Komitmen Indonesia Hebat Lewat PAUD HI

Menciptakan karakter yang baik di usia dewasa tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Semua bermula dengan pengajaran yang baik saat usia dini. Mendapatkan pendidikan karakter, budi pekerti dan ahlak yang luhur melalui PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) adalah salah satu cara yang bisa dilakukan. Itu semua hanya dapat dilakukan salah satunya lewat program PAUD Holistig Intergratif  (PAUD H-I).

Yang dimaksud PAUD H-I yaitu penanganan anak usia dini secara menyeluruh terkait memberikan  layanan Gizi dan Kesehatan, pendidikan dan pengasuhan, kasih sayang dan perlindungan. Untuk mengoptimnalkan semua aspek perkembangan anak dilakukan secara terpadu oleh berbagai pemangku kepentingan ditingkat masyarakat, Pemerintah daerah, dan Pusat.

PAUD HI atau PAUD Holistik Integratif adalah sebuah bentuk komitmen pemerintah dalam menjamin terpenuhinya hak tumbuh kembang anak usia dini dalam hal pendidikan, kesehatan, gizi, perawatan, pengasuhan, serta perlindungan dan kesejahteraan anak. Pelaksanaan PAUD HI dilakukan secara simultan, sistematis, menyeluruh, terintegrasi dan berkesinambungan untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal demi mewujudkan anak yang sehat, cerdas, dan berkarakter sebagai generasi masa depan yang berkualitas dan kompetitif.

Satuan PAUD sebagai wadah pemberian layanan pemenuhan kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan anak yang mencakup pendidikan, kesehatan, gizi, perawatan, pengasuhan, perlindungan dan kesejahteraan anak oleh berbagai pihak dan pemangku kebijakan.

Direktorat Pembinaan PAUD telah melakukan upaya pemanfaatan teknologi dengan membuat aplikasi yang dapat di unduh di playstore bernama “ANGGUN PAUD” (Ruang Guru PAUD Online), berisi modul, buku, leaflet serta video panduan yang bisa digunakan orangtua maupun pedoman presentasi untuk penyuluhan.

Pemerintah saat ini terus berupaya memberikan kontribusi membantu keterlaksanaan program pengembangan anak usia dini dengan membuat suatu gerakan “belajar jadi orangtua”, yaitu forum diskusi mengenai pendidikan anak bagi pasangan usia subur/calon orangtua, orangtua yang memiliki anak usia 0-6 tahun. Dan membuat website yang berisi artikel pengenai pengasuhan anak, dan berbagi media pembelajaran gratis yang dapat diunduh dan dimanfaatkan untuk mendampingi kegiatan belajar anak yang menyenangkan. Meski masih dalam tahap pengembangan dan perbaikan, semoga langkah kecil ini memberikan dampak positif bagi berbagai pihak.

Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Harris Iskandar mengatakan upaya peningkatan kualitas SDM perlu dilaksanakan sejak dini baik dari segi kesehatan maupun pendidikan. Pada di seribu hari pertama anak dan fase emas atau yang biasa disebut golden age yang merupakan periode sangat penting dan membutuhkan pelayanan kesehatan dan pendidikan yang maksimal. Karena upaya pembangunan suatu bangsa akan sangat membutuhkan individu-individu yang sehat fisik, mental, cerdas, berakhlak mulia dan berdaya saing tinggi.

Dalam upaya pemenuhan kebutuhan dasar tersebut, pemerintah telah memfasilitasi beberapa program seperti POSYANDU yang berupaya memberikan pelayanan kesehatan dasar, serta pendidikan anak usia dini (PAUD) dan  program bina keluarga balita (BKB) yang berfokus pada ranah pendidikan dan pengasuhan anak.

Ketiga program ini terus melakukan perbaikan dari yang awalnya berjalan sendiri-sendiri hingga adanya keterpaduan program POSYANDU dengan PAUD dan BKB sesuai Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2013 tentang Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif. Kebijakan tersebut menekankan bahwa setiap anak harus mendapatkan pelayanan kesehatan, gizi, perawatan, perlindungan, rangsangan pendidikan secara berkesinambungan sejak janin sampai usia 6 tahun dengan sistem pelayanan menyeluruh dan terintegrasi.

Pengintegrasian POSYANDU dengan BKB dan PAUD ini memiliki peran penting dan strategis dalam upaya mengatasi kesenjangan karena terlibat langsung dalam upaya meningkatkan kesejahteraan orangtua dan anak dalam berbagai aspek.

Posyandu memantau kesehatan ibu dan anak, PAUD memfasilitasi balita bermain dan belajar bersama yang dibimbing oleh mentor/guru PAUD, sementara BKB memberikan ruang untuk orangtua menggali pengetahuan dan keterampilan mengenai pengasuhan anak yang baik. Hal ini membawa harapan agar orangtua dan anak memiliki wadah untuk memantau dan menstimulasi tumbuh kembang anak secara optimal.

Namun  implementasi ketiga program ini masih mengalami kendala, khususnya program Bina Keluarga balita yang pelaksanaannya kurang begitu eksis di masyarakat. Hal ini sebagaimana disebutkan oleh BKKBN dalam websitenya; Berdasarkan data Pengendalian Lapangan (Dalap BKKBN) bulan Desember 2017 jumlah keluarga yang mengikuti kegiatan BKB sejumlah 3.023.926 keluarga (63.88%) dari sasaran 7.408.983 keluarga.

Dari sejumlah data tersebut, belum semua kelompok BKB yang menjalankan keterpaduan dengan kegiatan Posyandu dan PAUD. Kinerja program BKB dan Anak saat ini masih membutuhkan perhatian dan komitmen dari para pengelola program BKB, baik dari tingkat pusat hingga tingkat desa.

Perhatian terhadap program BKB ini perlu ditingkatkan karena seperti yang kita ketahui orangtua berada di garda terdepan pertumbuhan dan perkembangan anak. Peran orangtua dan keluarga dalam mendidik anak tidak dapat tergantikan oleh sekolah dengan kualitas terbaik sekalipun. Begitu kuatnya peran orangtua dalam pendidikan anak, hingga disebut sebagai lingkungan pendidikan pertama dan utama.

Layanan PAUD H-I

Dalam penyelenggaraan pengembangan anak usia dini berbasis holistik integrative di satuan PAUD meliputi beberapa layanan yang akan diterapkan di satuan PAUD yaitu :  Layanan pendidikan, Layanan kesehatan, gizi dan perawatan, Layanan pengasuhan, Layanan perlindungan dan  Layanan kesejahteraan

Layanan PAUD holistik-intrgratif ini meliputi 6 aspek perkembangan anak usia dini, yakni perkembangan kognitif, bahasa, seni, sosial emosional, moral dan agama dan perkembangan motorik anak. Dalam penerapan PAUD Inklusi berbasis holistik-integratif, para lembaga maupun pendidik sekolah juga harus menekankan layanan kesehatan dan gizi serta stimulasi serta layanan PAUD juga harus memiliki konsep program berbasis keluarga dan komunitas.

PAUD HI menyatukan beberapa instansi untuk sama-sama terintegrasi dalam mendukung pengembangan anak usia dini. “Di PAUD HI minimal ada tiga lembaga yang bekerjasama yaitu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten, Dinas Kesehatan melalui kegiatan Posyandu dan dinas BP2KB Kabupaten melalui program Bina Keluarga Balita,” ujar Kepala Subdit Program dan Evaluasi Direktorat PAUD, Muhammad Ngasmawi.

Selain menjalankan fungsi utama untuk mengembangkan kualitas diri anak di usia dini, PAUD HI umumnya juga diterapkan untuk melakukan pencegahan penyakit menular dan peningkatan status gizi anak. Pengajaran di PAUD HI juga melibatkan orang tua guna memberikan pengetahuan agar anak tetap mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas. Sistem pengajaran seperti ini sekaligus mengajak orang tua untuk bertindak sebagai tutor saat anak berada di rumah.

Anak-anak PAUD HI yang diajarkannya mendapatkan pengajaran yang difokuskan pada pengembangan mental. “Anak diajarkan mentalnya. Mereka diajar untuk tampil percaya diri di hadapan guru, orang tua, teman-teman. Bahkan bertemu pejabat, bertemu Bupati juga mereka sudah tidak malu-malu,” jelasnya.

Anak-anak PAUD HI sudah berani tampil di depan umum. Mereka mau untuk berbicara saat ditanya dan mau menjawab soal-soal yang diberikan. Sedangkan anak yang tidak mendapatkan pendidikan PAUD HI cenderung menjadi pribadi yang malu dan penakut.

PAUD ini penting bagi anak-anak untuk menciptakan situasi lingkungan yang positif bagi anak-anak. Di PAUD, anak-anak belajar untuk bersosialisasi dengan teman sebayanya di luar lingkungan keluarga. Anak juga diberikan ruang untuk berkreasi sesuai dengan kapasitas usianya.

Kebahagiaan dan kegembiraan anak ini penting untuk membangun karakter anak-anak. PAUD memberikan fondasi nilai-nilai kepada anak dengan jalan yang bahagia dan menyenangkan. "Orang-orang yang waktu kecilnya bahagia besarnya Insya Allah produktif, cerdas, pintar lahir batin, sebab usia dini ini sampai 6 tahun anak-anak betul-betul sangat kritis," ujarnya.

Peraturan Presiden

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 60 Tahun Tahun 2013 tentang Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif, menjelaskan bahwa Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif adalah upaya pengembangan anak usia dini yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan esensial anak yang beragam dan saling terkait secara simultan, sistematis, dan terintegrasi.

Layanan stimulasi holistik mencakup layanan pendidikan, kesehatan, gizi, perawatan, pengasuhan, perlindungan dan kesejahteraan menjadi kebijakan pengembangan anak usia dini dengan melibatkan pihak terkait baik instansi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, organisasi profesi, tokoh masyarakat, dan orang tua.

Untuk menjamin pemenuhan hak tumbuh kembang anak usia dini, diperlukan upaya peningkatan kesehatan, gizi, perawatan, pengasuhan, perlindungan, kesejahteraan dan rangsangan pendidikan yang dilakukan secara simultan, sistematis, menyeluruh, terintegrasi dan berkesinambungan, satuan PAUD memiliki peranan yang sangat strategis dalam upaya pemenuhan kebutuhan anak tersebut melalui kerjasama lintas sektor dengan sektor-sektor terkait.

Kualitas sumber daya manusia telah menjadi indikator utama dalam mengukur serta menggambarkan kemajuan suatu bangsa atas dasar itu, setiap negara telah menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai isu, program dan strategi pembangunan yang utama, termasuk negara Indonesia. Berbagai penelitian yang terkait anak usia dini menunjukkan bahwa penyiapan sumber daya manusia berkualitas harus diawali sejak usia dini, bahkan sejak masa konsepsi dalam kandungan. Pemenuhan kebutuhan perkembangan dan pertumbuhan anak secara holistic integrative sangat menentukan kualitas kesehatan, kecerdasan, dan kematangan sosial di tahap berikutnya

Layanan stimulasi holistik mencakup layanan pendidikan, kesehatan, gizi, perawatan, pengasuhan, perlindungan dan kesejahteraan menjadi kebijakan pengembangan anak usia dini dengan melibatkan pihak terkait baik instansi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, organisasi profesi, tokoh masyarakat, dan orang tua.

Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) direncanakan secara sistematis dan diterapkan secara sistemik di Satuan PAUD (TK/KB/TPA/SPS) untuk mengoptimalkan potensi tumbuh kembang anak secara optimal agar kelak menjadi anak yang berkualitas dan berdaya saing di masa depan. Eko B Harsono

Ilustrasi: http://freepik.com

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar