Merangsang Keterampilan Bahasa Tulis si Kecil

   AnggunPaud - Salah satu kebahagian anak adalah ketika dia menemukan spidol berwarna-warni di atas meja. Tanpa sepengetahuan kita, dia pun akan mencorat-coret apa saja yang ada di hadapannya. Ia khusyuk dalam kepura-puraannya menulis, menggambar, atau sekedar melakukan corat-coret menarik garis, lengkung, dan ruang dua dimensi yang tak memiliki bentuk yang jelas. Mulai dari buku, meja, kursi, baju, hingga dinding-dinding rumah, semuanya tak luput dari goresan tangan mungilnya.

   Alhasil, tembok-tembok dihiasi dengan coretan, dan lukisan-lukisan abstrak karyanya yang luar biasa indah. Apakah ini bentuk kenakalan yang harus kita hentikan? Tunggu dulu. Saya kira, ini justru baik untuk perkembangan si Kecil. Tahapan awal dalam penguasaan alami menulis adalah ketika anak-anak membuat gambar atau coretan yang dirapatkan di satu sisi dan hanya berupa lingkaran atau garis-garus sudut yang tak beraturan. Selanjutnya, mereka akan berpura-pura membaca coretan tersebut. Mereka bertingkah seolah mengetahui coretan atau tulisan itu sebagai sesuatu yang bisa dibaca.

   Kenakalan ini bukalah sesuatu yang harus dilarang-larang. Namun perlu diarahkan pada bentuk aktivitas yang lebih positif dan bermanfaat bagi tumbuh kembang si Kecil. Nah, untuk merangsang kemampuan menulis anak, ada beberapa langkah yang bisa kita lakukan. Antara lain:

Pertama, membuat pusat menulis. Untuk memancing ketertarikan anak, kita bisa menyiapkan pusat menulis anak seperti papan tulis atau meja tulis dilengkapi dengan kertas, pena, pensil, spidol, penggaris, penghapus, atau kartu-kartu. Kita juga bisa mendesain ruangan semenarik mungkin dengan berbagai warna-warni sehingga membuat suasana tempat menulis lebih menyenangkan layaknya tempat bermain. Pusat menulis ini tidak harus berupa satu ruangan khusus. Namun bisa juga kita adakan di salah satu sudut rumah kita, atau bahkan di pojokan kamar si Kecil.

Kedua, memenuhi ruangan dengan berbagai buku, koran, majalah, katalog, poster dan sebagainya. Ketika setiap anak disuguhkan dengan pemandangan berupa tumpukan buku atau majalah, secara tidak langsung kita sedang menggugah rasa penasaran di dalam hati anak. Anak-anak memiliki rasa keingintahuan yang tinggi. Ketika rasa ingin tahu itu terus menumpuk dan membesar, maka keinginan untuk bisa membaca buku dan menguasai baca-tulis pun akan semakin meningkat.

Ketiga, menyediakan berbagai media tulis. Tahapan perkembangan setelah anak melakukan corat-coret gambar, biasanya anak-anak akan mulai membentuk garis-garis horizontal. Coretan anak bukan lagi berbentuk lingkaran atau lekukan-lekukan tak jelas. Saat inilah anak-anak mulai bisa membedakan antara menggambar dan menulis. Pada tahapan ini anak-anak juga mulai mengenal bentuk huruf. Nah, untuk menjaga minat dan ketertarikan anak, kita bisa menyediakan berbagai alat tulis seperti pensil, pulpen, pena atau spidol warna, sehingga anak bisa memilih dan menemukan sendiri meterial atau alat tulis yang paling cocok bagi mereka. Cari alat tulis yang menarik, dan berwarna. Ketika anak bosan dengan satu alat tulis, pensil misalnya, dia pun masih bisa memilih menggunakan spidol berwarna. Dengan demikian, minat, waktu dan kesempatan anak untuk belajar pun akan tetap terjaga.

Keempat, membiasakan membacakan buku untuk anak. Membacakan buku sebenarnya kegiatan yang sederhana dan mudah. Namun, tidak semua orang tua bisa melakukannya. Padahal, manfaat dari membacakan buku sangatlah baik. Misalnya, memperkaya kosa-kata bagi anak, dan juga menanamkan nilai-nilai/karakter ke dalam diri anak melalui buku atau cerita yang kita bacakan. Selain itu, membacakan buku juga meningkatkan kemampuan berbahasa dan komunikasi anak. Kemampuan membaca dan menulis, akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan berbahasa dan berkomunikasi anak. Oleh karena itu, hal sederhana ini harus mulai kita biasakan sesering mungkin di sela-sela waktu kita.

Kelima, Jadikan diri kita sebagai model kegiatan menulis. Misalnya dengan menulis hal-hal sederhana, seperti daftar belanjaan, daftar kegiatan hari ini dan sebagainya. Anak-anak memiliki kecenderungan suka meniru hal-hal yang dilihatnya. Sehingga, keteladanan dan contoh perilaku yang baik akan lebih membekas di dalam dirinya daripada sekedar nasihat atau perintah yang tidak dibarengi dengan keteladanan. Kita juga bisa mengajak anak untuk menulis bersama-sama.

Keenam, membuat kotak pesan dan membiasakan anak menulis pesan. Kotak yang kita sediakan ini bisa berfungsi sebagai kotak untuk menampung pesan anak yang ingin disampaikan kepada kita. Atau, kita juga bisa membuat ‘kotak mimpi’. Kita mengajak anak untuk menuliskan cita-cita, mimpi, atau pun keinginannya di masa depan, lalu memasukkannya ke dalam kotak tersebut layaknya sedang menabung uang ke dalam celengan. Anak boleh menuliskan apapun untuk dimasukkan ke dalam ‘kotak mimpi’-nya tersebut. Selain membiasakan tindakan menulis, dengan ‘kotak mimpi’ kita juga tengah membuat pengalaman yang pasti akan sangat berkesan bagi anak di masa dewasanya kelak. Kita juga sedang menanamkan sikap keberanian untuk bercita-cita, serta optimis memandang hidup. Prinsip anak menulis adalah prinsip berulang. Semakin banyak anak mengulang menulis, maka jari-jari dan seluruh saraf di otaknya akan semakin terasah dan terampil dalam menulis. Sehingga, coretan-coretan pertama yang hanya berupa bentuk tak jelas, lingkaran sembarang, garis atau bulat kecil lama kelamaan membentuk seperti huruf. Seperti halnya ocehan bayi yang awalnya hanya satu atau dua patah kata, akhirnya bisa mulai meniru suara yang sebenarnya.

Ketujuh, membuat kerajinan tangan berupa huruf atau inisial dengan kertas. Aktivitas ini misalnya bisa kita lakukan dengan mengajak anak memotong huruf-huruf dengan gunting. Kita bisa mengajaknya membuat papan nama untuk ditempelkan di depan kamar anak, atau membuat gantungan kunci dengan inisial namanya. Biasanya, anak-anak akan sangat senang ketika belajar menulis namanya sendiri dengan baik dan benar. Dia juga pasti akan tertarik ketika kita ajak menghias papan berisi namanya. Kedelapan, mengajak anak-anak jalan atau melakukan kunjungan literasi. Kita bisa mengajak anak berkunjung ke perpustakaan, toko buku, ataupun kantor pos. Kunjungan ini bisa merangsang ketertarikan anak pada dunia tulis-menulis. Anak juga bisa mendapatkan udara segar dan pemandangan baru selain rumahnya yang lebih terbatas. Hal ini penting untuk mencegah kejenuhan anak. Juga penting untuk memperbarui dan mengisi ulang semangat belajar anak.

    Demikianlah beberapa langkah yang bisa kita tempuh untuk merangsang kemampuan anak dalam belajar menulis. Sehingga, kegiatan belajar menulis bagi anak akan menjadi aktivitas yang menyenangkan dan membahagiakan. Kemampuan membaca dan menulis bagi anak adalah hal yang penting, bahkan sejak usia pra-sekolahnya. Keterampilan membaca dan menulis bukanlah semata-mata tanggung jawab para guru. Melainkan juga tanggung jawab orang tua. Membekali anak dengan keterampilan baca tulis sejak sebelum masuk sekolah, akan sangat membantu kesuksesan proses belajar anak di tahapan selanjutnya. Dengan kemampuan ini, aka ada lebih banyak hal yang bisa dipelajari si Kecil di sekelilingnya ketika dia. Jadi, mari kita ajak si Kecil belajar menulis dengan semangat dan menyenangkan. 

sumber gambar : susieyakowicz.com/blog/

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar