Cara Mengenali Kecerdasan Kinestetik

Zaka anak berusia 5 tahun terlihat kesulitan saat menghapal kosa kata. Ia hanya mampu mengulang beberapa kata bahasa asing saja saat diberi kesempatan untuk mengingat. Meskipun begitu, Zaka ternyata sangat menyukai pantomim. Saat Zaka ditunjukkan gaya pantomim, ia  menirukan gerakan pantomim itu. Seorang pemain pantomim memperlihatkan adegan makan dan minum. Kemudian Zaka juga menirukan gerakan tersebut secara persis. Peristiwa itu menunjukkan bahwa Zaka terindikasi memiliki kecerdasan kinestetik.

Kecerdasan kinestetik adalah kemampuan untuk menggunakan tubuh dengan trampil dan memegang objek dengan cakap. Kita mungkin sering melihat ada  anak yang tidak mudah letih saat berlari, namun dia akan mudah lelah saat menghapal suatu mata pelajaran. Maka itu indikasi bahwa anak tersebut memiliki kecenderungan yang lebih tinggi pada hal yang menyangkut gerak. Dalam hal ini, anak tersebut mudah menerima dan melakukan aktivitas psikomotorik. Ada banyak aktivitas-aktivitas psikomotorik yang sebenarnya dapat kita lihat, seperti menari, bermain bola, bermain basket atau berenang.

Howard Garner dalam bukunya Multiple Intelegence menjelaskan tentang sistem komputasi yang terjadi pada diri seseorang. Ada banyak sistem komputasi yang membuat seseorang cenderung memiliki kelebihan pada bidang tertentu. Salah satu sistem komputasi yang dijelaskan adalah kinestetik. Berikut beberapa indikasi seorang anak memiliki kecerdasan kinestetik.

Pertama, memiliki kesesuaian gerakan tubuh. Anak yang dapat dengan mudah menggerakkan tubuhnya dengan tepat menunjukkan kecerdasan kinestetiknya. Begitu juga dengan anak-anak yang memiliki kecepatan untuk menggerakkan anggota tubuhnya; anak yang mudah menangkap gerakan dan mudah mempraktikkannya; anak yang mudah mengayunkan kakinya, dan lain-lain.  

Kedua, kecenderungan pada domain psikomotorik. Anak-anak yang senang sekali bergerak biasanya menonjol dalam kecerdasan kinestetik. Ciri-cirinya, anak memiliki pembawaan tidak mudah diam; anak suka berlari-lari; anak jarang sekali melamun atau duduk diam secara manis; anak memiliki kecenderungan untuk selalu aktif bergerak.

Kemampuan psikomotorik yang menonjol ini memberikan keleluasan bagi anak untuk melakukan banyak hal. Saat anak mudah belajar untuk menggunting kertas, atau saat anak mampu meniru gerakan orang dewasa di hadapannya, anak-anak seperti itu memiliki kecenderungan psikomotorik yang lebih baik dari pada anak lainnya. Anak-anak memang belum memahami apa yang dilakukannya. Sebagai orang dewasa, orang tua dapat mengarahkan dan memberikan dukungan bagi anak. Dengan begitu anak akan senang dengan apa yang dilakukannya. Hal inilah bisa menjadi pendorong awal agar anak mulai mengasah bakatnya.  

Anak-anak memerlukan dukungan dari orang di sekitarnya. Dengan begitu, orang tua perlu mengetahui kondisi dan memahami potensi yang dimiliki anak. Anak-anak akan mudah menerima apa yang dikatakan oleh orang tuanya.

Ketiga, memiliki respon yang cepat dan tepat terhadap gerakan tubuh. Kecerdasan kinestetik membutuhkan ketepatan dalam suatu gerakan, sehingga ketepatan dan kecepatan berpadu menjadi suatu hal yang luar biasa pada diri anak. Anak-anak yang memiliki kecerdasan kinestetik cenderung menunjukkan respon cepat dalam menggerakkan sesuatu, misal dalam merespon gerak dalam sebuah komposisi tari atau pantomim. Orang tua yang telah menemukan bakat anak sebaiknya memberikan perhatian agar anak dapat percaya diri. Anak yang diberikan perhatian tentu akan merasakan hal berbeda.

Adapun manfaat orang tua memberikan perhatian serius terhadap bakat anak, yaitu pertama, anak memiliki kepercayaan diri. Anak-anak tentulah membutuhkan dukungan dari orang terdekatnya. Keluarga sangat mempengaruhi perkembangan anak, baik fisik maupun mental. Kepercayaan diri anak tidak saja tumbuh dari dalam diri anak. Orang tua juga dapat ikut membantu anak meningkatkan mental dan kepercayaan dirinya.

Kedua, membantu perkembangan anak. Orang tua sebaiknya memberikan perhatian kepada anak dalam perkembangannya. Orang tua sebagai orang dewasa tentu memiliki pengalaman yang lebih banyak dari pada anak. Orang tua dapat membagikan cerita mengenai perkembangan yang dilaluinya. Anak akan mengerti dan mencoba belajar, sehingga anak lebih mudah mengenal bakat yang dimilikinya.

Ketiga, mengenalkan bakat anak. Anak-anak tentu pada awalnya memiliki keterbatasan pengetahuan. Anak-anak masih membutuhkan pengarahan dari orang dewasa. Orang tua memiliki tanggung jawab untuk memberikan arahan yang baik pada anak. Orang tua dapat menunjukkan hal-hal sederhana untuk mengantarkan anak kepada bakat yang dimiliki. Misal, memperlihatkan anak mengenai beberapa profesi yang melibatkan kecerdasan kinestetik, seperti atlet renang, atau pelari. Orang tua juga dapat menunjukkan seorang penulis yang memadukan kecerdasan linguistik dan kinestetiknya, sehingga ia menghasilkan tulisan yang baik dan cepat.

Demikian, beberapa dukungan orang tua yang dapat diberikan kepada anak. Salah satu kecerdasan jamak seperti kecerdasan kinestetik sebaiknya memang dapat diperkenalkan kepada anak sedini mungkin. Orang tua yang melihat anak memiliki kecenderungan kinestetik yang lebih besar sebaiknya menanggapinya dengan baik. Anak-anak barangkali belum memahami dan mengenal bakat yang dimilikinya. Orang tua bertanggungjawab untuk mengarahkan dan memberikan dukungan. Dukungan yang baik akan dirasakan anak sebagai motivasi yang mendorong anak untuk terus mengembangkan bakat yang dimilikinya.

Mengenalkan kecerdasan kinestetik pada anak sejak dini akan membantu perkembangan anak lebih baik. Anak dapat lebih menfokuskan diri pada kecenderungan yang dimilikinya. Dengan begitu, anak-anak akan lebih meluangkan waktunya untuk melakukan aktivitas yang berkaitan dengan kecerdasan yang dimiliki anak tersebut. Perkembangan yang dilalui anak dapat digunakan dengan maksimal dengan bantuan dari orang terdekatnya. Keluarga, terutama orang tualah yang memiliki pengaruh lebih besar untuk ikut membantu mengembangkan kecerdasan anak. Anak-anak akan lebih dapat mendengar ucapan orang tuanya, sehingga hal ini akan memudahkan perkembangan anak dengan lebih baik.

Berikut beberapa aktivitas sederhana yang menunjukkan kecerdasan kinestetik anak. Pertama, menari. Menari ditunjukkan dengan gerakan tubuh dan kesesuaian dengan irama, sehingga menghasilkan seni gerakan tubuh. Saat anak-anak dapat menari lebih baik dan cepat menangkap gerakan yang dicontohkan dari seorang ahli, dapat dipastikan bahwa anak memiliki kecerdasan kinestetik lebih baik dari pada lainnya.

Kedua, berenang. Berenang adalah gerakan sewaktu bergerak di air. Olah raga ini membutuhkan tenaga fisik yang besar. Berenang juga merupakan kegiatan psikomotorik yang banyak melibatkan domain psikomotorik.  

Ketiga, pantomim. Pantomim adalah suatu seni pertunjukan teater yang menggunakan isyarat dalam bentuk mimik wajah dan gerak tubuh, sebagai dialog. Pantomim membutuhkan kesesuaian gerakan tubuh dan pengetahuan seni yang tinggi. *

sumber gambar : http://www.bevip.org

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar