Asyiknya berkaryawisata

      AnggunPaud -  “Bu Guru, besok belajar di sawah lagi ya” “Kenapa?” “Asyik Bu Guru” Hari itu memang kelompok A melakukan kegiatan pembelajaran di alam terbuka, berkaryawisata menuju area persawahan dimana terdapat gubug kecil yang dapat menampung anak-anak untuk belajar.

     Setelah menyiapkan media untuk kegiatan yang akan dilakukan, seperti kartu angka, spidol, kertas dan lain-lain, anak-anak berjalan menyusuri jalan setapak menuju lokasi. Sepanjang jalan mereka bernyanyi, bercerita dan menikmati pemandangan sekitar. Selama berlangsung kegiatan pembelajaran, anak-anak begitu antusias. Mereka belajar dengan suasana hati yang gembira, sesekali canda dan tawa mengiringi mereka.

     Anak-anak mengamati apapun yang dilihat, sawah, sungai, tumbuhan, batu bahkan orang-orang yang melintas. Selesai kegiatan, didampingi guru anak-anak kembali berjalan kaki menuju ke sekolah. Ayah Bunda, karyawisata adalah suatu cara atau metode dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang dilakukan di luar kelas.

     Hal ini untuk mengamati kenyataan pada lingkungan sekitar yang bersifat nyata meliputi unsur manusia, tumbuh-tumbuhan, hewan dan benda-benda lain. Ayah Bunda, hindari pengertian bahwa karyawisata adalah perjalanan jauh ke luar kota atau gambaran umum orang dewasa dalam melakukan bepergian. Bagi anak usia dini, karyawisata tidak harus melakukan perjalanan jauh, namun seperti cerita di atas saat pergi ke sawah sudah termasuk perjalanan karyawisata.

     Banyak hal yang dapat dipelajari anak saat berkaryawisata, antara lain :

Pertama, anak mempunyai pengalaman baru dalam belajar yang tidak dijumpai saat di dalam kelas. Interaksi langsung dengan lingkungan yang dilihat membuat anak memahami kehidupan nyata yang terjadi beserta segala masalah yang ada. Seperti saat pergi ke sawah, anak dapat melihat bagaimana petani yang sedang bercocok tanam, melihat berbagai bunga dan tanaman yang tumbuh.

Kedua, anak mempunyai kesempatan untuk mengobservasi secara langsung melalui panca indra yang aka berkesan bagi anak.

Ketiga, anak memperoleh informasi dan dapat mengkaji secara langsung pegalaman belajar yang dialaminya. Melihat pemandangan area pesawahan, petani yang sedang mencangkul sawah, mengenal tanaman padi secara langsung atau melihat hewan di sawah.

Keempat, memberi kesempatan pada anak untuk mengembangkan indra pendengaran dengan melihat langsung, pendengaran dengan mendengar langsung suara burung, sapi, aliran sungai dan lain sebagainya. Anak-anak juga dapat meraba secara langsung benda-benda yang ditemui saat karyawisata. Dalam kegiatan karyawisata, guru dapat menyesuaikan dengan tema yang sedang berlangsung. Tema binatang, anak-anak dapat diajak ke peternakan hewan. Ajak anak memberi makan hewan, menyentuh, mendengarkan suara hewan yang akan menambah pengalaman lansung dalam belajar. Awalnya mungkin ada anak-anak yang merasa takut, namun jika guru mampu memberi bimbingan dan pegarahan, perasaan tersebut akan sirna. Ayah Bunda dapat juga mengajak anak-anak ke kebun binatang agar anak memahami tentang jenis binatang atau makanan dan cara berkembangbiaknya. Wawasan anak akan semakin bertambah dan perbendaharaan anak tentang dunia binatang semakin banyak.

    Tema tanaman, ajaklah anak ke sawah atau taman kota dan perkenalkan dengan macam-macam tanaman atau berbagai bunga. Biarkan anak merasakan sensasi belajar dengan mengembangkan panca indera mereka. Meraba, membaui, mendengar dan melihat apa yang ada dihadapannya. Tema pekerjaan, misal anak-anak diajak mengunjungi kantor kelurahan untuk mengenalkan apa saja yang dilakukan di kantor kelurahan, siapa yang ada didalamnya dan apa saja jabatan dan tugasnya.

     Dari kegiatan ini, guru dapat mengembangkan tentang pekerjaan-pekerjaan lainnya, petani, dokter, guru dan lain-lain. Tema lingkungan, anak-anak dapat di ajak berjalan-jalan mengelilingi desa agar mengetahui bagaimana dan apa saja kehidupan di desa. Sebagai perbandingan saat tertentu guru mengajak anak berjalan-jalan ke kota. Tema kebutuhanku, anak-anak diajak mengunjungi warung makan untuk mengenalkan salah satu kebutuhan manusia yaitu kebutuhan akan makan. Beragam menu lauk pauk yang sehat dan bergizi dapat diamati oleh anak-anak.

    Selain tema-tema tersebut, masih ada beberapa tema lain yang dapat guru kembangkan dalam kegiatan karyawisata, Namun, dalam menentukan kegiatan karyawisata ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain : 1. megutamakan tujuan dalam upaya menunjang pengembangan aspek perkembangan anak usia dini, baik aspek kognitif, bahasa dan aspek lainnya. 2. dapat meningkatkan pengetahuan anak usia dini, menantang dan menarik sehingga minat belajar anak bertambah. 3. Mudah dijangkau, tidak beresiko tinggi dan sesuai dengan kemampuan fisik dan usia anak .4. Dapat menumbuhkan rasa ingin tahu anak yang dapat menggerakkan untuk bertanya, berpikir dan menentukan sesuatu dalam membuat kesimpulan.

     Agar hasil belajar melalui kegiatan karyawisata berhasil maksimal, guru hendaknya melaksanakan pengembangan pembelajaran yang dapat dilakukan di dalam kelas, antara lain :

Pertama, pembelajaran yang dapat mengembangkan aspek fisik melalui kegiatan meniru gerakan hewan, melakukan permainan “kucing-kucingan”, bersepeda, bermain pasir, bermain air dan lain-lain.

Kedua, pembelajaran yang dapat mengembangkan aspek kognitif antara lain, menghubungkan pola sebab akibat, misal petani menanam padi, cara binatang berjalan dan sebagainya. Guru bertugas memberi stimulasi melalui tanya jawab dan memberi penjelasan sederhana yang dapat dimengerti anak. Dapat juga melakukan kegiatan menghitung benda-benda sekitar, mengklasifikasi benda dan lain-lain.

Ketiga, pembelajaran yang dapat mengembangkan aspek bahasa antara lain dengan kegiatan bercerita, tanya jawab sederhana, menulis huruf, menebak suara dan kegiatan lain yang dapat menunjang kemampuan berbahasa anak.

Keempat, pembelajaran yang dapat mengembangkan aspek seni, antara lain dengan kegiatan menyanyi,membaca syair, menggambar dan mewarnai, menggerakkan badan sesuai dengan irama musik dan lain-lain.

Kelima, pembelajaran yang dapat mengembangkan motorik halus anak, antara melalui kegiatan mencocok, menganyam, membatik, menjumput, meremas dan sebagainya.

Keenam, pembelajaran yang dapat mengembangkan aspek nilai-nilai moral dan agama, melalui kegiatan pembiasaan berdo’a, mengucapkan kata-kata yang sopan, menyebut macam-macam ciptaan Tuhan.

Ketujuh, pembelajaran yang dapat mengembangkan aspek sosial emosional, antara lain kegiata kerja bakti agar anak mencintai lingkugan, memelihara hewan kesayangan, meyiram tanaman, saling berbagi dan lain-lain.

    Pada akhirnya, yang diharapkan dari kegiatan karyawisata adalah dapat memperkuat dalam upaya menumbuhkan kemampuan anak baik aspek nilai-nilai agama dan moral, bahasa, kognitif, sosial emosional maupun seni. Terakhir, guru hendaknya melakukan evaluasi sejauh mana keberhasilan kegiatan karyawisata dalam memumbuhkan kemampuan anak dalam berbagai aspek agar dapat melakukan perbaikan dan memberikan manfaat optimal bagi belajar anak. Semoga bermanfaat.*

*Sikhah, guru Taman Kanak Kanak Pertiwi Bobosan Purwokerto Utara Banyumas

sumber gambar : https://www.natureplayqld.org.au/country-kids-family

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar