Program Ilmuwan Cilik di 40 Kabupaten\Kota

Yulianti Siantayani, Direktur SINAU-Teacher Development Center (Pusat Pengembangan Guru)  mengatakan dunia anak adalah dunia bermain. Oleh sebab itu cara belajar yang efektif di PAUD dan TK juga harus diajarkan melalui bermain.  Lewat bermain, perkembangan anak terstimulasi secara alami, dan akan mendukung untuk semua aspek perkembangan anak, baik secara fisik, sosial emosional, moral agama, kognitif dan bahasa.

“Lewat program ilmuwan cilik yang dikembangkan Direktorat Pembinaan PAUD Kemdikbud diharapkan dapat meningkatkan kualitas PAUD di  Indonesia. Tahap awal ini boleh dibilang pemerintah menjadikan 40 Kabupaten\Kota menjadi pilot project,” ujar Dr Yulianti Siantayani  disela acara Peningkatan Kapasitas Pendidikan Anak Usia Dini untuk Pengembangan Ilmuwan Cilik di Hotel Grand Darmo Surabaya, 12-16 Agustus 2018.

Selain STEAM, katanya, dua program lain yang perlu mendapat perhatian diantaranya adalah aspek perkembangan bahasa dan logika yang sangat vital dalam mendukung perkembangan-perkembangan lainnya. Gangguan pada bidang-bidang ini dapat berdampak pada gangguan perkembangan yang lainnya, seperti kemampuan anak dalam membaca, menulis dan berhitung. Belum lagi kemampuan lain terkait dengan kecerdasan emosional, kecerdasan intelektual, kecerdasan sosial dan kecerdasan terkait memaknai nilia-nilai karakter.

Kehancuran institusi keluarga dan lemahnya standar moral dalam keluarga dan masyarakat dianggap sebagai salah satu penyebab utama kejadian demoralisasi. Oleh karena itu dalam pembentukan manusia berkualitas pendidikan karakter amat diperlukan agar manusia bukan hanya mengetahui kebajikan (knowing the good) tetapi juga merasakan (feeling the good), mencintai (loving the good), menginginkan (desiring the good) dan mengerjakan (acting the good) kebajikan.

Metode pendidikan melalui otak kiri dengan hafalan konsep (memorization in learning) harus dirubah dengan metode yang lebih banyak menggunakan otak kanan dengan menekankan pentingnya perasaan, cinta, pembiasaan dan amalan kebajikan di dalam keluarga maupun sekolah. Dengan demikian, jika setiap anak telah dapat memunculkan karakter?karakter yang telah diajarkan, maka kesinambungan antara pendidikan di rumah dan pendidikan di tingkat selanjutnya dapat terus dijalin.Harapannya, ketika anak?anak ini menjadi penerus bangsa, maka akan mampu menjadi agent of change yang mengubah bangsa ke arah yang lebih baik.

Tahun 1993 saya membuat Yayasan Sanggar Aksara yang lebih berperan seperti lembaga kursus. Kemudian saya mengembakan menjadi Bukit Aksara Creative School Semarang Tembalang merupakan sebuah lembaga pendidikan anak usia dini yang mempercayai bahwa setiap anak adalah individu yang unik, yang perlu mendapatkan layanan pendidikan sesuai dengan perkembangan anak tersebut. Di Bukit Aksara Creative School yang dipelajari oleh siswa tidak hanya pada domain kognitif saja, tetapi juga pada domain psikomotor dan afeksi. Pembelajaran active learning yang terjadi membuat anak senang belajar, dan akan menjadikan belajar sebagai suatu budaya dalam kehidupannya. Sekarang sekolah saya ini tiap tahun menerima 400an anak, sekitar 150 untuk anak PAUD dan TK, sedangkan 250 untuk anak Sekolah Dasar.

Sementara itu, Kasubdit Sarana dan Sarana, Dra Ennah Suminah, M.Pd mengatakan upaya pemerintah  mengembangkan STEAM  karena diharapkan Indonesia sudah mulai menyiapkan generasi muda dengan kemampuan nalar tinggi, khususnya di bidang yang menjadi penggerak ekonomi seperti sains dan teknologi. Pola pikir ilmiah bisa dilatih melalui pembelajaran berbasiskan STEAM, yaitu Science, Engineering, Arts, dan Mathematics sejak usia dini di PAUD atau TK.

Dengan STEAM, anak diajarkan untuk berpikir secara komprehensif. Hal itu dimungkinkan karena pendidikan berbasis STEAM berfokus pada aspek kolaborasi, komunikasi, riset, mencari solusi (problem solving), berpikir kritis, dan kreativitas. Metode pembelajaran ini menggunakan pendekatan antarilmu dan pengaplikasiannya dibarengi pembelajaran aktif berbasis masalah. Meskipun STEAM difokuskan pada ilmu eksakta, namun tidak mengesampingkan unsur sosialnya. Contohnya dalam kasus proses belajar dalam bentuk team work, anak akan berhubungan satu sama lain untuk memecahkan masalah.

Namun, pola belajar STEAM harus disesuaikan dengan tingkat tumbuh kembang anak. Harus dibedakan pembelajaran berbasis STEAM untuk anak usia dini, usia sekolah dasar, dan menengah.

STEAM bisa dikenalkan pada anak sejak dini dengan peralatan sederhana dan murah di sekitar kita. Sehingga Ayah Bunda bisa membantu menyiapkan si kecil tumbuh menjadi sosok yang kritis, analitis, kreatif dan inovatif. Dalam mendidik anak usia dini umur tiga hingga lima tahun, yang terpenting kita perlu membangun dulu konsep berpikirnya. Layanan PAUD bermutu pada hakikatnya adalah layanan yang sesuai dengan kebutuhan dan fitrah anak. Salah satu fitrah anak adalah selalu ingin tahu tentang segala yang ada di sekelilingnya.  Dan saya bersyukur karena dilibatkan dalam pelatihan guru-guru dari seluruh Indonesia dalam program ini.

Seperti kita ketahui rasa ingin tahu bagi anak sesuangguhnya merupakan bagian penting dari proses saintifik yang  berguna untuk membangun pengetahuan dan pengalaman bagi anak. Memahami kebutuhan pembelajaran bermutu bagian dari anak usia dini, dikembangkan program Ilmuwan Cilik. Untuk tahun 2018, program Ilmuwan Cilik baru diterapkan secara terbatas di 40 lembaga/Satuan PAUD sebagai rujukan bagi lembaga PAUD sekitarnya yang akan mengembangkan  program yang sama. Menunjang pelaksanaan program pemerintah menyediakan dana bantuan untuk mendukung Program tersebut. Saya harapkan pelatihan STEAM bagi guru PAUD ini tidak sekadarnya, tetapi ada tindak lanjut dan perlu disusun rencana lanjutannya.  Eko

Bagikan Artikel Ini

Komentar (1)

  • PAUD FATMA KENANGA

    daerah mana saja ya bu sebagai pilot project program ilmuwan cilik ini?

    2018-11-13 21:26:00

Silahkan Login untuk memberi komentar