Manfaat Bermain Sains

“Coba ambil batu dan masukkan dalam air,” kata ibu guru dalam sebuah kelas. Anak-anak secara bergantian mengambil batu kecil dan memasukkannya ke dalam air. Mereka kemudian berteriak, “Batunya tenggelam bu guru” “Sekarang masukkan daun ke dalam air” Kembali anak-anak bergantian mengambil daun dan memasukkannya ke dalam air. “Daunnya tidak tenggelam ya,” kata salah satu anak. “Iya” “Dinda coba masukkan kayu itu ke dalam air”. “Wah kayunya juga tidak tenggelam”. “Kayunya mengapung”.

Dialog ini terjadi pada saat kegiatan permainan sains sederhana dengan materi atau media dari alam sekitar yang mudah didapat seperti batu, daun, kapas, pensil dan lain-lain. Anak-anak begitu senang dan antusias memperhatikan kejadian berupa benda-benda melayang, mengapung dan tenggelam yang dimasukkan ke dalam air. Begitu sederhana, namun membuat anak bahagia.

Dari kegiatan ini tidak terasa anak sebenarnya sudah diperkenalkan dengan peristiwa sains, walaupun dengan permainan sederhana dan mudah. Bermain sains sesungguhnya dapat menstimulasi pengetahuan anak dalam perkembangan kognitifnya, di samping merangsang perkembangan sosial emosional, fisik maupun dalam menggali kreatifitas anak.

Dalam aspek perkembangan sosial emosional, bermain sains dapat menumbuhkan sikap  saling menghargai, berbagi, mandiri, berani dan percaya diri. Anak dilatih berani mengungkapkan ide dan pendapatnya melalui komunikasi sederhana yang dibangun dari kegiatan bermain sains. Sedangkan dari aspek fisik, anak mampu meggerakkan jari-jarinya sehingga membantu perkembangan motorik halus anak. Misal dalam kegiatan bermain di atas, anak melakukan kegiatan memegang dan memasukkan batu, kayu dalam air.

Dalam belajar sains sederhana, anak sesungguhnya belum belajar fakta sebenarnya tentang sains itu sendiri, karena mereka hanya ingin mencari tahu tentang pengetahuan yang dipelajari dari pengalaman bermainnya. Bagi anak, bermain adalah bersenang-senang. Oleh karena itu jika orang tua atau guru mampu memilih kegiatan yang menantang dan menarik minat anak dalam merangsang rasa ingin tahunya terhadap peristiwa sekitar anak dengan cara yang meyenangkan, maka kemampuan anak dalam aspek perkembangan akan tumbuh dan berkembang dengan baik.

Dalam menumbuhkan kemampuan kognitif anak melalui bermain sains, sebenarnya cara untuk itu dapat dipelajari dari pengalaman sehari-hari yang nyata dan sederhana. Asal dikemas dengan suasana yang menarik dan menyenangkan, hal ini akan membuat anak penasaran dan berupaya terus mencari jawaban. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan oleh orang tua atau guru dalam menumbuhkan kemampuan kognitif anak dalam bermain sains.

Pertama, menumbuhkan minat dan kepercayaan diri anak untuk bersama-sama mencari tahu suatu peristiwa sederhana di sekitar anak, misal tentang bermain warna. Menggali pengalaman anak dalam pencampuran warna dengan mengajak anak bermain mengenal warna dasar merah, kuning, biru. Kemudian anak-anak diajak mencampurkan warna-warna dasar tersebut dan melihat perubahan warna yang terjadi.

Kedua, menggali rasa ingin tahu anak dengan melakukan tanya jawab sederhana. Dengarkanlah ide dan pendapat anak dan tidak menyalahkan jawaban mereka. Pancinglah dengan pertanyaan-pertanyaan sederhana seperti yang telah dicontohkan dalam alenia pertama tulisan ini, jika anak tampak kurang aktif dalam bertanya jawab.  

Ketiga, saat kegiatan bermain sains, orang tua atau guru hendaknya membiarkan anak bereksperimen dan menjelajahi dan menemukan apa yang ingin diketahuinya. Jangan kaget jika suatu saat anak dengan bangga berteriak, “Bu guru lihat warnanya jadi berubah”. Ini akan menjadi lebih berkesan bagi anak, karena ia menemukan sendiri melalui pengalaman  mencampur warna.

Keempat, bereksplorasi dengan percobaan-percobaan sederhana dalam suasana gembira dan terus memberi motivasi agar anak mau melakukan kegiatan bermain sains. Secara umum anak-anak sebenarnya belum mengetahui bahwa apa yang dilakukan dalam bermain dan penemuan-penemuan di sekitarnya merupakan kegiatan yang berbau sains. Mereka menganggap apa yang dilakukan sebagai permainan yang mengasyikkan. Oleh karena itu praktik nyata dengan media sederhana dan menyenangkan akan membuat anak lebih mudah memahami konsep sains sederhana.

Berikut beberapa hal yang perlu dipersiapkan orang tua atau guru, agar mempermudah pemahaman dalam konsep sains melalu bermain.

Pertama, mencari ruang yang nyaman untuk kegiatan bermain sains yang dapat dilakukan di dalam kelas maupun di luar. Bermain sains dapat dilakukan di luar kelas seperti saat anak-anak beristirahat dengan mengajak mereka bermain bola sambil bercerita kenapa bola bulat dan lain-lain.

Kedua, bahan yang aman dan sederhana untuk anak bermain sains. Hindari penggunaan bahan-bahan yang berbahaya dan menimbulkan risiko.

Ketiga, di rumah maupun di sekolah, hendaknya orang tua dan guru selalu memberi kesempatan kepada anak untuk mengeksplorasi benda-benda di sekitar anak atau libatkan anak untuk mendengarkan penjelasan sains sederhana yang disampaikan guru atau orang tua.

Keempat,  anak-anak dapat diajak melihat dan mendengarkan tayangan yang ditunjukkan melalui gambar atau layar. Hal ini itu menghindari kejenuhan saat bermain sains. Kegiatan bermain sains sederhana akan membantu anak dalam perkembangan kognitifnya. Hal ini penting agar anak bertambah wawasan dan perbendaharaan ilmu tentang alam sekitar.

Kegiatan ini juga menumbuhkan kemampuan dalam mengamati. Anak menjadi pengamat yang baik jika orang tua atau guru sering mengajak mereka mengidentifikasi benda-benda yang dapat dilihat dan dirasakan melalui panca indera di lingkungan anak. Selain itu, kegiatan juga mampu menumbuhkan kemampuan dalam mengklasifikasi benda. Mengenal benda berdasarkan ukuran, jenis dan warna akan lebih mudah dipelajari dengan permainan sains.

Dengan kegiatan ini, anak aan menyukai ilmu pengetahuan. Hal ini akan menumbuhkan rasa ingin tahu yang ada dalam diri anak. Jiwa petualangannya akan tumbuh dengan pertanyaan-pertanyaan dan rasa ingin tahu yang besar dari dalam dirinya. Juga, kegiatan ini bisa membantu dalam pengembangan komunikasi. Anak terlatih menggunakan kata-kata berbau sains sederhana yang didengar dan dilihat baik langsung maupun tidak langsung.

Terakhir, dalam bermain sains, orang tua hendaknya tetap memperhatikan rambu-rambu yang berhubungan dengan usia dan perkembangan anak. Lakukan permainan sains secara bertahap dan menyenangkan, dari yang sederhana menuju yang lebih kompleks agar anak tidak bosan. Pendampingan dan bimbingan orang dewasa berfungsi agar anak termotivasi untuk mencari jawaban-jawaban terhadap apa yang dipikirkan dan diamati. *

Sikhah, guru Taman Kanak-kanak Pertiwi Bobosan Purwokerto Utara

sumber gambar : https://www.kidspot.com.au/t

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar