Menumbuhkan Toleransi Beragama

   AnggunPaud - Toleransi beragama menjadi sesuatu yang sering diperbincangkan. Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki penduduk terbesar di dunia tidak dapat dipungkiri warga negaranya memiliki latar belakang suku, ras dan agama yang berbeda. Meskipun begitu, sangat disayangkan jika perbedaan tersebut justru yang menimbulkan kegaduhan, kebencian dan sikap anarkis lainnya.

   Perbedaan seharusnya menjadi hal yang wajar dan dapat dimaklumi bersama. Keragaman yang ada seharusnya menjadi kelapangan kita untuk menerima berbagai hal apa yang ada di luar diri kita. Melalui perbedaan kita dapat belajar bagaimana orang-orang melakukan hal yang berbeda. Kebencian yang sering ditunjukkan seharusnya dapat dicegah atau diminimalisir. Tentulah jika dibiarkan begitu saja, banyak generasi muda seperti anak-anak yang akan terkena dampak buruk.

    Anak-anak akan melihat apa yang dialami menjadi hal yang wajar dan menganggap apa yang dilakukan orang di sekelilingnya adalah suatu kebenaran. Maka sangat memperihatinkan saat ada orang tua yang mengajak anak-anaknya untuk membenci sesuatu yang disebabkan latar belakang agamanya. Tentulah hal ini menjadi sesuatu yang tidak baik. Orang tua sebagai orang dewasa tentulah harus menjadi contoh yang baik bagi anak-anaknya. Orang tua memiliki peran utama dalam pendidikan keluarga yang berpengaruh terhadap kelangsungan pertumbuhan kepribadian anak-anak.

    Anak-anak setiap hari berinteraksi dan bersinggungan dengan keluarganya.Tentulah apa yang dilakukan di sekelilingnya secara tidak langsung menjadi pesan dan alat peraga yang mengajarkan anak-anak. Sebab, anak-anak dalam perkembangannya dan kepribadiannya ditentukan dengan apa yang ada di hadapannya. Orang tua yang setiap hari menunjukkan kasih sayang pada sesama tentu akan memberikan kesan yang berbeda dibanding orang tua yang setiap hari menujukkan ujaran kebencian dan tindakan menyudutkan perbedaan lainnya. Dengan begitu, menumbuhkan sikap menerima perbedaan adalah penting dilakukan oleh orang tua kepada anak-anak.

   Banyak hal sederhana yang dapat dilakukan oleh orang tua dalam menumbuhkan sikap toleransi bagi anak-anak, di antaranya; Pertama, memberitahu anak bahwa kita tidak hidup sendirian. Bagaimana pun hal yang sering dilupakan oleh diri kita adalah bahwa kita adalah makhluk sosial. Orang tua sebaiknya mengajarkan kepada anak tentang pentingnya rasa hidup bersama. Anak-anak sejak dini dapat diajarkan bahwa kita sewajarnya menerima perbedaan sebagaimana tumbuhan yang beragam dan tumbuh bersama.

Kedua, memberitahu anak tentang pentingnya kasih sayang. Setiap manusia membutuhkan keharmonisan dan kenyamanan dalam kelangsungan hidup. Orang tua dapat memberitahu tentang kehidupan yang membutuhkan kasih sayang. Kasih sayang dibutuhkan oleh setiap orang, sebab manusia sudah menjadi naluri manusia sejak lahir. Orang tua dapat mengajarkan kasih sayang antar sesama. Dengan mengajarkan pentingnya kasih sayang. Anak-anak diharapkan dapat menerapkannya di lingkungan sekitar anak. Ceritakan pada anak, bahkan manusia sudah diberikan kasih sayang sejak dalam kandungan. Saat anak-anak ia menginginkan kenyamanan.

Ketiga, memberitahu bahwa kita hidup dalam keragaman. Selain keseragaman, hal yang ada di sekitar kita adalah keaneka ragaman. Benar, keanekaragaman di lingkungan terdekat anak sebenarnya dapat menjadi contoh dalam mengajarkan anak pada perbedaan yang ada. Orang tua dapat memberitahu anak bahwa keanekaragaman adalah contoh nyata untuk tidak mengelak pada perbedaan. Perbedaan bahasa, suku dan agama adalah berkat Tuhan yang harus kita syukuri. Hal ini akan menguatkan anak tentang pentingnya perbedaan untuk memperkokoh kesatuan. Di sinilah sejak dini, anak dapat ditanamkan rasa toleransi untuk membantu anak dalam bekal hidupnya.

Keempat, membantu anak bersikap baik pada orang lain. Terkadang orang tua perlu membantu mengarahkan anak tentang kebaikan pada sesama. Anak-anak dalam tumbuh kembangnya juga memerlukan perhatian yang dapat diberikan orang tua. Di sinilah orang tua sebaiknya dapat mengarahkan kebaikan saat anak mendapatkan kesempatan. Orang tua sebaiknya tidak membiarkan anak bingung saat dihadapkan kebaikan yang seharusnya dilakukan. Dengan begitu, anak akan memahami dengan mudah dan dapat melakukannya tanpa diarahkan orang tua. Hal itu wajar mengingat anak masih dalam tahap perkembangan sehingga ia membutuhkan alat penggerak untuk mengarahkannya dalam kebaikan.

Kelima, memberikan teladan bagi anak. Orang tua sebaiknya juga memberikan keteladanan untuk anak-anaknya. Dengan memberikan teladan, anak-anak dapat mencontoh dengan lebih baik. Ingat dengan ucapan ‘menasehati dengan perbuatan itu lebih ampuh dari pada menasehati dengan kata-kata’. Orang tua perlu mengajarkan kebaikan dalam memaklumi perbedaan di sekitar anak. Anak-anak yang ditunjukkan langsung bagaimana menghadapi perbedaan akan dapat mudah mengerti dan memahami. Demikian beberapa hal yang dapat diajarkan untuk menumbuhkan sikap toleransi pada anak. Sikap toleransi sangat penting ditanamkan sejak dini. Mengingat kita tumbuh dan hidup dalam perbedaan.

   Adapun mengapa toleransi itu penting untuk diajarkan, di antaranya beberapa alasan;

Pertama, menumbuhkan sikap kepedulian terhadap sesama. Sikap toleransi akan menumbuhkan kepedulian. Sikap peduli akan tumbuh dan berkembang dalam kepribadian anak saat ditunjukkan tentang pentingnya sikap toleransi. Mengajarkan untuk memahami perbedaan setiap orang.

Kedua, menjaga kesatuan. Toleransi dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga keharmonisan dalam kelangsungan hidup. Dengan bertoleransi, sejak dini anak-anak akan mengerti pentingnya persatuan dan kesatuan. Kesatuan sebagai prinsip dasar yang sebaiknya dilestarikan bagi setiap kelompok, komunitas atau perbedaan yang ada.

Ketiga, menciptakan keharmonisan. Siapa yang tidak menginginkan hidup harmonis? Setiap orang tentu menginginkannya. Tidak ada yang senang dengan ketidaknyamanan. Setiap orang menginginkan kenyamanan. Maslow bahkan menyebutkan kenyamanan sebagai kebutuhan dasar yang ingin dipenuhi manusia. Mengajarkan toleransi akan memberikan dampak yang baik pada anak. Anak yang diajarkan toleransi sejak dini akan memiliki banyak teman. Anak tidak mudah menyalahkan orang lain sebab ia memahami tentang perbedaan yang wajar dimiliki manusia.

Keempat, menumbuhkan sikap hidup bersama. Sikap hidup bersama memang sebaiknya diajarkan anak sejak dini. Sikap hidup bersama dapat dicontohkan dengan sikap gotong royong, berbaur, bekerjasama atau kegiatan lain yang melibatkan orang lain. Sama halnya dengan sikap toleransi yang akan menumbuhkan sikap hidup bersama. Anak-anak dapat diberitahu bahwa perbedaan yang tidak prinsipil tidak perlu dicemaskan. Orang tua dapat menjelaskan bahwa yang terpenting adalah dapat melakukan komunikasi kebaikan melalui sikap toleransi dan memahami perbedaan. Dengan begitu, anak dapat memiliki kepribadian yang baik.

 

sumber gambar : http://www.nu.or.id/

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar