Menumbuhkan Kecerdasan Anak Melalui Permainan Balok

       AnggunPaud - Beberapa minggu ini saya sering memperhatikan anak yang bernama Alham begitu asyik menikmati permainan menyusun balok di dalam kelas. Setelah bersalaman dan menaruh tas Alham langsung menuju tumpukan balok dalam keranjang lalu mencoba menyusun dengan imajinasinya.

      Hal yang sama dilakukan Alham saat istirahat, sendirian mengutak-atik balok dan mulutnya tak berhenti berbicara. Kemudian Alham berkata: “Bu guru, lihat ini kamar aku persis seperti yang ada di rumah ibu”. Namun karena terlalu antusias, tangannya tanpa sengaja menyenggol hasil karyanya. “Ya, roboh!” nada kecewa tampak pada raut muka Alham.

    “Tidak apa-apa, ayo Bu guru bantu!” kata saya menenangkan. Alham kembali asyik menata balok-balok dengan aneka ukuran dan bentuk. Sesaat saya pun mempunyai ide untuk memancing dan menggali kemampuan Alham dalam bermain huruf dengan media balok.

    “Coba Alham ambil balok yang berbentuk setengah lingkaran itu!” kata saya. “Ini, Bu guru!” kata Alham. “Ya!” jawab saya. “Berapa, Bu guru?”tanya Alham. “Dua saja!” jawab saya. Sayapun memulai permainan. Coba Alham ini huruf apa?” tanya saya sambil menggabungkan dua bentuk balok setengah lingkaran di atas dan di bawah dengan posisi terbalik. “S, Bu Guru!” Coba, sekarang kalau bentuknya seperti ini huruf apa ya?” tanya saya lagi sambil meletakkan balok dengan posisi saling berhadapan. “X, Bu guru!” .

    Dialog ini terus saya lanjutkan dan Alham sanggup menebak huruf W, N, O, U dan W dari dua balok setengah lingkaran yang saya susun. Bentuk huruf tersebut walau tidak terlihat sempurna seperti umumnya huruf lepas karena memang balok yang bentuknya melengkung, namun imajinasi Alham mampu menjabarkan makna simbol huruf yang dilihatnya. Bahkan diluar dugaan, dengan imajinasi sendiri Alham dapat membuat bentuk hewan dari bentuk-bentuk balok.

    Perkembangan kognitif sebenarnya merupakan hasil pemahaman anak terhadap dunia sekitar mainnya. Dan hal ini menjadi proses belajar anak terhadap pengetahuan yang dilihat dan dialami anak secara langsung. Perkembangan kognitif dapat juga berarti kemampuan anak dalam berpikir dan menyelesaikan masalah.

    Ayah Bunda atau guru dapat menumbuhkan kemampuan kognitif salah satunya dengan mengajak anak bermain balok. Melalui permainan balok dapat membantu anak dalam aspek perkembangan kognitif anak. Ketika anak menemukan rupa dan jenis-jenis bentuk balok disekelilingnya, secara spontan mereka akan berkreatifitas sesuai imajinasi masing-masing.

    Ayah Bunda, permainan balok dengan aneka bentuk dan dan ukuran dapat membantu mengembangkan daya imajinasi anak. Dengan bimbingan dan arahan orang tua atau guru anak mampu membuat gedung, rumah, kamar/bilik, meja dan kreasi-kreasi lainnya dari balok. Agar kreasi dan imajinasi anak dalam permainan balok dapat menumbuhkan kecerdasan anak dalam berimajinasi, beberapa hal yang dapat dilakukan Ayah Bunda adalah :

Pertama, mendampingi dan mengarahkan, artinya Ayah Bunda berperan hanya sebagai motivator. Biarkan anak mengeksplor apa yang ada dalam pikiran dan imajinasinya ketika bermain balok. Jika anak sudah terlihat menemui kesulitan, barulah orang tua menggali dengan cara bertanya dan memberi alternatif keputusan. “Adik ingin membuat gedung bertingkat?” “Coba balok yang besar di bawah dan balok yang kecil di atas!” “Nah! Gedung bertingkatnya tidak roboh kan?” Jadi orang tua tidak langsung serta merta mengambil alih permainan menyusun balok, namun berilah anak solusi sehingga anak belajar untuk memahami suatu masalah dan berusaha memecahkannya.

Kedua, bermain balok sasaran bentuk bukan hanya gedung, namun masih ada bentuk-bentuk lain yang dapat diperkenalkan dalam permainan ini. Seperti dialog diawal, permainan balok dapat digunakan dalam pengenalan huruf dan bentuk binatang. Imajinasi anak akan timbul jika Ayah Bunda terus menggali pengetahuan yang sebenarnya sudah dimiliki anak dalam belajarnya.

Ketiga, dorong kreativitas anak dengan dialog atau tanya jawab sederhana agar permainan balok yang dilakukan dapat menggugah imajinasinya. Dari dialog yang terjadi akan terlihat sejauh mana kemampuan belajar anak dan menerapkannya dalam permainan balok tersebut.

Keempat, jangan memberi pernyataan salah atau kurang bagus terhadap hasil karya anak. Sebaliknya beri pujian agar tumbuh rasa percaya dirinya dan anak akan lebih semangat untuk terus belajar.

Bermain balok bagi anak mempunyai manfaat yang tidak sedikit. Beberapa aspek kemampuan pada anak dapat tumbuh dengan baik jika orang tua atau guru secara maksimal membimbing dan mengarahkan. Berikut manfaat dari bermain balok antara lain :

1. Dari aspek bahasa dapat menumbuhkan kemampuan anak dalam berbicara dan mengolah vokal. Ayah Bunda hendaknya aktif bertanya atau memberi pancingan agar anak mengungkapkan ide-ide dalam bermain balok. Melakukan diskusi kecil, tanya jawab langsung saat bermain balok apalagi jika dilakukan dengan bersama teman-teman akan memancing komunikasi.

2. Aspek sosial emosional, rasa percaya diri akan tumbuh dengan sendirinya. Anak akan mengalami kepuasan dengan hasil karya dan imajinasi sendiri. Mencoba dan terus mencoba walaupun sesekali mengalami kegagalan tidak akan menghalangi keinginanya untuk belajar. Perkembangan sosial anak juga akan tumbuh dengan saling berinteraksi dan bertukar ide dalam kerjasama menyusun balok.

3. Aspek perkembangan fisik, hal ini berhubungan dengan motoric halus anak. Jari-jari dan otot tangannya akan semakin kuat dan hal ini akan membantu kemampuan anak dalam memegang pensil dan menulis.

4. Perkembangan kreativitas, hal ini disebabkan dalam bermain balok anak diberikan kesempatan untuk menggunakan ide d4an pikiran secara kreatif. Ajukan pertanyaan dan arahkan anak dalam berbagai bentuk dalam permainan balok.

5. Aspek perkembangan kognitif, upayakan dengan menggali pemahaman anak dalam memecahkan suatu masalah. Misal, saat membuat jalan raya tidak harus lurus, namun dapat menggunakan balok yang berbentuk lengkung.

    Dalam mendampingi anak bermain balok yang paling penting Ayah Bunda dan guru harus bersikap sabar dan memberikan energi positif agar anak dapat mengembangkan kemampuan sesuai dengan usia dan perkembangannya. Pujian dan hadiah dapat Ayah Bunda dan guru agar anak merasa dihargai dalam berkreasi bermain balok. Semoga bermanfaat  *

*(Sikhah, Guru Taman Kanak Kanak Pertiwi Bobosan Purwokerto Utara Banyumas) 

sumber gambar : https://www.123rf.com

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar