menyusui serta pendidikan pra-sekolah dasar gratis.

Di seluruh dunia, momentum untuk kebijakan ramah keluarga semakin meningkat. Namun, dengan hampir 90 juta anak-anak yang tinggal di negara-negara tanpa ada kebijakan cuti berbayar untuk ayah dengan anak yang baru lahir, maka masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.

 

Hari Ayah pertama kali ditetapkan 12 November 2006 oleh Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP) di Pendopo Gede Balaikota Solo 11 tahun silam
Beberapa kajian dari universitas internasional seperti University of Maryland School of Medicine, University of Illinois dan University of Oxford menyimpulkan bahwa keterlibatan ayah dalam pengasuhan yang sama seperti ibu dapat meningkatkan:
• keterampilan berbahasa pada anak yang lebih baik
• mengurangi masalah perilaku pada anak
• mengurangi kriminalitas, mengurangi masalah kesehatan mental dan meningkatkan prestasi anak di sekolah.
• Kajian juga …
[13:19, 11/30/2018] pa eko wartawan: Kampanye Ayah Hebat Bentuk Peduli Pembinaan PAUD

UNICEF menggelar kegiatan Mini Parenting Session sebagai bagian kampanye untuk Super Dads (Ayah Hebat) di Indonesia. Sesi parenting ini menghadirkan musisi dan juga super dad Ariyo Wahab, Direktur Pembinaan Pendidikan Keluarga, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dr. Sukiman, Spesialis Pendidikan UNICEF Nugroho Warman dan pakar parenting Melly Kiong. Acara ini diselenggarakan di Jakarta, Kamis (29/11) untuk memperingati Hari Ayah Nasional dan Hari Anak Sedunia.

Acara yang didukung oleh Grand Indonesia ini adalah bagian dari kampanye global UNICEF yang bertemakan Super Dads atau Ayah Hebat. Tujuannya untuk mengingatkan para orang tua bahwa ketika ayah ikut mengasuh anak-anak mereka sejak awal, dengan memberikan cinta dan perlindungan, bermain, dan mendukung gizi mereka, anak-anak akan belajar lebih baik, memiliki perilaku yang tidak bermasalah, dan menjadi manusia yang lebih sehat dan lebih bahagia.

Penelitian menunjukkan semakin baik hubungan kita dengan anak, maka anak akan semakin mudah untuk berteman dan belajar serta menjadi manusia yang lebih sehat dan lebih bahagia.

Penelitian juga menunjukkan bahwa ketika ayah mampu menjalin ikatan dengan bayi mereka sejak awal kehidupan, mereka akan lebih mampu memainkan peran yang lebih aktif dalam perkembangan anak-anak mereka, dan akan memiliki kesehatan psikologis yang lebih baik, harga diri dan kepuasan hidup di jangka panjang.

UNICEF melalui Hari Ayah selalu kembali mengingatkan untuk mendobrak hambatan-hambatan yang memungkinkan para ayah tidak dapat menghabiskan waktu berkualitas dengan anak-anak mereka, baik dari sisi budaya atau masalah ekonomi.

Berdasarkan dari hasil kajian yang ada pada saat ini masih terdapat 92 negara yang tidak memiliki kebijakan nasional untuk memastikan bahwa ayah yang memiliki anak baru lahir mendapatkan waktu cuti berbayar yang cukup, untuk bisa bersama bayi mereka yang baru lahir.

UNICEF berharap pemerintah dapat menerapkan kebijakan yang ramah keluarga di tingkat nasional yang mendukung pengembangan anak usia dini, termasuk cuti berbayar untuk ayah dengan anak yang baru lahir, ibu hamil dan menyusui serta pendidikan pra-sekolah dasar gratis.

Di seluruh dunia, momentum untuk kebijakan ramah keluarga semakin meningkat. Namun, dengan hampir 90 juta anak-anak yang tinggal di negara-negara tanpa ada kebijakan cuti berbayar untuk ayah dengan anak yang baru lahir, maka masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.

 

Hari Ayah pertama kali ditetapkan 12 November 2006 oleh Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP) di Pendopo Gede Balaikota Solo 11 tahun silam
Beberapa kajian dari universitas internasional seperti University of Maryland School of Medicine, University of Illinois dan University of Oxford menyimpulkan bahwa keterlibatan ayah dalam pengasuhan yang sama seperti ibu dapat meningkatkan:
• keterampilan berbahasa pada anak yang lebih baik
• mengurangi masalah perilaku pada anak
• mengurangi kriminalitas, mengurangi masalah kesehatan mental dan meningkatkan prestasi anak di sekolah.
• Kajian juga menunjukkan bahwa peran ayah tidak hanya dari orang tua kandung saja, tapi juga bisa dari dari ayah tiri, ayah yang mengadopsi anak, pengasuh laki-laki yang ada di rumah atau dari keluarga terdekat seperti kakek, paman atau saudara laki-laki. Eko

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar