Cara Mengajari Anak Mandi Sendiri

“Zaki, sudah waktunya mandi!,” kata ibu memanggil Zaki. “Sebentar!,” kata Zaki berteriak.  “Sepuluh menit lagi!,” kata Zaki kembali. “Ayo, Zaki!,” kata ibu. “Lima menit lagi!,” kata Zaki kali ini dengan teriakan lebih keras.

Demikian susah dan butuh waktu lama saat orang tua menyuruh anak untuk mandi. Berbagai alasan diucapkan untuk menunda aktifitas yang satu ini. Bahkan tak jarang akhirnya anak menolak dan tidak mau mandi. Saya masih saja merasa kewalahan ketika menyuruh anak untuk mandi, apalagi mandi sendiri. Padahal, secara usia, anak sudah mampu melakukan kegiatan mandi tanpa bantuan, dan dapat mandiri dalam mengurus diri sendiri, seperti memakai baju, menyisir rambut dan aktivitas sederhana lainnya.

Mengajarkan anak mandi sendiri tetap harus dilakukan orang tua, agar anak dapat mengurus dirinya sendiri dengan baik. Namun bagaimana dengan anak usia dini? Berdasarkan pengalaman, orang tua sering mengalami kesulitan jika mengajak anaknya untuk mandi, apalagi mandi sendiri. Perlu bujukan dan langkah jitu agar anak mau segera mandi dan melakukannya dengan mandiri.

Mandi merupakan kegiatan membersihkan diri dengan menyiramkan air ke tubuh atau dengan cara merendam badan. Bagi anak yang masih usia beberapa bulan, urusan mandi tidak terlalu mengalami kesulitan berarti. Betapa bahagianya anak yang tertawa sambil bermain air. Ketika Ayah-Bunda menyuruh anak segera menyudahi kegiatan mandinya, sering kita dengar, “Sebentar lagi, Bunda!,” atau malah menangis jika disuruh berhenti. Disuruh mandi susah, begitu mau mandi, anak tidak mau menyudahi kegiatan mandi.

Sebenarnya anak sudah dapat diajarkan mandi sendiri ketika ia berumur kira-kira dua tahun atau ketika anak sudah mampu berjalan. Hal ini dapat dilakukan kepada anak-anak, karena selain anak menjadi mandiri, kebiasaan ini juga dapat menumbuhkan kepercayaan dirinya bahwa dia mampu melakukannya. Namun, karena alasan-alasan tertentu, banyak orang tua yang menyepelekan untuk memberikan kebiasaan anak mandi sendiri.

Menganggap anak kita masih kecil, membuang waktu, atau karena orang tua yang tidak sabar, menyebabkan orang tua malas melatih anak mandi sendiri. Jika sudah terlanjur, maka tidak menutup kemungkinan sampai usia SD, anak masih minta dimandikan ibunya. Maka, orang tua akan rugi, dan anak tidak mendapatkan kesempatan emas yang hilang begitu saja dari belajar mandi sendiri; kesempatan anak untuk belajar menanamkan kepercayaan diri, mempelajari konsep dirinya bahwa dia mampu mandiri.

Cobalah damping anak ketika mandi. Lakukan pengawasan dan bantuan kecil pada saat anak mandi sendiri. Berikan anak gayung yang ringan dan biarkan dia mengambil air sendiri dan menyiramkan pada badan kecilnya. Bantulah ia menyabuni bagian-bagian yang sulit dijangkau tangan anak. Meskipun belum betul dalam melakukan mandi sendiri, secara bertahap seiring usia anak yang bertambah, maka kegiatan mandiri sendiri akan mampu dilakukan anak.

Sama halnya ketika anak diajarkan untuk makan sendiri, tentu mulut dan pipinya akan belepotan dengan makanan. Demikian juga dengan mandi sendiri, tentunya anak belum mampu menyiram dan menyabuni badannya sendiri. Jika kesempatan ini tidak diberikan orang tua, maka secara tidak langsung akan menghambat proses kepercayaan dirinya, sehingga anak akan takut bertindak.

Kegiatan mandi bagi anak bukan saja menyangkut masalah kebersihan, namun juga kesempatan untuk penanaman nilai-nilai sosial emosi, agama, dan moral. Oleh karena itu, mandi sendiri hendaknya dilakukan dengan suasana yang menyenangkan. Kita dapat menaruh mainan bebek-bebekan dalam ember dan mainan lain kesukaan anak. Tidak lupa beri batas waktu jika anak melakukan mandi sendiri, karena biasanya anak kecil enggan untuk keluar dari kegiatan mandi. Oleh karena itu orang tua bunda hendaknya memberikan batas waktu mandi jika anak melakukan mandi sendiri.

Apa yang harus dilakukan orang tua dalam mendampingi anak mandi? Ajarkan berdoa ketika masuk dan keluar dari kamar mandi. Ketika berendam di air, orang tua bisa mengajak anak  bermain fisika sederhana tentang air dan manfaat dan bahayanya, atau belajar menghitung  mainan bebek-bebekan yang ada di ember, juga bisa dipakai untuk mengenal anggota tubuh.

Mengajarkan anak mandi sendiri hendaknya dilakukan secara bertahap, semakin bertambah usia, anak semakin terampil dalam melakukan kegiatan tersebut. Orang tua tidak perlu memaksa anak, jika anak belum mau mandi sendiri, apalagi membuat anak menangis setiap disuruh mandi. Juga  terhadap anak yang takut ketika mandi, karena matanya perih dan sakit terkena sabun atau sampo ketika keramas.

Jika kegiatan mandi telah selesai, biasakan anak memakai handuk sewaktu keluar dari kamar mandi. Hal ini untuk melatih anak berlaku sopan dan menamkan rasa malu, jika ia tidak menutupi tubuhnya.

Agar anak dapat diarahkan untuk mandi, ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan, antara lain:

Pertama, hendaknya anak terbiasa dengan jadwal mandi yang tepat. Misal, untuk mandi pagi jam 06.00 dan mandi sore jam 16.00. Jika hal ini sudah rutin dilakukan, maka anak dengan sendirinya akan mengerti waktu mandi. Ini melatih kedisiplinan anak.

Kedua, mengajak anak mandi tidak selalu dengan paksaan. Lakukan dengan kata-kata lembut, dapat juga dilakukan dengan langsung menggandeng (menuntun) tangan anak menuju kamar mandi. Biasanya untuk anak yang lebih kecil, ibu akan menggendongnya.

Ketiga, agar saat disuruh mandi anak tidak ingkar janji, hendaknya orang tua tidak memberikan contoh yang tidak baik. Artinya orang tua juga harus melakukan aktifitas mandi pada saat yang sudah ditentukan.

Keempat, lakukan negosiasi sederhana. Misal, “jika adik mau mandi, nanti kita jalan- jalan”. Hal ini dilakukan agar anak mudah diarahkan. Namun orang tua harus tetap berkomitmen dengan janjinya.

Kelima, bila perlu berilah hukuman (punishment), namun tidak dalam bentuk fisik melainkan bersifat mengurangi kesenangan atau kenikmatan anak. “Tidak dibacakan cerita saat tidur, lo kalau kamu ogah mandi”. Kata-kata seperti itu misalnya. Memang ini tidak semudah teori, apalagi untuk anak pra sekolah. Tapi jika dicoba, hal ini akan sangat bermanfaat.

Berikut manfaat mengajarkan anak mandi.

Pertama, melatih perkembangan anak dalam berperilaku disiplin. Apapun kegiatan yang sedang dilakukan anak, jika waktu mandi tiba, anak akan melaksanakannya jika orang tua menyuruh mandi.

Kedua, melatih hidup bersih dan sehat sejak dini. Bagaimanapun anak usia dini belum memahami tentang benar dan salah dalam persoalan kebersihan diri. Bimbingan dan arahan orang tua tetap harus ada.

Ketiga, dari kebiasaan mandi apalagi sudah dilatih mandi sendiri, akan menumbuhkan perkembangan sosial anak yang lain. Aspek kemandirian anak pelan-pelan akan tumbuh dengan baik seiring usia anak.

Keempat, menumbuhkan pemahaman tentang manfaat air dan bagaimana cara menghemat air, dan pengetahuan lain yang dapat dibangun orang tua dari kegiatan mandi. *

Sikhah, guru Taman Kanak Kanak Pertiwi Bobosan Purwokerto Utara Banyumas

sumber gambar : https://www.radionz.co.nz/

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar