Bermain Kata, Melatih Perkembangan Bahasa Anak

     AnggunPaud - Kemampuan berbahasa anak setelah mendengar adalah kemampuan berbicara, yang pada gilirannya anak mampu menyerap apapun yang didengar di lingkungan mainnya dan akan mengeluarkan informasi berupa kata yang dari mulut mungilnya. Sedangkan salah satu fungsi bahasa bagi perkembangan anak usia dini adalah sebagai alat komunikasi dan menumbuhkan interaksi sosial dalam lingkungan mainnya.

     Untuk memudahkan tugas perkembangan bahasa tersebut agar mudah diterima dan tentunya menyenangkan bagi anak adalah melalui bermain. Oleh karena itu guru atau orang tua hendaknya mampu merancang model permainan yang melibatkan anak secara langsung agar anak mampu dalam mengungkapkan kata disamping kemampuan interaksi sosial tumbuh sesuai apa yang diharapkan.

    Bermain merupakan dunia yang lekat dengan anak. Aktifitas belajar dalam usaha mengembangkan berbagai aspek perkembangan baik fisik motorik, kognitif, maupun bahasa dapat dilakukan sambil bermain. “Ayo tebak ini huruf apa” “A” “Kalau ini huruf apa” “B” Bagi anak-anak yang sudah mengenal huruf akan sangat mudah menjawab. Namun bagi anak lain yang belum mampu, anak akan diam karena merasa kesulitan menjawab.

    Oleh karena itu, orang tua atau guru hendaknya mengerti tahap-tahap pengenalan membaca pada anak usia dini, antara lain; proses melihat tulisan di lingkungan main atau dilingkungan sekitar anak, mengerti arti simbol huruf atau arti tulisan. Dari tahapan-tahapan tersebut, anak dapat diajak belajar untuk mengenal huruf maupun kata dengan bermain, salah satunya dengan bermain kata sebagai upaya mengembangkan bahasa.

    Sebagai orang tua atau guru hendaknya jeli dan kreatif dalam membantu kemampuan bicara atau berbahasa anak. Karena sesungguhnya mengajarkan bahasa pada anak dapat dikatakan mudah. Ayah Bunda, terdapat aneka permainan yang dapat diberikan pada anak usia dini dalam menumbuhkan kemampuan berbahasanya. Antara lain dengan permainan seperti dibawah ini :

Pertama, kenalkan anak dengan huruf vokal (a,i,u,e,o) dengan mengucapkan huruf “a”, “i”, “u”, “e” dan “o” beberapa kali. Katakan, mulut dibuka “a”, mulut meringis “i”, bibir maju ”u”. mulut melongo “o”. Dapat juga dilakukan dengan bermain “tepuk huruf vokal” atau dengan bernyanyi huruf vokal.

Kedua, menyanyikan huruf-huruf lepas dari A-Z. Setelah itu lakukan tanya jawab nama-nama huruf tersebut baik secara urut, dari atas ke bawah, dari belakang maupun secara acak.

Ketiga, bermain awalan atau akhiran misal “Coba tebak nama hewan yang berawalan ‘a’ atau yang berakhiran “i” dan lain sebagainya sesuai tema saat kegiatan berlangsung.

Keempat, bermain acak kata, misal bu-ku, ku-da, da-si, si-ang, ang-sa dan seterusnya. Abaikan saja jawaban yang salah, guru hanya memancing suku kata akhir dan membantu anak menjawabnya.

Kelima, bermain bisik kata berantai, dengan mengajak anak duduk melingkar kemudian guru membisikkan satu kata yang mudah dimengerti ke telinga anak misal nama binatang. Setelah anak yang pertama menerima bisikan kata dari guru, selanjutnya anak kedua, ketiga dan seterusnya membisikkan apa yang didengarnya. Dan anak yang terakhir dengan suara lantang mengucapkan kata apa yang di dengar.

Keenam, teka-teki huruf. Ceritakan dengan kata sederhana, misal “Aku adalah sebuah benda, bentukku bulat. Aku biasanya ada dilapangan dan selalu menjadi mainan anak-anak. Siapakah aku?” Setelah anak-anak menjawab “bola”, guru menulis garis sesuai jumlah kata “bola” tersebut dan mengajak anak-anak menebak huruf-huruf dari kata “bola”. Biarkan anak mengucapkan huruf apapun, jika jawaban huruf yang dimaksud benar, guru menulis diatas garis yang telah disediakan.

Ketujuh, bermain huruf atau kata yang hilang. Misal guru menulis kata “apel” dengan menghilangkan salah satu hurufnya. Atau guru memperlihatkan gambar meja makan dan di bawah gambar tertulis (…… makan), kemudian anak mengucapkan kata yang hilang.

Kedelapan, bermain menebak judul lagu atau meneruskan syair lagu. Kegiatan permainan diatas tidak saja bermanfaat dalam menumbuhkan kemampuan anak dalam mengenal huruf dan kata, namun dari kegiatan ini juga bermanfaat pada perkembangan aspek-aspek lainnya.

    Dalam aspek kognitif, anak mampu dalam mengemukakan pendapat dan menjawab pertanyaan sederhana. Mampu menyelesaikan atau mencari solusi atas persoalan yang dihadapi. Sedangkan aspek sosial emosional, kepercayaan diri dan kemampuan berinteraksi dengan lingkungan mainnya tumbuh sesuai dengan perkembangan dan usia anak.

   Anak pun mempunyai semangat tinggi dalam belajar. Dalam jangka panjang, diharapkan dapat menumbuhkan minat baca anak, sehingga rasa kebahasaan tumbuh dengan baik dan wawasan pengetahuan semakin luas. Kemampuan anak dalam berkomunikasi semakin baik, karena interaksi sosial yang terjalin di lingkungan main anak juga tumbuh dengan baik. Beberapa hal yang hendaknya diperhatikan Ayah Bunda atau guru dalam melakukan permainan ini adalah :

1. Lakukan dengan terus menerus dan bergantian dengan menyanyi, bermain tepuk ataupun tebak-tebakan, agar anak semakin terasah dalam kemampuan mengenal huruf, kata atau kalimat.

2. Mempertimbangkan usia dan kemampuan anak karena dalam belajar masing-masing anak mempunyai keunikan tersendiri. Orang tua atau guru hendaknya memperhatikan keunikan anak agar dapat memberikan metode yang tepat dalam melakukan permainan ini, apakah melalui bernyanyi, membaca syair atau lainnya.

3. Hargai apapun jawaban anak, dan jangan mengatakan “salah” dengan jawaban yang diberikan anak. Memberi motivasi dan bimbingan untuk terus belajar dan berlatih lebih bijaksana dilakukan orang tua atau guru. Jika orang tua atau guru hanya memberikan penilaian negatif dan mengatakan salah dan salah, hal ini akan mematikan semangat belajar anak.

4. Saat bermain boleh ditambah tingkat kesulitan sesuai dengan kemampuan anak. Dari mengenal huruf, kata dan kalimat sederhana secara berurutan dan kontinu diberikan agar anak tidak menemui kesulitan dalam belajar.

5. Keluarga adalah tempat belajar pertama anak dalam segala aspek perkembangan, salah satunya dalam kemampuan berbahasa. Orang tua hendaknya sabar dan telaten dalam usaha membantu berbahasa anak. Namun demikian jika ada kerjasama antara orang tua dengan guru akan memberikan hasil yang baik.

6. Mengatur atau mengkondisikan ruang dan tempat yang nyaman agar anak dapat belajar dengan baik.

7. Memberikan reward merupakan salah satu bentuk penghargaan terhadap anak atas usaha belajarnya, dan ini akan memotivasi anak untuk terus belajar dan belajar. Motivasi yang terus diberikan oleh orang tua atau guru dalam usaha menumbuhkan aspek kemampuan berbahasa akan menunjang keberhasilan belajar anak. Semoga bermanfaat.

*Sikhah, Guru Taman Kanak Kanak Pertiwi Bobosan Purwokerto Utara Banyumas) BIODATA Nama : Sikhah Pekerjaan : Guru Taman Kanak Kanak Pertiwi Bobosan 

sumber gambar : https://picclick.com

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar