Peningkatan Kapasitas Pendidik PAUD Melalui Workshop Menulis

SEDIKITNYA, 98 orang guru PAUD dengan tekun mengikuti pelatihan menulis yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini (Direktorat PAUD) di Graha Sabha Dinas Pendidikan Profinsi Daerah Istimewa Jogyakarta yang digelar sejak 11  hingga 17 November 2018. 
 
Ketika membuka acara tersebut, Direktur Pembinaan PAUD, Dr Muhammad Hasbi menegaskan kegiatan menulis, tanpa disadari ternyata menjadi kriteria kemajuan suatubangsa.  Karena itu, pemerintah sangat mendorong keterampilan menulis juga dimiliki para guru PAUD di Indonesia. 
 
Dikatakan, saat ini sangat banyak kemajuan bangsa yang telah punah dan tidak dikenali hingga saat ini, karena tidak ada literatur yang ditemukan. Kemajuaan ilmu pengetahuan dan teknologi sendiri tidak terlepas dari kegiatan menulis. 
 
"Maka kegiatan penghimpunan ide dengan menulis akan melahirkan karya yang akan terus dihimpun, dibaca, diaplikasikan serta dikoreksi oleh penurus. Seperti yang saya harapkan kegiatan pelatihan menulis ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran PAUD di Indonesia," ujarnya. 
 
Sedangkan Kepala Subdit Program dan Evaluasi Direktorat PAUD, Muhammad Ngasmawi menjelaskan pendidikan literasi untuk anak usia dini bisa dimulai dengan kebiasaan membacakan buku cerita atau dongeng pada anak secara rutin. Meski terkesan seperti kegiatan sederhana, membacakan buku pada anak adalah tahap awal mengenalkan mereka pada dunia literasi.
 
Dikatakan, sebuah survei yang dilakukan oleh salah satu divisi Kementerian Pendidikan Amerika Serikat menunjukkan bahwa balita yang terbiasa dibacakan buku oleh orang tua mereka bisa lebih cepat mengenal abjad. Survei lainnya memperlihatkan keberhasilan balita dalam tahapan literasi awal, seperti menulis namanya sendiri, membaca atau berinteraksi dengan buku, serta menghitung hingga bilangan 20.
 
Disebutkan, tingkat literasi yang tinggi akan berbanding lurus dengan kemampuan seseorang untuk menerima, mengolah, dan menyikapi setiap informasi yang diterimanya. Oleh karena itu, pendidikan literasi yang diterapkan pada anak usia dini berperan sebagai pondasi bagi mereka untuk bisa memiliki kemampuan berpikir kritis dan logis ketika dihadapkan dengan berbagai situasi.
 
"Pola pikir kritis diperlukan sebagai investasi yang akan berguna saat anak mulai memasuki dunia masyarakat yang sebenarnya di masa mendatang," katanya.
 
Mengenalkan poin-poin utama dalam pendidikan literasi pada anak prasekolah akan membantu mereka mempersiapkan diri saat memasuki dunia sekolah. Perkembangan sosial-emosional, kognitif, bahasa, dan literasi adalah sejumlah aspek penting yang harus dimiliki anak. Aspek-aspek tersebut saling berhubungan satu sama lain dan dapat didukung dengan penerapan pendidikan literasi pada usia dini.
 
Tahapan literasi awal yang meliputi bahasa lisan dan tulisan serta pengetahuan mengenai angka dan huruf menjadi salah satu kunci keberhasilan anak prasekolah dalam membaca. Kemampuan ini akan bisa diandalkan ketika mereka mulai mendapatkan pembelajaran di sekolah. Eko

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar