Kiat Menciptakan Momen Berkesan untuk Anak

Saat kita beranjak dewasa dan menua pasti banyak hal yang selalu kita ingat, misal saya selalu teringat saat diajak bermain layang-layang oleh ayah di sawah di musim panen. Hingga saya beranjak dewasa, setiap pulang ke kampung, saya selalu pergi ke sawah untuk sekadar mengingat masa kecil yang membahagiakan ini.

Memang momen ini hanya sebuah hal kecil. Namun, hingga sekarang saya beranjak dewasa selalu mengingat momen berharga ini. Mungkin terkadang kita merasa bersalah sering meninggalkan momen bersama anak, karena kesibukan kita. Apalagi bagi orang tua yang harus menitipkan anak pada pengasuhnya atau di TPA (Tempat Penitipan Anak) sejak dini. Jadi, sisihkan waktu untuk hadir pada momen-momen berharga bagi anak. Pastikan orang tua melakukan hal-hal ini untuk membuat masa kecil anak kita bahagia dan berkesan.

Cobalah, bacakan buku sebelum tidur. Seringkali orang tua sibuk bekerja hingga larut malam, sehingga waktu untuk anak hanya di malam hari. Oleh karena itu, jadikan momen sebelum tidur menjadi berharga dengan membacakannya buku dongeng. Tanpa disadari menghabiskan waktu sebelum tidur merupakan suatu momen pengikatan yang sangat mengesankan bagi anak. Kita dan anak pasti akan lupa bahwa hari ini telah kesal padanya, karena ia memecahkan vas bunga kesayangan, tapi ia akan ingat saat kita membacakan dongeng kesayangannya. Saat anak beranjak dewasa, ia akan selalu ingat bahwa di setiap tidurnya dibacakan dongeng oleh kita. Bukan itu saja, ia akan membacakan buku-buku masa kecilnya kepada cucu-cucu kita. Semua itu berkat kita yang telaten membacakan buku untuknya.

Manfaatkan tradisi keluarga untuk berdekat-dekat dengan anak. Pasti masih melekat sekali ingatan kita akan hal-hal yang kita lakukan dalam keluarga di hari-hari raya ataupun hari spesial. Misal, membuat kue saat lebaran tiba dan membagikannya pada saudara dan tetangga. Atau hal kecil lainnya, misal menonton film saat akhir pekan tiba. Tradisi keluarga seperti ini pasti akan selalu diingat oleh anak. “Dulu waktu kecil aku selalu bikin ini sama ibu, kalau sudah punya anak aku juga akan melakukan ini dengan anakku,” kata anak kita.

Bermainlah bersama anak. Saat hari libur tiba, coba ajaklah anak bermain permainan masa kecil kita. Misal, bermain a-b-c lima dasar, mewarnai kuku dengan bunga pacar, dan bermain membuat kemah-kemahan dengan atap daun pisang. Percayalah saat kita meluangkan waktu untuk bermain bersama anak, ia akan menghujani kita dengan cinta, karena kita telah menjadi sosok ayah dan ibu yang mau bermain dengannya di tengah-tengah kesibukan kita.

Hadirilah momen-momen berharga anak. Seringkali momen-momen penting di sekolah terlewatkan oleh orang tua yang sibuk bekerja. Sebisa mungkin aturlah waktu untuk hadir di momen berharga dan berarti besar bagi anak. Misal, momen pentas seni anak di sekolah, atau aneka lomba. Ia akan selalu ingat bahwa ayah dan ibunya selalu hadir untuk menyayangi dan mendukung di setiap momen berharganya.

Makanlah bersama anak. Saat jam makan, meja makan selalu saja sepi, hanya ada tudung saji yang terbuka dan makanan yang telah dingin. Masing-masing anggota keluarga punya waktu makan yang berbeda. Ibu yang setiap paginya sibuk mengurus anak sekolah dan ayah yang telah terburu-buru berangkat ke kantor, membuat tak ada waktu untuk sekadar makan bersama. Berikan mereka kenangan berharga dengan meluangkan waktu duduk di meja makan dan berbagi makanan, meskipun hanya bisa dilakukan di akhir pekan. Momen makan bersama tak harus selalu di luar rumah. Kita bisa membuat keseruan dengan memulainya belanja bahan makanan bersama di pasar, lalu memasak makanan kesukaan keluarga atau mencoba menu-menu baru, daripada membelinya di warung. Sensasi momen makan bersama pasti menjadi momen yang ditunggu-tunggu dan menjadi memori yang membekas dalam benak anak.

Dengarkanlah cerita anak. “Tunggu sebentar”, “Nanti saja. Bunda dan ayah sedang sibuk, main sediri dulu yah” Ini kata-kata yang sering kita ucapkan, jika anak ingin bercerita pada orang tua. Seringkali anak terabaikan dengan kesibukan yang sedang kita kerjakan. Mungkin saja anak akan menceritakan momen-momen kecil yang justru sangat berharga baginya. Akhirnya anak mulai bertingkah bawel, karena mereka meminta sesuatu. Namun, sebenarnya mereka hanya ingin kita mendengarkan cerita pengalamannya. Terkesan sangat sederhana memang. Namun, saat kita mampu menjadi sosok yang menaruh perhatian penuh saat anak bercerita, ia akan mengenang selalu bahwa, “Ayah dan Ibuku selalu mendengarkan aku”.

Berikan pelukan hangat. Jika kita mengingat masa kecil kita dan merasakan cinta serta kebahagiaan, itu tandanya masa kecil kita dipenuhi kasih sayang dari orang tua. Kita akan mengingat betapa pelukan itu menjadi sebuah kekuatan untuk menenangkan kita saat sedih, meyakinkan kita saat rapuh, juga ekspresi kasih sayang terhangat dari orang tua kita. Peluklah anak kita setiap waktu. Jadikan pelukan sebagai ekpresi cinta kita di saat bahagia, di tengah keberhasilannya dan kekuatan dalam kesedihannya. Anak akan merasa keberadaannya bernilai, dan mereka akan menjadi orang tua yang penuh cinta di suatu hari nanti.

Berliburlah bersama keluarga. Liburan keluarga adalah waktu untuk kita rehat sejenak tanpa memikirkan pekerjaan yang menggunung, mencoba pengalaman dan keseruan baru, serta mempererat ikatan cinta keluarga. Anak tak akan mengeluh meski liburannya hanya sekadar menonton film bersama atau berkunjung ke tempat wisata terdekat. Liburan juga tak selalu harus mengeluarkan bujet yang besar, namun kita bisa mengkreasikannya misal dengan berkebun, bersepeda keliling komplek atau berkunjung ke rumah kakek dan bermain di sawah.

Rencanakanlah dengan baik dan laksanakanlah. Jangan sampai membuat janji namun tak ditepati, sehingga anak pun kecewa. Mungkin saja momen-momen yang sering kita jalani sangatlah kecil dan sederhana. Namun yang perlu diingat, bahwa kita juga mempunyai kenangan masa kecil yang tak terlupakan. Oleh karena itu, buatlah setiap momen anak kita berharga dengan menciptakan kehangatan penuh di keluarga. Sehingga saat dewasa nanti, ia akan menyadari banyak sekali kenangan tanda kasih sayang kita yang terekam  di benaknya. *

Munasiroh, relawan pustaka di Rumah Kreatif Wadas Kelir, Purwokerto

sumber gambar : https://www.gograph.com/clipart/

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar