Manfaatkan Lagu untuk Mendidik

      AnggunPaud -  Selain diciptakan untuk hiburan, lagu juga diciptakan sebagai media untuk mendidik. Lewat syair atau liriknya sebuah lagu mengandung pesan atau amanat yang harus dicermati baik oleh penyanyi maupun pendengarnya. Oleh karena itu lagu dapat dikategorikan sebagai karya edukasi, yakni karya yang bermanfaat untuk mendidik.

    Melihat kenyataan itu maka wajar ketika banyak orang memanfaatkan lagu untuk sarana edukasi baik di sekolah, di rumah, maupun di masyarakat. Lagu-lagu dimanfaatkan untuk menyampaikan pengetahuan, keterampilan, sikap, maupun tujuan pembentukan karakter. Lagu anak-anak banyak dimanfaatkan di kalangan dunia pendidikan sebagai sarana pembelajaran dan penanaman nilai-nilai karakter yang baik. Dengan lagu anak-anak dididik untuk bersikap dan berperilaku yang baik.

    Sadar atau tidak, hampir setiap lagu memiliki pesan moral dan amanat. Setiap komponis telah berusaha menyisipkan amanat yang baik itu dalam lagu baik secara terang-terangan (ekspilisit) maupun secara tersembunyi (impilisit). Pesan di dalam lagu yang bersifat eksplisit memang mudah dipahami. Sedangkan yang implisit memang perlu pemahaman secara cermat.

    Oleh karena itu para pendidik dan orang tua harus hati-hati dan perlu memahami isi liriknya agar dapat memanfaatkannya sebagai sarana edukasi yang baik dan menyenangkan. Meskipun sifat kesederhanaan dan kemudahan dipahami anak menjadi ciri-ciri lagu anak, namun bisa saja orang tua dan pendidik kurang cermat atau kurang peka memanfaatkan lagu tersebut. Fenomena yang ada, sementara ini lagu hanya dimanfaatkan untuk sarana hiburan. Padahal sebenarnya banyak lagu yang dapat dikupas syair atau liriknya kemudian dimanfaatkan untuk pendidikan.

    Berikut ini akan dikupas beberapa lagu anak-anak yang berkualitas dan terkenal dengan lirik yang mengedukasi anak-anak.

Bintang Kecil. Lagu ini diciptakan oleh Daljono. Lagu ini sangat terkenal hingga sekarang. Lagu ini tak lapuk dimakan usia. Bahkan boleh dikata anak-anak sangat identik dengan lagu Bintang Kecil. Pada lirik lagu Bintang Kecil terdapat dua lirik yang sangat mengesan dan memiliki pesan yang sangat bermanfaat bagi anak-anak. Betapa tidak, lagu ini telah membangun imajinasi anak yang luar biasa. Melalui lirik; Aku ingin terbang dan menari, jauh tinggi ke tempat kau berada, telah memotivasi anak-anak untuk menggapai cita-citanya. Melalui syair itu orangtua perlu menjelaskan kepada mereka tentang makna syair itu, bahwa manusia harus berusaha meraih cita-citanya. Pesan lainnya sangat implisit.

    Dalam syair lagu tersebut disuguhkan beberapa kosa kata bintang, langit, angkasa.  Kata-kata tersebut semua terkait dengan alam semesta yang begitu raya. Ini mengandung amanat agar anak-anak mengetahui siapa yang menciptakannya. Dan ini mengingatkan bahwa ada kekuasaan yang telah menciptakan itu semua yakni Tuhan. Maknanya, anak-anak diedukasi untuk mengenal alam sekaligus penciptanya.

Pelangi, lagu ini bermaksud membangun kekaguman anak terhadap ciptaan Tuhan. Menyaksikan keindahan pelangi bermanfaat untuk mendekatkan diri kepada Tuhan pula. Hal ini dapat diperhatikan dalam salah satu bagian liriknya; Pelukismu agung, siapa gerangan, yang kemudian ditegaskan dengan syair jawaban ; pelangi-pelangi, ciptaan Tuhan. Lagu tersebut menyuguhi anak-anak pengetahuan tentang spektrum warna pelangi. Anak-anak diharapkan mampu mengetahui berbagai warna dalam pelangi. Bahkan lebih jauh lagi orangtua dapat mengeksplorasi pengetahuan lain tentang bagaimana terjadinya pelangi dan hal lain yang terkait dengan pelangi itu sendiri. Dari syair ini orangtua diharapkan mampu memanfaatkan lagu ini untuk membangun pengetahuan tentang pelangi sekaligus menumbuhkan sikap spiritual yakni ketaqwaan terhadap Tuhan.

Balonku, lagu Balonku diciptakan oleh Pak Kasur. Lagu tersebut bermanfaat untuk membangun kemampuan kognetif anak-anak. Dengan syairnya yang berbunyi; balonku ada lima, hijau kuning kelabu, merah muda dan biru, meletus balon hijau, balonku tinggal empat, telah mengajak anak-anak untuk membangun kemampuan kognetifnya. Selain diajak menghafal beberpa macam warna, anak-anak juga diajak berhitung sederhana. Meski itu termasuk berpikir tingkat yang paling sederha, namun demikian mereka telah diajak untuk berpikir.

Menanam Jagung,  "Ayo kawan kita bersama, menanam jagung di kebun kita, ambil cangkulmu, ambil pangkurmu, kita bekerja tak jemu-jemu, cangkul, cangkul, cangkul yang dalam , menanam jagung di kebun kita "(Ibu Sud). Syair di atas sangat sederhana dan jelas sekali maknanya sehingga sangat mudah dihapal anak-anak. Lagu tersebut mengandung pesan agar anak-anak mau bekerja apa saja termasuk bekerja di dunia pertanian. Anak-anak diajari untuk bertanam di kebun dengan semangat dan riang gembira. Selain itu lagu ini juga berfungsi mengasah kemampuan kognetif. Anak-anak disuguhi kosa kata bidang pertanian yang sangat sederhana. Perhatikan kata; cangkul dan pangkur, yang merupakan alat pertanian. Juga kata kebun dan menanam yang merupakan kosa kata bidang pertanian pula. 

Lihat Kebunku, Lihat kebunku penuh dengan bunga (Ibu Sud). Lagu ini sangat sederhana namun kandungan pesan moralnya sangat tinggi. Melalui syair-syair yang sangat mudah dihafal, anak-anak diajak untuk mencintai sesama makhluk Tuhan yakni tumbuhan, khususnya bunga. Gambaran bunga di kebun telah dibangun penciptanya sehingga muncul imajenasi indah pada anak-anak tentang bunga-bunga. Syair itu telah berfungsi membangun imajinasi anak. Fungsi lain adalah mengajak anak berpikir kognetif pula yakni sebuah pengetahuan tentang bermacam-macam jenis bunga (mawar dan melati) yang merupakan jenis bunga. Di sini guru bisa mengeksplorasi tentang bunga atau tanaman lain sesuai dengan kebutuhannya. Satu lagi amanat yang tersirat di dalamnya yakni ajakan agar anak-anak mencintai bunga dan tumbuhan lain. Ini bukti bahwa kecintaan anak-anak akan diwujudkan denga tindakan menyiram bunga setiap hari. Karena itu maka diharapkan guru dan orang tua dapat memafaatkan lagu tersebut untuk membangun pengetahuan, keterampilan, sikap dan karakter anak-anak.

Kasih Ibu. Lagu ini diciptakan oleh SM.Muhtar dengan syair yang sangat sederhana sehingga mudah dihafal dan akrab di telinga anak-anak. Lagu Kasih Ibu mengajak anak-anak untuk mencintai dan menyayangi seorang ibu. Betapa mereka disuguhi sederetan syair yang semua mengandung makna dan maksud untuk menghormati dan menyayangi seorang ibu.

Pencipta telah mengungkapkan dan menjelaskan betapa besarnya kasih sayang seorang ibu kepada anak (tak terkira sepanjang masa) hingga tak bisa diukur dengan apa pun. Pencipta juga telah menjelaskan bahwa kasih sayang ibu diberikan kepada anak-anak tanpa pamrih dan tanpa meminta balasan apa pun hingga dirinya melukiskan seperti matahari yang memberikan sinarnya (bagai sang surya menyinari dunia). Pesan keseluruhan lagu tersebut adalah mengajak anak-anak untuk menyadari akan kasih sayang ibu kepada anak-anak. Dengan memahami itu, anak-anak diharapkan tumbuh rasa kasih sayangnya, kecintaannya, hormatnya kepada ibu sehingga dirinya tak akan berbuat hal yang menyakitkan ibu, apalagi sampai durhaka. 

Paman Datang Lagu ini diciptakan oleh AT. Mahmud. Berisi syair yang menceritakan tentang keadaan desa sekaligus hasil pertanian desa. Anak-anak akan dibawa imajenasinya ke suasana desa yang begitu asing, terutama bagi mereka yang tinggal di kota. Meski hanya lewat lagu, namun anak-anak seakan benar-benar tengah berada di alam pedesaan. Mereka dapat membayangkan bagaimana rasanya bermain di sawah dan mandi di kali (turun ke sawah, mandi di sungai, menggiring kerbau ke kandang). Imajinasi anak tentang suasana desa benar-benar terbangun dalam lagu ini. Anak-anak yang biasa bermukim di kota akan terbantu imajinasinya tentang gambaran desa melalui lagu ini. Mengingat kegiatan pergi ke desa pun kadang menjadi kegiatan yang diimpikan, bahkan susana desa kini banyak dijadikan destinasi wisata edukatif bagi mereka, maka lagu ini akan bermanfaat bagi anak-anak. Pesan dari lagu ini yang tersirat adalah agar anak-anak mencintai kehidupan dan suasana desa. Mereka diharapkan akan tetap menghargai masyarakat desa dan melestarikan suasan desa semacam yang digambarkan. Oleh karena itu lagu ini penting diajarkan dengan penjelasan liriknya yang sederhana itu.

Bangun Tidur. Lagu ini sangat sederhana dan pendek. Kesederhanaannya tidak saja menyangkut liriknya saja, melainkan melodinya pun cukup simpel sehingga sangat mudah dinyanyikan oleh anak balita sekalipun. Maka cocok sekali jika lagu ini masuk kategori lagu anak yang dapat melegenda sepanjang masa. Lepas dari kesederhanaannya itu yang lebih penting dibahas adalah tentang makna liriknya dan pemanfaatannya sebagai lagu yang bersifat edukatif. Isi lagu itu menceritakan kegiatan anak-anak selepas bangun pagi. Lagu ini mengajarkan anak-anak untuk melakukan kegiatan rutin yang baik dan melatih kedisiplinan anak.

Rutinitas sejak anak-anak bangun pagi kemudian mandi, gosok gigi, membersihkan tempat tidur adalah edukasi disiplin dan tanggungjawab sehari-hari. Anak-anak begitu akrab dengan syair itu dan mereka juga sangat memahami isinya meski tanpa penjelasan orang tua. Lirik lagu itu selalu mengingatkan akan tanggung jawab anak-anak ketika pagi hari. Oleh karena itu banyak anak-anak yang segera sadar untuk melakukan kegiatan pagi hari ketika mendengarkan lagu tersebut. Ini menjadi sangat menarik karena kekuatan lagu ini sungguh luar biasa, dapat membangkitakan anak-anak untuk melakukan kegiatan positif setiap pagi. Pesan moralnya adalah agar anak-anak memiliki jiwa disiplin dan tanggung jawab terhadap dirinya sendiri.

Dua Mata Saya. Lagu ini diciptakan oleh Pak Kasur dengan sangat simpel dan sederhana baik melodinya maupun syairnya. Sangat cocok dinyanyiakan anak-anak seusia Taman Kanak-Kanak, Paud, bahkan anak balita sekalipun. Menuturkan tentang bagian-bagian tubuh manusia yang perlu diketahui oleh anak-anak usia dini dan kelas rendah. Mata, hidung, telinga, mulut, dituturkan lengkap dengan kegunaannya lewat lirik lagu tersebut. Dengan demikian ada multi fungsi yang didapatkan dari lagu ini. Anak-anak diajak untuk mengetahui berbagai bagian anggota tubuh kita, diajak mengetahui kegunaannya masing-masing, serta ditunjukkan jumlahnya pula. Ini menjadi sangat sarat fungsi. Anak-anak diberi pengetahuan tentang nama-nama anggota tubuh, diberi keterampilan untuk menghitung, serta pengetahuan yang lebih tinggi lagi yakni mengetahui keberfungsian anggota tubuh tersebut. Lagu ini dapat dimanfaatkan untuk mengeksplorasi kemampuan pengetahuan anak sekaligus mengelaborasi pengetahuan, keterampilan, dan sikap anak-anak dalam pembelajaran berbagai muatan pelajaran.

Naik Kereta Api Lagu Naik Kereta Api ini diciptakan agar anak-anak mengenal tentang alat transportasi darat yang disukai mereka. Memberikan pengetahuan tentang kereta api dan gambaran bagaimana menyenangkannya naik kereta api. Tentu tak semua anak pernah mengalami naik angkutan tersebut sehingga banyak diantara mereka yang memiliki mimpi naik kereta api. Sekilas lagu itu hanya memberi gambaran itu saja, namun jika lebih dicermati, sesungguhnya lagu tersebut juga mengajak anak-anak untuk mendapatkan pengetahuan tentang beberapa nama kota yang dapat dikembangkan lebih banyak lagi oleh orang tua dan guru. 

Untuk bermain dengan lagu ini, caranya sangat  mudah. Kita tinggal mengajak anak-anak didik  kita  untuk berada di lapangan (tidak perlu  lapangan yang luas). Kemudia kita ajak mereka membentuk sebuah lingkaran besar. Setelah itu kita mulai mengajak anak-anak untuk menyanyikan lagu ini. Sembari anak-anak menyanyikan lagu ini, kita mengajak anak-anak untuk menirukan perintah  yang  ada di dalam lagu ini.  Pada saat  kita  mulai bernyanyi,”Mari berjalan di  dalam lingkaran…” , Kita ajak anak-anak untuk berjalan di dalam lingkaran. Pada saat   liriknya sampai pada,”Jalan ke belakang, kembali  ke depan…”  Kita minta anak-anak untuk berjalan ke belakang (ke arah  yang  berlawanan),  lalu kembali  ke arah semula. Lalu setelah anak-anak menyanyikan,”Jalan ke kiri, lalu  ke kanan”,  Kita   ajak  anak-anak berjalan masuk, lalu  keluar  lingkaran.  Nah… Bagian yang paling seru adalah  pada saat  anak-anak menyanyikan baris  yang terakhir, “Buatlah  lingkaran dengan lima teman”. Kita ajak  anak-anak  untuk  secara  serentak mencari  lima teman dan membentuk  lingkaran-lingkaran kecil,  yang beranggotakan lima orang  anak.

Lalu dengan sedikit mengubah liriknya, “buatlah lingkaran dengan lima teman....”, menjadi “buatlah lingkaran dengan enam (tujuh, sepuluh, dua puluh) teman. Anak-anak lama kelamaan tidak hanya bisa belajar nama-nama angka dari lagu tersebut, melainkan juga menghitung. Kenapa? Karena setiap mereka harus membuat  sebuah kelompok  sesuai  dengan perintah dalam lagu tersebut, anak-anak juga bisa belajar  menghitung  teman  yang  ada  di dalam kelompoknya.

Demikianlah beberapa contoh lagu anak-anak yang sarat dengan pesan moral. Masih banyak sekali lagu anak-anak yang lain yang memiliki kandungan makna dan pesan moral yang baik untuk pengajaran. Maka kita dapat memanfaatkan lagu untuk sarana pendidikan. Pilihlah lagu-lagu anak yang telah dikaji isinya serta ajarkan kepada anak-anak kita.*

*Riyadi, pendidik di SDN 1 Kediri, Pencipta lagu anak, penulis buku, dan Pegiat literasi di KOMPAK.

sumber foto : http://indonesiahitstop.blogspot.com

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar