Olahraga Pencak Silat untuk Anak Usia Dini

    Anggun Paud - Pencak silat adalah olah raga seni tradisional yang saat ini sedang menjadi sorotan masyarakat. Karena cabang olahraga pencak silat menyumbangkan medali emas paling banyak untuk Indonesia dalam pertandingan olahraga Asian Games 2018 setidaknya sebanyak 16 medali emas dari total 28 medali emas yang diraih Indonesia berasal dari pencak silat.

   Siapa yang tidak bangga melihat putra-putri Indonesia bisa mengharumkan nama bangsa. Berawal ketekunannya dalam berlatih olahraga pencaksilat, Olahraga ini juga mempunyai banyak manfaat untuk putra putri kita. Pencak Silat bisa dipelajari oleh anak usia dini, karena sudah menjadi karakter anak suka bermain, seringkali kita melihat anak-anak bermain perang-perangan menirukan tokoh idola mereka seperti Batman, Superman, Naruto,Super Hero, Power ranger, Naruto dan masih banyak lagi.

   Hal ini seringkali direspon orang tua dengan melarang dan memarahi anak. padahal itu bukan suatu penyelesaian yang tepat. Anak kadang malah semakin beringas dan nakal. Orang tua harus dapat merespon sikap anak yang agresif, suka gerak dengan mengarahkan anaknya untuk mengikuti olahraga Pencak silat. Meski olahraga ini identik dengan olahraga fisik, namun orang tua tidak perlu kuatir dengan si kecil. Apalagi jika si kecil anak yang aktif dan suka adu fisik dengan teman-temannya meniru tokoh film hero atau lainnya. Agar tindakan si kecil tidak mengarah pada kegiatan negatif, tidak ada salahnya sebagai orang tua kita arahkan si kecil yang aktif untuk belajar olahraga beladiri tradisional yang bernama pencak silat .

    Olahraga Pencak Silat sangat bermanfaat untuk mengajarkan si kecil melindungi diri sendiri baik secara fisik maupun psikis. Ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh si kecil belajar beladiri Pencak Silat di antaranya adalah :

- Meningkatkan kemampuan fisik dan motoriknya, Kemampuan fisik dan motorik dalam pencak silat menggunakan kekuatan otot dan refleks agar dapat menyalurkan gerakan dengan tepat berbentuk teknik-teknik tangkisan tangan, tendangan serang kaki, dan gerakan langkah, seperti jalan, lari, push up, sit up dan lain sebagainya sangat bermanfaat untuk mengembangkan kemampuan fisik dan motoriknya agar lebih kuat, trengginas, dan cekatan sehingga anak tidak mudah sakit dan dapat berkembang dengan maksimal. Selain itu gerakan memukul, menendang, melompat, dapat melatih otot-otot dan gerak motorik anak menjadi lebih optimal. Koordinasi gerak tangan dan kaki anak akan semakin cepat dan tangkas. Hal ini dikarenakan dalam pencak silat semua gerakan-gerakan tangan dan kaki menggunakan tehnik, sehingga motorik anak menjadi terlatih dan sigap di saat merespon tindakan orang lain. Latihan fisik menggunakan tehnik dapat melatih kekuatan tubuh anak. Anak-anak yang terbiasa berlatih pencak silat akan memiliki tubuh yang lebih bugar dan lebih sehat.

- Mengembangkan kemampuan moral dan spiritual. Olahraga pencak silat dapat membangkitkan keberanian, kemandirian dan mendidik anak ber kepribadian tangguh. Gerakan memukul, menendang dan menghindar atau bertahan sangat berguna untuk melatih mental anak. Dalam latihan gerakan menggunakan jurus-jurus anak dituntut untuk yakin pada diri sendiri. Saat pertandingan, anak butuh keberanian untuk menghadapi lawan, berani mengambil keputusan kapan harus menyerang dan kapan harus menghindar. Anak juga harus berani mengambil inisiatif untuk mengalahkan lawan lawannya dalam pertandingan. Hal ini dapat meningkatkan rasa percaya diri anak. Sedangkan kemampuan spiritual dalam pencak silat bisa dilihat dari sikap anak saat latihan pernafasan setiap hari sebelum bermain berfungsi melatih konsentrasi dan ketenangan batin, melatih kepercayaan diri dan yakin akan kemampuan diri sendiri dalam setiap gerakan yang dilakukan.

- Mengembangkan kemampuan kognitif anak yaitu kemampuan memperhatikan, mengamati dan mengingat gerakan-gerakan dalam pencak silat yang melibatkan bagian-bagian tubuh, seperti kepala, tangan dan kaki dalam hal ini butuh pengetahuan bagaimana menyelaraskan gerakan-gerakan pukulan, tendangan dan tangkisan, Mengenal bagian tubuh yang sangat berbahaya jika terkena pukulan atau tendangan. Hal ini disampaikan agar anak-anak tidak dengan mudah memukul atau menendang kepada teman atau orang lain. Hal ini juga dapat untuk melatih kemampuan berfikir anak. Pencak silat juga melatih anak untuk berekplorasi dan berimajinasi. Pencak Silat juga dapat menumbuhkan jiwa patriotisme pada anak. Saat guru mengenalkan arena pertandingan, anak akan berfikir bahwa lawan itu seperti penjahat. Guru memberitahukan kepada anak kalau anak hanya boleh menendang bantal, punching pad, atau bola, dan tekankan kepada anak hanya boleh menendang dan memukul lawan saat pertandingan diluar itu anak sudah mengerti bahwa mereka hanya boleh menendang dan memukul penculik.

- Mengembangkan kemampuan sosial dan emosional. Materi Pencak silat untuk anak usia dini biasanya hanya sebatas melatih kelincahan, kelenturan, dan tehnik dasar serta games. Latihan sparing atau latihan untuk pertandingan untuk anak usia dini biasanya belum dikenalkan, karena anak usia dini masih labil dan belum bisa mengontrol emosi, sehingga dari sisi emosional, dikuatirkan akan mempraktekkan kepada teman sesama. Untuk itu pencak silat untuk anak usia dini lebih ditekankan untuk mendorong anak berkompetisi, misalnya balap lari, melompat, berbaris sambil antri untuk memukul dan menendang punching pad. Anak yang tidak sabar akan menyerobot atau menangis saat kebagian antri di belakang. Disinilah peran pelatih untuk mengingatkan betapa pentingnya mengontrol emosi anak. Berbaris sambil antri memukul dan menendang punching pad juga melatih anak untuk tertib, saling menghargai teman lain, tidak menyakiti teman. Hal ini dapat menjadi pembiasaan yang positif yang dapat anak praktekkan juga dalam kehidupan sehari-hari baik disekolah, rumah maupun dilingkungan.

   Pencak silat melatih anak tahan terhadap segala rintangan yang sedang mereka hadapi, sehingga dapat menimbulkan sikap optimis dalam diri anak. Dari segi sosial, berlatih pencak silat sangat baik untuk melatih kemampuan bersosialisasi. Ditempat latihan anak akan bertemu dengan teman, pelatih, bisa juga orang tua teman atau orang lain yang menonton.

   Hal ini dapat memberi kesempatan kepada anak untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan mereka untuk meningkatkan kemampuan anak bersosialisasi. Dari uraian di atas dapat di simpulkan bahwa Pencak silat mengandung banyak unsur pembelajaran yang sangat baik untuk tumbuh kembang anak. Disamping itu Pencak silat merupakan warisan kepribadian budaya bangsa yang wajib kita lestarikan. *

*Penulis : Siti Munfarijah M.Pd, Kepala dan Guru di TK Diponegoro 146 Kalibogor – Purwokerto Barat & Pegiat Literasi di TBM Mekar Ilmu SITI MUNFARIJAH, Kepala TK Diponegoro 146 Purwokerto Barat,

*

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar