Mengajari Anak Menghargai Keunggulan Orang Lain

     AnggunPaud - Manusia adalah makhluk sosial artinya manusia tidak dapat hidup sendiri melainkan membutuhkan orang lain dalam kehidupannya. Di dalam kehidupan, seseorang pasti akan berinteraksi dengan orang lain, baik dalam lingkup kecil seperti keluarga, lingkungan tinggal maupun dalam lingkup yang lebih besar yaitu masyarakat dan Negara.

    Oleh karena itu, tentu interaksi antara satu sama lain tidak mungkin terhindarkan. Kita tahu bahwa ada beberapa keterampilan yang dibutuhkan anak di abad ke-21 ini yaitu kompetensi 4C (Communication/ komunikasi, Collaboration/ kolaborasi, Critical Thinking and Problem Solving/ berpikir kritis dan pemecahan masalah, dan Creativity and Innovation/ kreativitas dan inovasi) guna mewujudkan keunggulan bersaing generasi emas tahun 2045.

     Salah satu kompetensi penting adalah collaboration atau kolaborasi. Kolaborasi merupakan suatu bentuk kerja sama untuk mencapai hasil yang diinginkan sekaligus melahirkan kepercayaan diantara pihak terkait. Agar anak bisa berkolaborasi dengan baik, Lalu, apa yang harus orang tua/pendidik ajarkan pada mereka? Jawabannya adalah ajari anak menghargai keunggulan orang lain. Mengapaa anak butuh menghargai orang lain? Karena dalam suatu kolaborasi pasti terdiri dari beberapa orang yang berbeda yang memiliki kemampuan dan sifat masing-masing dengan tujuan agar satu sama lain saling memberikan manfaat.

    Dengan mengetahui pentingnya menghargai keunggulan orang lain pada anak, berikut beberapa tips yang bisa orang tua/pendidik gunakan dalam rangka membangun sikap menghargai anak terhadap keunggulan orang lain.

Pertama, Jadilah teladan bagi anak dalam hal menghargai orang lain. Salah satu cara mengajari anak menghargai keunggulan orang lain adalah dengan teladan. Orang tua sebagai pendidik terdekat anak hendaknya memberikan teladan dalam kehidupan sehari-harinya. Orang tua bisa mulai mencontohkan menghargai keunggulan orang lain dalam lingkup kecil,  yaitu anggota keluarga di rumah. Ketika salah seorang anggota keluarga berhasil dalam prestasi, tekun, ulet, menjaga kebersihan rumah dan lainnya maka hendaknya orang tua mau memberikan selamat atau pujian. Contohnya yaitu, ketika kakak selalu berangkat ke sekolah tepat waktu, maka orang tua bisa memuji  "Kakak memang top ya, kalo sekolah selalu berangkat tepat waktu”, lalu adikpun ikut memuji kakak yang berangkat tepat waktu. Ketika ibu selalu menyiapkan makanan setiap hari, ayah, kakak, dan adik sama-sama berterima kasih karena ibu selalu menyiapkan makanan terbaik untuk mereka.

Kedua, ajari anak pengetahuan menghargai orang lain melalui media digital. Kemajuan media digital yang pesat juga dapat digunakan oleh orang tua/ pendidik dalam rangka memberikan pengetahuan tentang menghargai keunggulan orang lain. Dalam menggunakan media digital dalam proses pembelajaran menghargai keunggulan orang lain, orang tua harus tetap mendampingi anak dan memberikan penjelasan pada setiap kontennya baik berupa gambar, video dan lainnya. Orang tua/ pendidik perlu mengarahkan apa saja yang harus anak ketahui dan cara menyikapinya.

Ketiga, mengikutkan sertakan anak dalam perlombaan. Ajak anak mengikuti berbagai perlombaan, menang kalah tak jadi soal. Yang lebih penting adalah mengajarkan anak mau berkompetisi, mampu belajar menunjukan keunggulan dirinya. Apabila ia mampu dan menang maka berikan ucapan selamat, ajarkan anak bersyukur atas apa yang anak raih, tetapi tak lupa ajarkan anak agar tidak sombong dan bersikap semena-mena terhadap teman yang tidak mendapatkan juara. Apabila anak mengalami kekalahan, maka ajarkan anak untuk mau menerima kekalahan dan tidak pantang menyerah karena keahlian membutuhkan proses belajar, dan tak lupa agar anak mau member selamat pada yang menang dan tidak boleh berburuk sangka.

Keempat, Beri tahu anak manfaat menghargai keunggulan orang lain. Dengan mengetahui manfaat menghargai, maka anak akan lebih semangat dalam melakukannya. Beberapa manfaat menghargai keunggulan orang lain yang perlu anak-anak ketahui adalah semakin anak-anak sering menghargai keunggulan orang lain, maka akan timbul rasa menghargai dan percaya. Rasa menghargai dan percaya ini akan menimbulkan ikatan yang kuat, sehingga anak-anak akan semakin banyak memiliki teman dan disayang orang tua, guru, dan lingkungan sekitar.

Kelima, berikan reward/pujian ketika anak mau menghargai keunggulan orang lain. Berikan reward atau pujian ketika anak mau menghargai keunggulan orang lain. Misalnya ketika adik mau mengakui bahwa kakaknya selalu berangkat ke sekolah tepat waktu dan memujinya, maka orang tua juga harus memberikan pujian untuk adik “wah adik hebat, mau memuji kakak, berarti adik adalah anak yang baik karena mau menghargai orang lain”. Selain itu, orangtua/ pendidik juga bisa menggunakan cara lain, misal membrikan reward pada anak sembari jalan-jalan ke taman kota atau pergi ke kolam renang, disana selain untuk tujuan memberikan reward, orang tua atau pendidik juga bisa mengajarkan menghargai orang lain melalui dunia sekitar tidak hanya kejadian di lingkungan sekolah saja atau rumah. Misalnya : anak melihat ada tukang pemulung sampah, maka orang tua harus merespons hal itu, “apakah adik lihat pak pemulung yang disana? Boleh tidak kita memaki atau menjelek-jelekkan dia?” Lalu biarkan anak menjawab. Setelah itu beritahu anak mengenai keunggulan pemulung yang mesikpn tidak punya banyak uang, tapi tetap mau bekerja keras. Hal seperti ini yang harus anak tahu tentang arti menghargai. Karena, setiap orang punya keunggulan masing-masing. Mampu menghargai keunggulan orang lain berarti mampu menghargai dirinya sendiri. Dengan menghargai keunggulan orang lain maka akan timbul rasa kepercayaan yang besar sehingga ikatan saat melakukan kolaborasi dalam hal apapun akan mejadi kuat.

  Hal itu yang akan mempengaruhi keberhasilan mereka dalam meraih tujuan, meskipun ada kegagalan tetapi mereka akan tetap berusaha dan menghargai jerih payahnya. Mampu menghargai keunggulan orang lain akan membuat anak mampu menjalani kehidupan dengan baik. *

*- Feny Nida Fitriyani, Guru PAUD Wadas Kelir Purwokerto.

sumber gambar : https://christianscienceaustin.com

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar