Tips Mendidik Anak Usia Dini 1

Saat memandang anak Anda yang sedang tumbuh, Anda pasti akan bertanya-tanya, bagaimana ia bisa menjadi pribadi yang sangat unik seperti sekarang, dengan paduan istimewa antara kepribadian, keahlian, dan bakat yang dimilikinya. Tentu saja, Anda bangga padanya, tetapi wajar jika Anda ingin tahu dari mana asal keunikan-keunikan dalam dirinya. Anda mungkin bertanya pada diri sendiri, 'Apakah ia bertingkah laku seperti sekarang berkat pola asuh yang telah Anda terapkan selama ini, atau justru tingkah lakunya akan tetap sama siapa pun orang tuanya?' Pertanyaan mendasar seperti inilah yang dimaksud para psikolog Dahulu, pendapat para ahli terbagi atas dua kelompok:

  1. Kelompok pertama percaya bahwa kepribadian anak dan perkembangannya diturunkan sejak lahir. Ciri-ciri utama seorang anak sudah ada sejak lahir dan lingkungan tempat ia tumbuh hanya sedikit berperan dalam perkembangan anak.
  2. Kelompok kedua percaya bahwa bayi yang baru lahir sama halnya dengan selembar kertas kosong, siap untuk ditulisi. Karenanya, tingkah laku anak dipengaruhi dan dibentuk oleh lingkungan sekitarnya. Tetapi, penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa kedua pendapat ekstrim tersebut hampir dapat dipastikan tidak benar.

Bahkan, sebelum bayi lahir, pengalaman yang didapatnya selama dalam kandungan sangat berpengaruh. Misalnya, para ilmuwan menemukan bahwa jika seorang ibu yang sedang mengandung mengalami stres, ia secara spontan mengeluarkan hormon ke aliran darahnya. Ketika memasuki plasenta, hormon ini mempengaruhi bayi dalam kandungan. Ini yang menyebabkan, misalnya, detak jantung bayi dalam kandungan meningkat saat detak jantung ibu meningkat. Jadi kondisi emosi ibu mempengaruhi kondisi emosi bayi dalam kandungan.

Bayi Anda lahir ke dunia dengan karakter tertentu yang telah terbentuk. Anda hanya perlu mengingat kembali perilakunya saat ia baru lahir. Mungkin ia pasif dan lamban, atau justru sangat aktif dan tidak mau diam.

Mungkin ia menghisap susu pertamanya dengan perlahan- lahan, atau justru langsung menelannya dengan bersemangat. Tiap bayi memiliki tingkah laku yang berbeda dalam jam-jam pertama hidupnya dan tentunya hal tersebut bukanlah hasil dari pengaruh lingkungan. Jadi, sudah ada bukti bahwa beberapa unsur psikologis diturunkan kepada bayi sebelum lingkungan sekitar dapat mempengaruhinya.

Tetapi, ada juga bukti yang menunjukkan bahwa pola asuh orang tua pada anak berpengaruh terhadap tingkah lakunya. Ini dapat dijelaskan dengan akal sehat. Contohnya, ada dua orang anak yang sama-sama memiliki keinginan yang kuat untuk sukses. Salah satu anak mendapatkan dukungan untuk menggunakan ciri-ciri tersebut secara positif, misalnya untuk meraih prestasi akademis yang tinggi. Sementara, anak yang lain mungkin menggunakan ciri-ciri tersebut dengan cara negatif, seperti memaksakan kehendaknya setiap saat tanpa mempedulikan kepentingan orang lain.

Anda juga dapat melihat dari kehidupan sehari-hari bahwa bimbingan Anda dapat mengubah tingkah laku anak dalam berbagai situasi. Segala hal yang Anda lakukan untuk mengembangkan, mendukung, serta membina perilaku anak berpengaruh pada dirinya sekarang. Jadi, yang penting adalah interaksi antara unsur alam dan pola asuh. Kedua aspek tersebut tidak dapat berdiri sendiri.

Orang Tua dan Anak

Namun demikian, interaksi antara orang tua dan anak jauh lebih kompleks dari yang dibayangkan karena membesarkan anak pun akan mengubah Anda. Anda bukanlah sosok yang sama dengan diri Anda sebelum menjadi orang tua. Anda berubah, karena kepribadian Anda berbaur dengan kepribadian anak sewaktu Anda membesarkannya. Contohnya, jika anak Anda termasuk anak yang mudah khawatir, Anda akan memakai pendekatan yang lembut dan sangat hati-hati jika ingin memperkenalkan pengalaman baru padanya. Begitu pula sebaliknya, tingkah laku anak pun akan berbaur dengan tingkah laku Anda. Contohnya, jika Anda adalah orang yang temperamental dan mudah marah, anak Anda akan berhati-hati jika ingin menanyakan sesuatu kepada Anda. Dengan kata lain, perkembangan anak adalah hasil siklus interaksi yang terus-menerus antara kepribadian dasarnya dengan lingkungan sekitarnya. Setiap unsur tersebut saling mempengaruhi dan mengubah satu sama lain. Anda akan lebih dapat mempengaruhi perkembangan tingkah laku anak jika ia merasa Anda menghargainya apa adanya dan tidak hanya menghargai prestasinya.

Macam macam kepribadian anak

Riset psikologi menunjukkan bahwa urutan kelahiran berpengaruh terhadap tingkah laku anak. Ada beberapa kepribadian yang sering diasosiasikan dengan anak sulung, yang biasanya berbeda dengan kepribadian anak kedua, dan seterusnya. Anak sulung biasanya memiliki pola pikir serius, punya hasrat berprestasi yang tinggi, dan lebih mudah cemas. Anak kedua biasanya lebih tidak konvensional, lebih menggunakan kreativitas dibanding logika, dan lebih berani mengambil risiko. Sementara anak bungsu biasanya pintar mencari jalan keluar dan lebih percaya diri serta selalu siap untuk mengambil keputusan sendiri.

Sebagai anak pertama di keluarga, anak Anda mendapatkan kasih sayang, perhatian, dan hal-hal lainnya secara penuh selama kira- kira beberapa tahun. Karena itu, tidak heran jika anak sulung biasanya memiliki prestasi akademis yang lebih tinggi dibanding adik-adiknya. Perhatian, waktu, dan rangsangan dari orang tua di tahun-tahun pertama kemungkinan besar memberinya kesempatan untuk maju lebih awal. Tetapi, ia juga merasakan tanggung jawab dan tekanan yang berat karena orang tua biasanya akan menuntut lebih dari dirinya. Hal ini membuatnya menjadi anak yang lebih mudah cemas dibanding adik-adiknya.

Yang Bisa Anda lakukan

  • Biarkan anak sulung Anda mengembangkan hobi dan keterampilannya.
  • Jangan menuntutnya untuk meraih prestasi akademis di sekolah hanya untuk memenuhi impian dan ambisi Anda sendiri.
  • Berilah ia semangat untuk mencoba berbagai macam aktivitas, di luar aktivitas akademisnya.

Beritahukan padanya bahwa semua orang terkadang membuat kesalahan dan semua orang pernah mengalami kegagalan Apa pun urutannya dalam keluarga, anak harus tahu bahwa ia sangat berarti bagi Anda dan sama pentingnya dengan kakak atau adiknya yang lain Anda mungkin punya ambisi tersendiri terhadap anak. Tetapi mereka juga memiliki cita-citanya sendiri. Biarkan mereka mengembangkan cita-citanya dan jangan memaksakan kehendak Anda.

Anak Tengah

Terlahir dengan memiliki kakak, berarti anak Anda akan terbiasa untuk berbagi sejak ¡a lahir (dengan asumsi bahwa jarak usia antara anak pertama dan kedua tidak terlalu jauh sampai-sampai si anak sulung sama sekali tidak terpengaruh oleh kehadiran adiknya). Para psikolog percaya, ketertarikan anak kedua kepada hal-hal yang tidak berbau konvensional berakar dari ketertarikan sang kakak akan hal- hal yang berbau akademis. Karenanya, anak kedua ini memilih gaya hidup alternatif daripada harus bersaing dengan kakaknya. Tetapi, mungkin juga anak yang lebih muda ini menyerap banyak informasi dari kakaknya, sehingga membuatnya kelihatan lebih tua dari usia yang sebenarnya. la lebih memilih aktivitas yang menuntut kreativitas karena aktivitas seperti itu memungkinkannya mengekspresikan keunikan diri, sekaligus menantang peraturan yang ditetapkan orang tuanya

  • Hindari menggunakan prestasi anak sulung sebagai acuan bagi anak kedua. Hal ini hanya akan menurunkan semangatnya. Si tengah ingin tumbuh sebagai dirinya sendiri, bukan mengikuti jejak kakaknya.
  • Dukung ia untuk menyalurkan sisi kreatifnya.
  • Tetaplah berpegang pada peraturan yang ditetapkan dalam keluarga walaupun ia memprotesnya.

Berapa pun jumlah kakak yang ia miliki, anak bungsu biasanya akan terlihat lebih percaya diri dan mandiri. Hal ini kemungkinan besar disebabkan karena sejak awal ia terbiasa untuk harus selalu berjuang demi mendapatkan apa yang dimiliki keluarga. la sering kali mendapatkan giliran terakhir dalam mendapatkan pakaian baru, memilih permainan, atau memberikan pendapat dalam diskusi keluarga. Karena itu, ia belajar untuk mengelola segalanya sendiri. Namun, bimbingan dari kakak-kakaknya bisa memberikan rasa aman dan kenyamanan emosional. Beberapa hal yg harus diperhatikan diantaranya adalah:

  • Ingatlah bahwa anak bungsu punya segudang keinginan dan perasaan, sama halnya dengan anak-anak yang lain.
  • la akan merasa bosan jika harus selalu menunggu giliran untuk mengemukakan pendapat. Jadi sesekali berikan ia giliran pertama.

Perlakukan ia dengan serius dan dengarkan pendapatnya

Pastikan anak-anak yang lain tidak menganggap remeh idenya hanya karena ia paling kecil, Tidak ada alasan mengapa anak sulung harus selalu menentukan pilihan untuk adik-adiknya. Adik-adiknya juga bisa mendapatkan giliran pertama untuk menentukan pilihan. Anak-anak bisa saling menyayangi tanpa harus menjadi seperti kakak/adiknya. Membanding-bandingkan anak bisa menimbulkan masalah yang berakibat négatif. Setelah Anda mengetahui bahwa ada tekanan-tekanan tertentu yang berkaitan dengan urutan kelahiran dalam keluarga, pastikan bahwa tekanan tersebut dapat dikelola dengan efektif

Pembuahan

Pada saat pembuahan terjadi, di saat sperma dari ayah memasuki dinding luar ovum (sel telur) ibu, dua proses mulai bekerja:

O Reaksi biokimia yang memastikan sperma lainnya ditolak oleh telur, sehingga pada satu kesempatan telur tersebut hanya dibuahi oleh satu sperma.

O Sperma dan telur sama-sama mengeluarkan materi genetik yang bercampur-baur hingga terbentuk sebuah sel baru. Sel inilah yang disebut zygot. Pada sel ini-yang menurut para ahli hanya berukuran 1/2o dari ujung jarum-terdapat semua cetak biru untuk tahapan perkembangan selanjutnya.

Setelah pembuahan, sel yang sudah terbentuk ini terus melakukan perjalanan menuju uterus (rahim) dan akhirnya menetap hingga waktu persalinan. Tetapi, sambil bergerak zygot membelah, kemudian masing- masing belahan membelah lagi, dan seterusnya, sehingga pada saat dilahirkan, seorang bayi terdiri dari berjuta-juta sel. Regenerasi sel ini, yang disebut mitosis, terus berlanjut sepanjang hidup. Karenanya, pada setiap sel yang baru terkandung duplikat dari informasi genetik yang terdapat pada zygot asli.

O Hindari mencampuradukkan dimensi fisik dan psikologis.

Walaupun ada bukti yang jelas bahwa sebagian besar ciri-ciri fisik diturunkan secara genetik, belum ada bukti yang jelas bahwa kepribadian pun demikian.

O Kenali perbedaan antara potensi dan kenyataan.

Sebagai contoh, walaupun terdapat fakta bahwa anak dapat tumbuh hingga ukuran tinggi badan tertentu, belum tentu ia pasti akan tumbuh sesuai yang diperkirakan. Hal ini tergantung pada dukungan lingkungan, seperti makanan yang cukup, pemeliharaan kesehatan yang baik, serta gizi seimbang.

Ciri Ciri fisik, seperti warna bola mata, ditentukan oleh kombinasi gen orang tua.

Gen dan Kromosom

Masing-masing sel tubuh manusia terdiri dari 23 pasang kromosom, yaitu bagian sel yang membawa cetak biru pertumbuhan. Dua di antaranya adalah kromosom jenis kelamin, sementara sisanya menentukan ciri lainnya. Pada sel pria, terdapat satu kromosom X dan satu kromosom Y, sementara pada sel wanita keduanya adalah kromosom X. Sei sperma memiliki satu sel kelamin, yang merupakan X atau Y, dan sel telur selalu memiliki kromosom X. Pada saat pembuahan, jika sel telur dibuahi oleh sei sperma dengan kromosom X, maka akan terbentuk bayi perempuan (XX). Jika sei sperma memiliki kromosom Y, maka akan terbentuk bayi laki-laki (XY). Masing-masing kromosom yang terdapat dalam setiap sel tersebut memiliki ribuan partikel kecil yang disebut gen. Gen tersebut membawa instruksi untuk perkembangan fisik. Misalnya, gen akan menentukan ukuran tubuh, warna bola mata, kulit, rambut, serta golongan darah.

Sejak saat pembuahan, gen unik yang diturunkan pada setiap anak membuat anak berbeda dalam hai penampilan dan kepribadian.

 

Dominan atau Resesif

Gen berinteraksi untuk membentuk pasangan yang saling melengkapi. Sejumlah gen bersifat dominan (instruksinya biasanya lebih kuat), sementara sejumlah gen bersifat resesif (instruksinya tidak sekuat gen dominan dan hanya dikenali oleh tubuh jika kedua gen dalam pasangan itu resesif). Misalnya, terdapat gen dominan untuk warna mata cokelat, sementara terdapat pula gen resesif untuk warna mata biru. Pada saat pembuahan, jika pasangan gen memiliki dua gen warna mata cokelat atau satu gen untuk masing-masing warna mata, maka bayi yang dilahirkan akan memiliki bola mata berwarna cokelat (karena gen 'cokelat' selalu mendominasi gen 'biru').

Sebaliknya, jika pasangan gen
memiliki dua gen 'biru', maka bayi yang dilahirkan akan memiliki bola mata biru, (karena tidak ada gen 'cokelat' yang dominan). Itulah sebabnya, dua orang tua yang bermata cokelat bisa memiliki anak bermata biru (ketika mereka menurunkan dua gen 'biru' kepada anak mereka), sementara, dua orang tua bermata biru tidak bisa memiliki anak bermata cokelat (karena jika salah satu dari mereka membawa gen 'cokelat,' mereka pasti akan bermata cokelat. Gen 'cokelat' akan mendominasi gen 'biru').

 

O Banggalah akan persamaan yang Anda miliki dengan anak.

Anda pasti akan senang jika melihat kesamaan fisik antara Anda dan anak Anda. (Di lain pihak, jika Anda kecewa karena ia memiliki banyak persamaan dengan Anda, segera hilangkan perasaan negatif ¡ni!)

 

© Siapkan diri untuk menghadapi individualitas.

Beberapa ciri yang ada pada anak bisa jadi sangat berbeda dengan Anda atau pasangan Anda. Hai itu dikarenakan kombinasi gen dapat membentuk ciri-ciri baru.

 

©Cobalah berkonsultasi dengan ahli genetik.

Jika di keluarga Anda terdapat riwayat gangguan kesehatan yang berhubungan dengan faktor genetik, dokter mungkin akan menawarkan Anda untuk berkonsultasi guna memandu perencanaan keluarga.


Dahulu, pendapat para ahli terbagi atas dua kelompok:

O Kelompok pertama percaya bahwa kepribadian anak dan perkembangannya diturunkan sejak lahir. Ciri-ciri utama seorang anak sudah ada sejak lahir dan lingkungan tempat ia tumbuh hanya sedikit berperan dalam perkembangan anak.

Q Kelompok kedua percaya bahwa bayi yang baru lahir sama halnya dengan selembar kertas kosong, siap untuk ditulisi. Karenanya, tingkah laku anak dipengaruhi dan dibentuk oleh lingkungan sekitarnya. Tetapi, penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa kedua pendapat ekstrim tersebut hampir dapat dipastikan tidak benar.

Interaksi


Bahkan, sebelum bayi lahir, pengalaman yang didapatnya selama dalam kandungan sangat berpengaruh. Misalnya, para ilmuwan menemukan bahwa jika seorang ibu yang sedang mengandung mengalami stres, ia secara spontan mengeluarkan hormon ke aliran darahnya. Ketika memasuki plasenta, hormon ini mempengaruhi bayi dalam kandungan. Ini yang menyebabkan, misalnya, detak jantung bayi dalam kandungan meningkat saat detak jantung ibu meningkat. Jadi,

 

Bahkan, bayi dalam kandungan pun bisa dipengaruhi oleh kondisi emosi sang ibu.

kondisi emosi ibu mempengaruhi kondisi emosi bayi dalam kandungan.

Bayi Anda lahir ke dunia dengan karakter tertentu yang telah terbentuk. Anda hanya perlu mengingat kembali perilakunya saat ia baru lahir. Mungkin ia pasif dan lamban, atau justru sangat aktif dan tidak mau diam.

Mungkin ia menghisap susu pertamanya dengan perlahan- lahan, atau justru langsung menelannya dengan bersemangat. Tiap bayi memiliki tingkah laku yang berbeda dalam jam-jam pertama hidupnya dan tentunya hal tersebut bukanlah hasil dari pengaruh lingkungan. Jadi, sudah ada bukti bahwa beberapa unsur psikologis diturunkan kepada bayi sebelum lingkungan sekitar dapat mempengaruhinya.

Tetapi, ada juga bukti yang menunjukkan bahwa pola asuh orang tua pada anak berpengaruh terhadap tingkah lakunya. Ini dapat dijelaskan dengan akal sehat. Contohnya, ada dua orang anak yang sama-sama memiliki keinginan yang kuat untuk sukses. Salah satu anak mendapatkan dukungan untuk menggunakan ciri-ciri tersebut secara positif, misalnya untuk meraih prestasi akademis yang tinggi. Sementara,

Q Bersiaplah untuk perubahan bertahap.

Perubahan selalu membutuhkan waktu. Jadi, baik tingkah laku anak memang diturunkan maupun didapat dari interaksi dengan lingkungannya, akan lebih masuk akal apabila Anda menilai suatu kemajuan dari hal-hal kecil terlebih dahulu.

anak yang lain mungkin menggunakan ciri-ciri tersebut dengan cara negatif, seperti memaksakan kehendaknya setiap saat tanpa mempedulikan kepentingan orang lain.

Anda juga dapat melihat dari kehidupan sehari-hari bahwa bimbingan Anda dapat mengubah tingkah laku anak dalam berbagai situasi. Segala hal yang Anda lakukan untuk mengembangkan, mendukung, serta membina perilaku anak berpengaruh pada dirinya sekarang. Jadi, yang penting adalah interaksi antara unsur alam dan pola asuh. Kedua aspek tersebut tidak dapat berdiri sendiri.

Orang Tua dan Anak

Namun demikian, interaksi antara orang tua dan anak jauh lebih kompleks dari yang dibayangkan karena membesarkan anak pun akan mengubah Anda. Anda

© Ambillah pendekatan positif.

Setiap aspek kepribadian anak-termasuk yang menyulitkan-dapat digunakan secara positif jika Anda memberikan bimbingan dan dukungan yang tepat.

 

bukanlah sosok yang sama dengan diri Anda sebelum menjadi orang tua. Anda berubah, karena kepribadian Anda berbaur dengan kepribadian anak sewaktu Anda membesarkannya. Contohnya, jika anak Anda termasuk anak yang mudah khawatir, Anda akan memakai pendekatan yang lembut dan sangat hati-hati jika ingin memperkenalkan pengalaman baru padanya. Begitu pula sebaliknya, tingkah laku anak pun akan berbaur dengan tingkah laku Anda. Contohnya, jika Anda adalah orang yang temperamental dan mudah marah, anak Anda akan berhati-hati jika ingin menanyakan sesuatu kepada Anda. Dengan kata lain, perkembangan anak adalah hasil siklus interaksi yang terus-menerus antara kepribadian dasarnya dengan lingkungan sekitarnya. Setiap unsur tersebut saling mempengaruhi dan mengubah satu sama lain.

©Hargailah anak.

Anda akan lebih dapat mempengaruhi perkembangan tingkah laku anak jika ia merasa Anda menghargainya apa adanya dan tidak hanya menghargai prestasinya.

 

Kepribadian

Anak Sulung

Sebagai anak pertama di keluarga, anak Anda mendapatkan kasih sayang, perhatian, dan hal-hal lainnya secara penuh selama kira- kira beberapa tahun. Karena itu, tidak heran jika anak sulung biasanya memiliki prestasi akademis yang lebih tinggi dibanding adik-adiknya. Perhatian, waktu, dan rangsangan dari orang tua di tahun-tahun pertama kemungkinan besar memberinya kesempatan untuk maju lebih awal. Tetapi, ia juga merasakan tanggung jawab dan tekanan yang berat karena orang tua biasanya akan menuntut lebih dari dirinya. Hal ini membuatnya menjadi anak yang lebih mudah cemas dibanding adik-adiknya.

Yang Bisa Anda lakukan

  • Biarkan anak sulung Anda mengembangkan hobi dan keterampilannya.
  • Jangan menuntutnya untuk meraih prestasi akademis di sekolah hanya untuk memenuhi impian dan ambisi Anda sendiri.
  • Berilah ia semangat untuk mencoba berbagai macam aktivitas, di luar aktivitas akademisnya.
  • Beritahukan padanya bahwa semua orang terkadang membuat kesalahan dan semua orang pernah mengalami kegagalan.

Anak Tengah

Terlahir dengan memiliki kakak, berarti anak Anda akan terbiasa untuk berbagi sejak ¡a lahir (dengan asumsi bahwa jarak usia antara anak pertama dan kedua tidak terlalu jauh sampai-sampai si anak sulung sama sekali tidak terpengaruh oleh kehadiran adiknya). Para psikolog percaya, ketertarikan anak kedua kepada hal-hal yang tidak berbau konvensional berakar dari ketertarikan sang kakak akan hal- hal yang berbau akademis. Karenanya, anak kedua ini memilih gaya hidup alternatif daripada harus bersaing dengan kakaknya. Tetapi, mungkin juga anak yang lebih muda ini menyerap banyak informasi dari kakaknya, sehingga membuatnya kelihatan lebih tua dari usia yang sebenarnya. la lebih memilih aktivitas yang menuntut kreativitas karena aktivitas seperti itu memungkinkannya mengekspresikan keunikan diri, sekaligus menantang peraturan yang ditetapkan orang tuanya.

Yang Bisa Anda Lakukan

  • Hindari menggunakan prestasi anak sulung sebagai acuan bagi anak kedua. Hal ini hanya akan menurunkan semangatnya. Si tengah ingin tumbuh sebagai dirinya sendiri, bukan mengikuti jejak kakaknya.
  • Dukung ia untuk menyalurkan sisi kreatifnya.
  • Tetaplah berpegang pada peraturan yang ditetapkan dalam keluarga walaupun ia memprotesnya.

Anak Bungsu

Berapa pun jumlah kakak yang ia miliki, anak bungsu biasanya akan

Dukung dan dorong anak untuk mengembangkan bakat dan hobinya.

terlihat lebih percaya diri dan mandiri. Hal ini kemungkinan besar disebabkan karena sejak awal ia terbiasa untuk harus selalu berjuang demi mendapatkan apa yang dimiliki keluarga. la sering kali mendapatkan giliran terakhir dalam mendapatkan pakaian baru, memilih permainan, atau memberikan pendapat dalam diskusi keluarga. Karena itu, ia belajar untuk mengelola segalanya sendiri. Namun, bimbingan dari kakak-kakaknya bisa memberikan rasa aman dan kenyamanan emosional.

Yang Bisa Anda Lakukan

  • Ingatlah bahwa anak bungsu punya segudang keinginan dan perasaan, sama halnya dengan anak-anak yang lain.
  • la akan merasa bosan jika harus selalu menunggu giliran untuk mengemukakan pendapat. Jadi sesekali berikan ia giliran pertama.
  • Perlakukan ia dengan serius dan dengarkan pendapatnya.
  • Pastikan anak-anak yang lain tidak menganggap remeh idenya hanya karena ia paling kecil.

 

© Bagi segala sesuatu dengan adii.

Tidak ada alasan mengapa anak sulung harus selalu menentukan pilihan untuk adik-adiknya. Adik-adiknya juga bisa mendapatkan giliran pertama untuk menentukan pilihan.

© Sebisa mungkin hindari membandingkan anak-anak Anda.

Anak-anak bisa saling menyayangi tanpa harus menjadi seperti kakak/adiknya. Membanding-bandingkan anak bisa menimbulkan masalah yang berakibat négatif.

©Pahamilah dampak urutan kelahiran.

Setelah Anda mengetahui bahwa ada tekanan-tekanan tertentu yang berkaitan dengan urutan kelahiran dalam keluarga, pastikan bahwa tekanan tersebut dapat dikelola dengan efektif.


Misalnya, sebuah keluarga bisa:

  • Dikepalai oleh orang tua tunggal (baik ibu maupun ayah).
  • Terdiri dari orang tua kandung dan orang tua tiri, ditambah anak-anak dari salah satu pihak atau keduanya.
  • Memiliki anak-anak yang usianya terpaut jauh.
  • Dipimpin sepasang orang tua yang masing-masing tinggal di kota yang berbeda pada hari-hari kerja karena tuntutan pekerjaan.

Seperti apa pun struktur keluarga Anda, anak sangat memerlukan Anda seperti halnya anak-anak generasi sebelumnya. Kehidupan sosial yang semakin kompleks juga membuat dunia anak semakin kompleks. Tetapi, kebutuhan dasar emosionalnya untuk dicintai, dihargai, disemangati, dan distimulasi tetaplah sama. Tanggung jawab untuk membesarkan dan membimbing tingkah laku anak masih menjadi tugas Anda, seperti apa pun struktur keluarga dan kondisi pekerjaan Anda.

Kehidupan di rumah masih menjadi kunci psikologis bagi perkembangan anak. Melalui hubungan keluarga yang positif, anak mulai membangun kepercayaan diri, identitas, keyakinan diri, dan tujuan hidupnya. la mengandalkan Anda untuk mem- berikan kasih sayang, bimbingan,

Saat orang tua sedang sibuk, kakek dan nenek bisa memberikan perhatian khusus yang amat bermanfaat.

O Hargai kakek dan nenek.

Tak bisa disangkal lagi, kakek dan nenek biasanya memiliki pendapat kuat yang terkadang terkesan meremehkan otoritas orang tua. Tetapi, Anda tetap saja harus memperlihatkan pada anak bahwa Anda menghargai mereka.

Hubungan yang positif dengan anggota keluarga lainnya memberikan dukungan yang penting bagi anak.

dukungan, dan semangat. Setiap keluarga inti dalam bentuk apa pun adalah wadah yang memungkinkan anak untuk dapat mengembangkan potensinya secara optimal.

Keluarga Besar

Keluarga besar juga bisa berperan aktif dalam kehidupan anak, misal- nya anak-anak kecil lain dalam keluarga, seperti keponakan Anda. Anak dapat mempelajari keterampilan bersosialisasi yang penting dengan bermain bersama sepupunya. la juga bisa mendapat- kan ide-ide baru dan merasakan pengalaman baru. Bagi seorang anak kecil, sepupu adalah saudara yang sangat istimewa walaupun mereka hanya saling bertemu sesekali pada pertemuan keluarga.

Lalu, ada juga paman dan bibi. Dalam banyak keluarga besar, kerap terdapat hubungan emosional yang erat antara paman dan bibi dengan keponakan. Contohnya, kadang-kadang seorang anak mau menerima nasihat dari pamannya walaupun ia menolak nasihat yang sama dari ayahnya. Ini terjadi karena terdapat perbedaan sifat hubungan antara keluarga besar dan keluarga inti. Tiap hubungan ini memiliki peran tersendiri dalam kehidupan anak.

Q Selesaikan pertikaian.

Cobalah menyelesaikan perbedaan pendapat dengan anggota keluarga besar secepat mungkin. Anak bisa menjadi kesal dan dirugikan dengan adanya suasana tidak menyenangkan yang berlarut-larut di dalam keluarga.

Terakhir, ada juga kakek dan nenek. Anak-anak hampir selalu memiliki hubungan khusus dengan kakek dan neneknya, yang biasa- nya lebih sabar dan memanjakan serta memiliki lebih banyak waktu untuk diluangkan bersama cucu. Kakek dan nenek juga sering kali menjadi pengganti babysitter yang sangat berguna! Tentu saja, kakek dan nenek (dan juga anggota keluarga yang lain) kadang-kadang bisa menjadi sumber kekesalan dan bahkan mungkin memiliki pendapat yang berbeda mengenai cara membesarkan anak. Hal ini biasanya tak ragu-ragu mereka praktikkan tanpa diminta. Namun demikian, mereka bisa menjadi

O Hargai peranan Anda sendiri.

Ingatlah bahwa peran keluarga inti dalam kehidupan anak tetap sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak walaupun perubahan terus terjadi dalam kehidupan.

bagian penting dari kehidupan anak, mulai dari masa kanak-kanak hingga dewasa.

Kakek dan nenek juga dapat membangkitkan kepekaan si kecil akan tradisi dan sejarah keluarga yang diwariskan secara turun- temurun. Mereka bisa mencerita- kan pada anak bagaimana Anda semasa kanak-kanak. Ini adalah hai yang menyenangkan dan menjadi sumber informasi bagi anak yang sedang tumbuh, serta dapat membantu memperkuat hubungan antar-generasi di keluarga Anda.

©Selenggarakan acara berkumpul bersama keluarga besar secara teratur.

Usaha keras yang dibutuhkan untuk merencanakan acara kumpul keluarga semacam ini selalu membuahkan hasil yang memuaskan. Acara ini bisa mem- pererat ikatan keluarga dan menegaskan peranan tradisi dalam kehidupan anak.


Perceraian

Kemungkinan besar, anak menyukai keluarga yang ia miliki saat ¡ni (selama stres yang ia rasakan di rumah tidak terlalu berat). Tentu ¡a akan sesekali menangis, berteriak, dan marah pada Anda dan pasangan. Namun, kehidupan keluarga secara utuh adalah bagai batu penyangga bagi anak. Perpisahan dan perceraian akan merampas rasa aman ini darinya. Akibatnya, tidak mengherankan jika si kecil mungkin menentang kenyataan saat dunia emosional yang telah ¡a kenal sekian lama di rumah akan berubah. Dalam kasus tertentu, perceraian juga menyebabkan si anak harus berpindah rumah, apabila perceraian tersebut melibatkan pergeseran kemampuan keuangan dan daya beli.

Riset secara konsisten menunjukkan bahwa dalam sebagian besar kasus, anak yang terus berhubungan secara teratur dengan kedua orang tuanya tidak akan goyah secara emosional setelah perpisahan atau perceraian orang tua. Kemungkinan besar anak Anda akan tetap menyayangi Anda dan pasangan, apa pun yang menjadi penyebab perpisahan Anda berdua.

Saat terjadi perpecahan dalam keluarga, anak membutuhkan kedua orang tuanya untuk memberikan kestabilan emosi serta rasa aman.


o Tanggapi perasaan anak dengan serius.

Walaupun Anda juga sedang dibebani rasa kehilangan, perasaan anak sangat jelas. Emosinya juga penting seperti emosi Anda.

O Berikan penjelasan.

Katakan pada anak tentang apa yang terjadi—jangan menyembunyikan kenyataan darinya. Usahakan memberi penjelasan dengan bahasa yang dapat ia mengerti, dengan menggunakan kata-kata dan istilah yang sesuai dengan usianya.

Yang Bisa Anda Lakukan

Anak Anda tidak man memilih salah satu dari kedua orang tuanya jadi janganlah membuatnya berada di posisi seperti itu. Apa pun per- tikaian yang terjadi antara Anda dan pasangan, cobalah untuk menyelesaikannya saat anak tidak berada di dekat Anda. Jangan menyeretnya ke dalam konflik karena itu akan membuatnya merasa lebih buruk. Apa pun yang Anda lakukan, jangan membuatnya merasa bertanggung jawab.

Banyak anak yang merasa bersalah dan banyak yang mempunyai kesetiaan yang terpecah pada kedua orang tuanya.

Ketika perpisahan terjadi, suasana akan terasa menyedihkan. Tetapi, Anda bisa membangun kembali kehidupan keluarga Anda. Anda akan bekerja keras untuk memper- baiki situasi bagi anak. Anda serta mantan pasangan harus

Q Cobalah untuk jujur.

Ketika sedang mengalami perpisahan, perceraian, atau duka cita, berikan jawaban yang jujur atas pertanyaan yang disampaikan anak. Jika Anda memberikan penjelasan yang tidak benar saat itu,

Anda tetap harus mengatakan yang sebenarnya di kemudian hari. Tetapi, berhati-hatilah. Jangan sampaikan detail yang tidak perlu diketahuinya.

mengutamakan kepentingan anak di atas kepentingan Anda berdua. la membutuhkan kestabilan, bukan kekacauan, serta ketenangan, bukan kesinisan. Yang lebih penting lagi, si kecil membutuhkan akses yang mudah untuk bertemu dengan orang tuanya kapan saja (kecuali jika ini membahayakan secara fisik). Perlu diingat juga, kedua orang tua perlu menerap- kan pola asuh yang konsisten.

Berduka

Mengingat kenyataan bahwa orang dewasa pun harus berjuang untuk memahami konsep kematian, tentunya Anda bisa membayangkan betapa sulitnya bagi anak untuk memahami keadaan ini. Anda mungkin akan melihat, misalnya, ketika Anda dengan hati-hati berusaha menjelaskan bahwa neneknya telah meninggal dunia, tak lama kemudian ia pun bertanya apakah

O Biarkan anak berbicara.

Anak memerlukan kesempatan untuk mengutarakan perasaannya. Terkadang Anda mungkin akan merasa tidak nyaman dengan apa yang ia lontarkan, tetapi ia harus diberi kesempatan untuk mengutarakannya, sekalipun pendapatnya berisi kritikan terhadap Anda.

ia masih bisa mengunjunginya seperti biasa. Sama seperti Anda, ia perlu waktu untuk membiasakan diri dengan konsep kematian dan duka cita.

Penelitian menunjukkan bahwa balita pun bisa merasa sangat berduka. Dengan kata lain, anak juga merasakan kesedihan yang sama seperti yang dirasakan orang dewasa. Karena itu, ia memerlukan dukungan yang sama besarnya dengan Anda selama masa sulit ini. Masalahnya, orang dewasa sering kali terlalu larut dalam rasa sedihnya sendiri, sehingga kurang memperhatikan rasa sedih yang pada saat bersamaan juga dialami si kecil.

Yang Bisa Anda Lakukan

Perhatikan perubahan dalam tingkah laku anak yang mengindikasikan bahwa ia mengalami stres. Selain hal-hal yang terlihat jelas, seperti menangis, cobalah perhatikan tanda-tanda lainnya, seperti sulit tidur, mengompol, mudah marah, hilang nafsu makan, sering bertengkar dengan teman, dan tidak mau bermain. Salah satu atau semua tingkah laku tersebut serta perubahan lain dari tingkah lakunya yang biasa, bisa menunjukan bahwa ia tengah berduka. Selama periode ini, anak memerlukan perhatian dan kasih sayang yang lebih dari Anda.

O Cobalah melihat masa depan.

Sesedih apa pun Anda dan anak Anda saat ini, kesedihan itu akan berlalu. Dengan saling memberi dukungan, rasa kehilangan Anda lambat laun akan mereda.


0 Ajarkan anak latar belakang budayanya.

la akan menarik manfaat dari pemahamannya akan masa lalu. Hat ¡ni memberi kesempatan baginya untuk mengenal asal-usulnya dan memberikan arah untuk masa yang akan datang.

Pengaruh budaya yang tidak berhubungan dengan keyakinan dan pola pikir orang tua adalah latar belakang etnis. Setiap etnis memiliki sistem keyakinan tersendiri yang sangat berperan dalam membentuk tingkah laku anak.

Nilai-Nilai Budaya

Budaya tempat anak dibesarkan dapat dijelaskan sebagai nilai-nilai, pola pikir, dan keyakinan yang dianut oleh sosok-sosok utama dalam kehidupan anak. Misalnya, Anda mungkin sangat meyakini konsep saling menghargai sesama manusia, atau bahwa kekerasan fisik antar-anak tidak bisa ditoleransi. Anak Anda akan menyerap hal tersebut dan membentuk pandangan sendiri akan dunia yang merefleksikan nilai-nilai tersebut.

Anak dapat mengalami kesulitan menyesuaikan diri jika nilai-nilai budaya dalam kehidupannya, baik yang didapat dari orang tuanya maupun dari sistem keyakinan budaya yang lebih luas yang berhubungan dengan latar belakang suku, tidak sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam dunianya sehari- hari. Misalnya, anak yang terbiasa diajari menyelesaikan konflik melalui diskusi ketimbang kekerasan akan menghadapi

Rangsanglah anak dengan informasi yang sesuai usia dan minatnya.

0 Beri penjelasan mengenai ritual keagamaan.

Selain mengajaknya ikut melakukan ritual keagamaan, jelaskan makna ritual tersebut padanya agar ia dapat memahaminya dengan baik.

Memperkenalkan anak kepada agama dan kebudayaan lain dapat membantunya berbaur dengan dunia sekitarnya.

perjuangan berat jika dihadapkan pada seorang anak yang memiliki kebiasaan yang bertolak belakang. Tugas Anda adalah membantunya untuk berbaur dengan dunia luar dengan tetap memegang teguh nilai-nilai yang dianut keluarga. Ini adalah suatu hal yang tidak mudah.

Agama

Anak pada dasarnya sangat mudah percaya dan pada umumnya merasa nyaman dengan konsep keberadaan sosok Tuhan, yang menyayangi dan menjaganya setiap saat. Anak yang masih kecil sering kali mengekspresikan kepercayaan agamanya—yang diajarkan kedua orang tuanya-dengan penuh

O Beri ia rasa percaya diri akan budayanya.

Siapkan dirinya bahwa saat ia berbaur dengan anak-anak lain, ia akan menghadapi beberapa tantangan terhadap nilai-nilainya. Dorong ia untuk merasa bangga atas nilai-nilai yang ia yakini.

keyakinan. Keragu-raguan adalah hal yang tidak lazim pada anak kecil. Karena itu, agama yang Anda anut akan sangat mudah diajarkan pada si kecil, tidak peduli apa pun agama Anda.

Jika agama berperan penting dalam kehidupan Anda, anak akan terpesona dan ingin selalu mengambil bagian dalam ritual keagamaan yang Anda lakukan. Misalnya, ia akan begitu menantikan saat-saat ketika Anda mengunjungi tempat peribadatan dan melakukan acara ritual yang berhubungan dengan hari besar keagamaan. Apalagi jika hari besar itu juga dirayakan oleh seluruh anggota keluarga lainnya.

Walaupun dasar agama Anda tidak terlalu kuat, anak Anda akan

O Perluas pengetahuannya.

Tidak cukup bagi anak untuk hanya menerima dan menghargai nilai-nilainya sendiri. la juga harus menghargai kebudayaan orang lain. Cobalah memperluas pikirannya melalui diskusi dan penjelasan-penjelasan.

sangat senang jika diikutsertakan dalam acara keagamaan bersama Anda. Ketertarikan akan agama pada usia dini dapat menjadi dasar yang baik bagi sebuah komitmen seumur hidup.

Pahamilah

Penting bagi Anda untuk memahami berbagai dimensi kebudayaan yang ada dalam kehidupan anak. Cobalah berpikir tentang diri sendiri sejenak. Tuliskan tiga nilai yang Anda percayai dalam hal mendidik anak. Anda mungkin bisa menuliskan, ‘seorang anak perlu mendapatkan kasih sayang’, ’seorang anak tidak boleh dipukul’, dan ‘seorang anak harus diberitahu secara halus oleh orang dewasa’. Anda akan kaget melihat betapa erat hubungan antara tingkah laku anak Anda dengan nilai-nilai tersebut.

Q Beri ia pujian saat ia berpegang teguh pada nilai-nilai budayanya.

Tunjukkan bahwa Anda sangat bangga karena ia berpegang teguh pada nilai- nilainya saat anak-anak lainnya memaksanya untuk berlaku sebaliknya. Perlu keberanian ekstra untuk bisa melakukan hal tersebut.

Pengaruh Eksternal

Selain nilai-nilai dan kepercayaan yang dianut keluarga, anak Anda juga dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal, seperti acara televisi dan teman sebaya. Sulit untuk memastikan bahwa pengaruh faktor-faktor eksternal tersebut tldak bertentangan dengan nilai-nilai yang Anda tanamkan padanya. Anda tidak bisa selalu bersamanya dan nantinya ia juga harus belajar mengambil keputusan sendiri. Tetapi Anda bisa membimbingnya, memberinya strategi untuk memilah-milah tekanan dari luar yang bisa mempengaruhi tingkah lakunya.

 

O Jangan sembarangan meninggalkan video atau DVD yang tidak sesuai untuk anak di rumah.

Anak batita sangat ahli dalam mengoperasikan alat-alat elektronik—ia bisa menyalakan video dan DVD tanpa bantuan Anda.

Q Berilah ia nasihat mengenai periiaku yang baik di luar rumah.

Berdiskusilah dengannya sebelum ia bermain dengan teman-temannya. Pikirkan juga mengenai tekanan sosial dan berilah ia semangat untuk menjalankan nasihat yang telah ia ketahui.

untuk orang dewasa. Hal tersebut dapat menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua. Anak-anak yang menonton acara orang dewasa tidak akan mendapatkan manfaat apa-apa, malah ¡a akan kehilangan banyak hal. Dalam situasi seperti ini, televisi menjadi hal yang merugikan bagi perkembangan anak, bukan sebaliknya.

Saat merencanakan acara yang bisa ditonton anak, Anda harus memastikan bahwa ia menonton beragam jenis acara, tidak yang itu-itu saja. Dengan cara ini, efek negatif dari salah satu acara yang ia tonton dapat diimbangi dengan

Ada baiknya jika Anda mengawasi permainan komputer untuk memastikan bahwa materinya sesuai untuk usía anak Anda.

© Tentukan seberapa sering ia boleh menonton televisi.

Anda perlu menentukan berapa jam anak Anda boleh menonton TV setiap harinya. Ini juga bisa membantunya dalam perencanaan aktivitasnya.

efek positif dari acara lainnya. Karena itu, Anda harus terlibat secara aktif dalam membentuk kebiasaan menonton televisi. Ini berarti, Anda bisa memperboleh- kannya melihat film kesukaannya berkali-kali jika materi dalam film tersebut sesuai dengan usianya. Tetapi, cobalah untuk tetap memperkenalkan berbagai variasi acara padanya.

Anak-Anak Lain

Semakin besar anak, semakin bertambah pula teman-temannya, sehingga ia akan lebih mudah terpengaruh oleh pola pikir dan tingkah laku anak lain. Pada saat ini, ia mulai memberikan alasan atas segala tindakannya dengan mengatakan, 'Semua temanku melakukannya.' Tuntutan seperti

© Diskusikan acara televisi dengan anak.

Setelah selesai menonton sebuah acara televisi, cobalah berdiskusi dengannya mengenai ¡si acara tersebut. Minta ¡a menjelaskan pendapatnya mengenai acara itu. Ini akan mengembangkan kemampuannya berpikir kritis.

Televisi adalah media yang menghibur. Tetapi, bersosialisasi, membaca, dan berolahraga juga harus menjadi bagian dari pengisi waktu luang anak.

itu sudah mulai dialami sejak ia mulai masuk kelompok bermain. Memang, Anda mungkin sangat khawatir melihat betapa mudahnya anak terpengaruh oleh tuntutan sosial semacam itu.

Yang Bisa Anda Lakukan

Daripada menjadi semakin kesal pada anak Anda karena ia begitu mudah dipengaruhi teman- temannya, lebih baik Anda mencoba membantunya untuk menolak tekanan sosial yang buruk. Dengan begini, ia dapat berdiri sendiri dan mengambil keputusan sendiri. Cara yang paling baik adalah dengan memberinya penjelasan mengenai peraturan dan nilai-nilai yang dianut keluarga sejak dini.

Sebagai contoh, jelaskan mengapa ia tak boleh mengambil mainan te- mannya tanpa izin (karena ini akan membuat marah sang teman, karena ia juga tidak mau hal itu terjadi pada dirinya, dan lain-lain). Jika ia mengerti mengapa hal itu tidak boleh dilakukan, kemungkinan besar ia tidak akan tergoda melakukannya walaupun temannya memaksa. Namun, jika ia tidak mengerti mengapa Anda menciptakan peraturan tersebut, maka ¡a tidak akan kuat menolak ajakan teman­nya untuk melanggar peraturan itu.

©Jangan salahkan si korban.

Tentu saja akan ada kejadian ketika ia tidak bisa menolak pengaruh dari luar. Ini adalah hal yang alami. Daripada menyalahkannya, lebih baik jelaskan padanya mengapa tindakan tersebut tidak bisa diterima dan beri ia strategi untuk berpikir secara mandiri.


Ada waktu-waktu tertentu ketika Anda melihat anak melakukan suatu hal yang mengecewakan karena bertentangan dengan nilai dan standar yang telah Anda tentukan dan berlawanan dengan apa yang telah Anda ajarkan padanya. Situasi seperti ini dapat membuat Anda merasa tak berdaya dan berpikir bahwa pada akhirnya anak akan membentuk perilakunya sendiri tanpa mempedulikan pandangan dan bimbingan yang Anda berikan. Jangan tergoda untuk mengambil langkah pasif seperti ini.

Memanjakan 

Anak yang manja biasanya tidak disenangi teman-temannya dan juga tidak disukai orang-orang dewasa di lingkungannya. Permintaan yang sifatnya mau menang sendiri dan keinginan bahwa segalanya harus berpusat pada dirinya akan menjadi penghalang antara sang anak dan orang lain. Tetapi, tidak ada anak yang terlahir manja karena ini bukanlah ciri yang diturunkan. Memanjakan adalah hal yang dilakukan orang tua serta kakek dan nenek karena ini membuat mereka merasa senang. Jika Anda merasa anak Anda terlalu manja, lebih baik segera lakukan sesuatu daripada hanya menerima keadaan. Ini adalah hal yang bisa Anda ubah dengan mudah.

Pengaruh orang tua sangat penting bagi perkembangan anak.

O Buatlah target yang masuk akal.

Jangan berharap terlalu banyak dan terlalu dini. Jika Anda ingin mengubah tingkah laku anak, lakukan sedikit demi sedikit.

Yang Bisa Anda Lakukan

Untuk melakukan perubahan, pahami lebih dulu motivasi Anda. Untuk memulainya, cobalah memikirkan beberapa alasan yang mungkin menyebabkan anak menjadi manja:

  • Apakah Anda membiarkan kakek dan neneknya memanjakannya?
  • Apakah Anda bekerja sehingga mencoba mengganti waktu yang tidak bisa Anda habiskan bersamanya secara berlebihan dengan terlalu memanjakannya di rumah, serta selalu menghindari konflik?
  • Apakah Anda merasa masa kecil Anda kurang bahagia sehingga Anda membanjirinya dengan hadiah dan kebebasan, dan berharap masa kecilnya akan lebih baik dari Anda?

Jika Anda merasa penyebab anak Anda menjadi manja adalah kakek dan neneknya yang selalu membiarkannya melakukan apa saja yang ia kehendaki, cobalah berbicara dengan mereka mengenai hal ini, bukan dengan anak. Jelaskan kesulitan yang Anda rasakan akibat perlakuan mereka. Tetapi, tekankan pula bahwa Anda mengerti alasan mereka melakukan hal tersebut adalah karena rasa sayang. Namun, jelaskan pula masalah yang akan timbul akibat

Membiarkan anak mencoba sendiri hal-hal baru akan membantunya tumbuh dengan rasa percaya din dan mampu menjaga diri.

perlakuan tersebut saat cucu mereka berbaur dengan orang lain.

Jika Andalah yang selama ini memanjakan anak, segera lakukan sesuatu. Cobalah untuk mulai ber- kata 'tidak'. Ingatlah bahwa dalam jangka panjang, memanjakan anak justru akan merugikannya.

Terlalu Melindungi

Ini sama halnya dengan memanja­kan. Ketakutan anak akan keselamatan dirinya dan ketakutan akan pengalaman baru bisa timbul dari pola asuh orang tua. Memang benar jika Anda memilih menem- patkan keselamatan diri anak seba- gai prioritas utama dan melakukan apa saja untuk menjauhkannya dari bahaya. Tetapi, Anda harus membedakan antara menumbuh- kan perilaku yang sehat dengan menjadi orang tua yang terlalu melindungi sampai-sampai membuat anak Anda menjadi penakut. Langkah yang Anda ambil dalam hal ini akan sangat menentukan.

Yang Bisa Anda Lakukan


Lebih baik Anda mengajarkan si kecil yang sedang berkembang untuk menjaga dirinya sendiri daripada menyuruhnya tinggal di dalam rumah selama mungkin. la harus belajar menjaga dirinya sendiri dan ini tidak akan bisa dilakukannya jika ia tidak pernah diberi kesempatan untuk mengambil keputusan sendiri, khususnya yang menyangkut keselamatan dirinya.


0 Bertindaklah aktif, jangan pasif.

Daripada menentukan pola asuh secara pasif, cobalah menentukan pilihan yang positif sejak dini. Tetapi, bersiaplah pula untuk berubah jika diperlukan.

Pilihan yang Anda tentukan sebagai orang tua dipengaruhi oleh pengalaman Anda sendiri, termasuk bagaimana Anda dahulu dibesarkan, sikap dan nilai yang ditanamkan pada Anda oleh orang tua, dan beberapa ingatan tertentu dari masa kanak-kanak. Anda juga dipengaruhi oleh hal-hal yang berlaku saat itu, seperti kecenderungan sosial yang ada dan media. Tetapi, pada akhirnya Anda bebas menentukan ingin menjadi orang tua seperti apa Anda. Jadi, pikirkanlah hal ini masak-masak.

Jenis-Jenis Pola Asuh

Prioritas pertama adalah menen­tukan bagaimana Anda berencana mendorong perkembangan anak.

  • Sebagian orang tua menerapkan pola asuh berlandaskan peraturan. Dalam pola asuh seperti ini, orang tua secara jelas menentukan berbagai peraturan bagi anak sejak usia dini dan anak diharapkan mematuhi peraturan tersebut tanpa kecuali. Orang tua seperti ini sangat percaya bahwa ini adalah cara terbaik untuk mencetak anak yang stabil dan mudah menyesuaikan diri.
  • Sementara, sebagian orang tua lain menerapkan pola asuh berlandaskan kasih sayang.

Seperti apapun Anda sebagai orang tua, jika Anda menikmati waktu bersama anak, maka ia akan menikmatinya juga.

0 Jelaskan pilihan Anda.

Jelaskan pada diri sendiri mengapa Anda memilih menjadi tipe orang tua tertentu. Seharusnya, ada alasan yang baik dari pilihan Anda dan alasan ini harus mengutamakan anak.

Dalam pola asuh seperti ¡ni, kasih sayang, kepercayaan, dan hubungan keluarga dianggap lebih penting daripada kepatuhan secara buta pada peraturan.

Anda akan memilih pola asuh yang sesuai dengan kepribadian dan nilai-nilai yang Anda yakini.

Langkah selanjutnya adalah menentukan tujuan bagi anak Anda. Ini juga akan mempengaruhi pola asuh Anda. Sebagian besar anak memerlukan perpaduan dari berbagai target. Misalnya:

  • Jika Anda berpendapat prestasi akademis adalah tujuan utama dalam hidup.

Anda akan mencurahkan banyak waktu dan perhatian untuk melakukan kegiatan belajar

O Utamakan anak.

Anda dan anak Anda sama pentingnya. Tetapi, kewajiban Anda adalah menjaganya. Mengasuh anak akan menjadi lebih efektif jika didasari oleh kepentingan anak, bukan kepentingan Anda.

bersama anak Anda. Anda akan berusaha memberikan berbagai macam pengalaman belajar sejak dini dan mainan-mainan yang akan membantu proses belajar serta pemahaman akan konsep.

  • Jika Anda berpendapat keahlian bersosialisasi adalah hal utama dalam hidup. Anda akan lebih mencurahkan perhatian untuk membantu si kecil bergaul dengan nyaman bersama teman-teman sebayanya.

Kesuksesan dan Kegagalan

Meskipun Anda telah menetapkan Anda ingin menjadi orang tua yang seperti apa, pada kenyataanya Anda mungkin tidak akan dapat mencapai keinginan Anda begitu saja. Tidak ada salahnya memiliki keinginan, walaupun Anda tidak selalu dapat mencapainya. Tetap Lebih baik

O Coba cek lagi.

Cara terbaik untuk menilai apakah pola asuh yang Anda terapkan cocok dengan anak adalah kebahagiaannya, kesejahteraannya, dan perkembangannya secara keseluruhan. Jika ia tidak bahagia, cobalah berpikir lagi.

apabila Anda memiliki keinginan untuk menjadi tipe orang tua tertentu, daripada hanya menjalankan peran sebagai orang tua tanpa memiliki tujuan atau arah yang jelas.

Kadangkala, Anda berhasil mengendalikan anak Anda tepat dengan cara yang Anda inginkan, dan Anda akan merasa sangat bangga pada diri Anda. Tetapi di lain waktu, Anda mungkin akan merasa cara yang Anda gunakan tidak tepat. Akibatnya, rasa percaya diri Anda sebagai orang tua akan jatuh. Ini adalah hal yang sangat normal. Menjadi orang tua adalah kombinasi dari beberapa kesuksesan kecil dan juga kegagalan kecil.

Wajar bila Anda membandingkan diri dengan orang lain, ketika Anda mengukur kinerja Anda sebagai orang tua dengan apa yang dilakukan oleh orang tua lainnya. Tetapi, jangan selalu beranggapan bahwa mereka adalah orang tua yang lebih baik dari Anda hanya karena mereka menerapkan cara yang berbeda kepada anak mereka. Amati orang tua lainnya dan cobalah belajar dari mereka setiap kali ada kesempatan. Tetapi, cobalah untuk mempertahankan sisi-sisi positif yang ada dalam diri Anda. Bukankah hal-hal tersebutlah yang membuat si kecil begitu mencintai Anda?

O Terapkan perubahan, bukan rasa bersalah.

Hanya beberapa orang sangat beruntung yang berhasil menerapkan pola asuh yang tepat sejak awal. Umumnya kita belajar melalui kesalahan. Jangan merasa bersalah dan segera pikirkan langkah untuk berubah.


O Jadikan kegiatan rutin menjadi sesuatu yang menyenangkan.

Jadikan tugas-tugas pokok, misalnya memberi makan atau mengganti pakaian, menjadi sebuah permainan yang dilakukan sambil bernyanyi atau berbincang dengan anak. Ini juga bisa menjadi pengalaman belajar baginya.

Situasi bisa menjadi lebih rumit jika anak masih kecil, karena pada tahap ini Anda menghabiskan lebih banyak waktu bersamanya. Cara terbaik untuk mengontrol emosi Anda yang naik-turun adalah dengan metode pola asuh positif yang mendorong Anda untuk selalu berpikir positif.

Langkah Positif

Pola asuh positif tidak didasarkan pada kepura-puraan. Dengan kata lain, Anda tidak harus berpura-pura bahagia dengan kehidupan Anda sebagai orang tua jika sebenarnya Anda sangat lelah, kurang motivasi, dan kehabisan tenaga. Kepura- puraan bukan bagian dari pola asuh positif. Pola asuh positif menitik- beratkan pada nilai positif dengan menempatkan Anda sebagai peserta aktif yang membuat keputusan positif sebagai orang tua.

  • Lepaskan diri Anda dari rutinitas. Cobalah lihat kembali jadwal rutinitas Anda bersama si kecil. Tentukan kegiatan kese- harian Anda berdua yang paling menyita waktu dan tenaga Anda, lalu pikirkan bagaimana kegiatan tersebut dapat dilakukan dengan cara lain. Mungkin kegiatan itu bisa dilakukan pada waktu yang berbeda saat Anda tidak terlalu lelah, atau bahkan Anda bisa ber- henti melakukannya. Contohnya, bayi Anda tidak akan menderita

Sesekali, cobalah mengabaikan kewajiban rutin dan meluangkan waktu santai untuk membaca atau melihat foto bersama.

Q Akui prestasi Anda.

Tenaga dan waktu yang tersita karena sepanjang hah mengurus anak adalah bukti dari kemampuan Anda sebagai orang tua. Anda patut merasa bangga karena telah mengurusnya dengan baik setiap hari.

Kalau Anda membutuhkan sedikit waktu untuk diri sendiri, mintalah teman atau kerabat untuk menjaga anak Anda selama beberapa jam.

jika tidak mandi satu hari saja. Dengan mengatur kembali kegiatan rutin sehari-hari, Anda dapat mengurangi rasa letih Anda.

  • Kembangkan rasa percaya diri sebagai orang tua. Anda telah menunaikan suatu tugas walaupun terkadang ada saja hal yang tidak berjalan lancar. Tidak ada orang tua yang bisa mengasuh dan membesarkan anak dengan sempurna. Akui dan banggalah pada kelebihan Anda, daripada terus mengeluhkan apa yang Anda anggap sebagai kegagalan. Penghargaan atas apa yang sudah berjalan baik bagi Anda dan anak akan berkurang jika Anda terlalu banyak menghabiskan waktu memikirkan kesalahan. Apabila terlalu banyak menghabiskan waktu untuk memikirkan hal yang salah, Anda akan kurang menghargai apa yang sudah berjalan baik di antara Anda dan si
  • Hargai kemajuan dan prestasi anak. Selama masa pra-sekolah, si kecil terus berkembang dalam berbagai Kemungkinan besar setiap hari ia mengalami kemajuan pesat dalam perkembangannya; mungkin ia sudah bisa bergerak lebih cepat, menggunakan lebih banyak kosakata, atau berhasil

© Cobalah menempatkan setiap kritikan pada porsinya.

Kepercayaan diri Anda akan menurun ketika mendengar kritik dari orang lain. Ingatlah, ini hanya pendapat mereka.

Tetapi, jika Anda merasa komentar mereka henar, coba pikirkan kembali dan lakukan sesuatu untuk mengubahnya!

menyelesaikan jígsaw puzzle yang sebelumnya terlihat sulit untuk ia selesaikan. Hal-hal tersebut adalah bagian dari kebahagiaan sebagai orang tua. Jadi, pastikan kemajuan yang membanggakan ini melekat dalam benak Anda dan menggeser ingatan akan masa-masa sulit yang Anda alami dengan anak. Katakan padanya bahwa Anda bangga akan kemajuannya. Kebahagiaan anak melihat reaksi positif Anda akan semakin memperkuat perasaan positif Anda dan membuat waktu yang Anda habiskan bersamanya lebih menyenangkan.

  • Ingatlah bahwa mengasuh dan membesarkan anak bukan

O Manfaatkan kehadiran babysitter secara efektif.

Anda bisa merasakan manfaat dari perubahan dalam rutinitas Anda. Mengatur babys/tter memang bisa menjadi tugas yang sulit. Tetapi, Anda akan merasa lebih baik setelah ini menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.

pekerjaan Anda seorang.

Apakah Anda memiliki pasangan atau tidak-dan jika Anda memiliki pasangan, tentu pasangan Anda juga harus mengambil bagian dalam pembagian tugas sebagai orang tua-keluarga dan teman dekat Anda juga bisa dimintai tolong jika Anda mulai merasa kewalahan. Bantuan dari kakek, nenek, kakak, adik, atau bahkan teman, dapat meringankan beban Anda sejenak. Berhenti sejenak dari kewajiban mengasuh dapat memberikan Anda kesempatan beristirahat dan membangun kembali semangat Anda.

©Lihat kembali kenangan manís.

Melihat kembali kenangan lama anak Anda semasa kecil, seperti baju bayinya atau foto-foto keluarga, bisa membuat perasaan Anda lebih baik. Ini karena benda-benda tersebut mengingatkan Anda akan masa- masa bahagia dan pencapaian Anda semasa itu.

O Prioritaskan kerja sama.

Begitu Anda melibatkan orang lain dalam pengasuhan anak, kerahkan kemampuan Anda untuk membangun kerja sama yang harmonls.

 

Konsistensi

Betapa pun banyak atau sedikitnya jumlah orang dewasa yang berperan dalam pengasuhan anak Anda, semuanya harus bekerja sama agar anak diasuh dengan cara yang konsisten.

Pola asuh yang tidak konsisten, yaitu ketika salah satu orang tua menerapkan serangkaian peraturan sedangkan yang lain menerapkan peraturan yang berbeda sudah pasti akan membingungkan anak. la tidak tahu harus memuaskan keinginan siapa atau mengikuti standar peraturan yang mana.

Lebih parah lagi, ia mungkin akan mengadu domba kedua orang tuanya dengan mengatakan, 'Tapi kata Ayah/lbu boleh....' Konsistensi memberikan struktur bagi anak; ia akan tahu bagaimana tingkah laku yang diharapkan darinya. Sebaliknya, pola asuh yang tidak konsisten sering kali akan mengakibatkan ketidakbahagiaan bagi anak dan orang tuanya.

Hal ini juga harus diterapkan oleh semua pihak yang terlibat dalam pengasuhan anak, tidak hanya oleh pasangan. Anda harus bekerja sama dengan pengasuh agar anak tidak dituntut untuk selalu menyesuaikan diri dengan

Luangkanlah sedikit waktu pada saat menjemput anak untuk menunjukkan ketertarikan Anda pada bagaimana ia dan gurunya menghabiskan waktu di kelas.

Jangan berubah tanpa alasan yang jelas.

Pertahankan pandangan Anda mengenai perilaku ideal anak dan cara mendidik anak untuk berkelakuan baik, kecuali pihak lain yang terlibat dalam pengasuhannya memberikan alasan yang baik untuk mengubahnya.

 

Dengarkan dan Pelajari

Strategi utama untuk berbagi ide secara efektif dengan pengasuh anak adalah dengan mendengarkan pandangan mereka, kemudian mendiskusikan cara yang lebih sesuai untuk selanjutnya. Walaupun pada awalnya Anda tidak selalu setuju dengan mereka, tidak ada salahnya jika mendengarkan pendapat mereka. Jika mereka telah memiliki pengalaman mengasuh yang cukup lama, saran dan pendapat mereka bisa sangat membantu. Anda mungkin bisa belajar hal baru dari mereka. Tetapi, pada akhirnya Anda-lah yang berhak menentukan cara terbaik untuk membesarkan anak Anda.

standar yang berbeda, sesuai ketentuan orang yang sedang mengasuhnya saat itu. Bicarakan hal ini dengan orang-orang yang ikut mengasuhnya. Pastikan bahwa Anda dan mereka memiliki pemahaman yang sama dalam standar tingkah laku yang harus diikuti oleh anak Anda. Ini mungkin sangat sulit untuk dicapai, tetapi Anda niscaya akan memetik hasilnya kelak.

Tinjau Secara Teratur

Setelah mencapai kesepakatan da­lam pola asuh anak, jangan lupa<

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar