Menggunting Itu Penting Bagi Anak Usia Dini

   AngguPaud - “Bu Guru, maaf nanti anak saya jangan disuruh menggunting ya. Soalnya khawatir jarinya tergores gunting”, ujar seorang mama terhadap guru kelas anaknya. Apakah Anda sering mendengar ungkapan kekhawatiran tersebut? Pasti sebagai guru, kekhawatiran-kekhawatiran seperti itu adalah hal yang sering didengar.

  Seorang ibu pastilah tidak ingin hal buruk menimpa anaknya, walaupun hanya tergores oleh sebuah gunting. Lalu bagaimana seorang guru meyakinkan orang tua murid? Dan bagaimana tahapan kegiatan menggunting yang benar pada anak usia dini? Berikut hal-hal yang perlu diketahui oleh pendidik maupun orang tua mengenai tahapan kegiatan menggunting.

   Terkait dengan standar tingkat pencapaian perkembangan anak usia dini, kegiatan menggunting merupakan kegiatan pada lingkup perkembangan motorik halus. Pada usia 5-6 tahun, anak usia dini sudah dibiasakan menggunting sesuai pola. Adapun pada usia 4-5 tahun maka anak usia dini dikenalkan untuk menggunting bebas. Kegiatan menggunting merupakan kegiatan motorik halus. Motorik halus merupakan koordinasi otak terhadap bagian kecil dari tubuh atau anggota tangan, kaki dan sebagainya.

   Contoh kegiatan motorik halus selain kegiatan menggunting yaitu meronce dan menjahit. Kegiatan menggunting juga dapat membantu perkembangan ketrampilan tangan dan persiapan awal keterampilan menulis. Untuk itulah, kegiatan menggunting merupakan hal yang penting bagi anak usia dini. Adapun manfaat lain kegiatan menggunting yaitu :

1) mengembangkan kekuatan otot jari dan tangan,

2) mengembangkan sensori motor,

3) meningkatkan kepercayaan diri anak usia dini,

4) meningkatkan kemampuan untuk bersabar,

5) meningkatkan ketelitian, kreatifitas,

6) kemudian anak usia dini juga bisa mengenal berbagai macam bentuk seperti bentuk simetris, asimetris, garis lurus dan lengkung.

  Hal paling utama yang harus diperhatikan kala kegiatan menggunting yaitu pengawasan dalam kegiatan. Ini dikarenakan rasa ingin tahu anak-anak yang begitu besar juga menyangkut benda tajam dalam kegiatan. Adapun untuk keamanan anak usia dini, maka pemilihan gunting patut dicermati dan tidak sembarang dalam membelinya.

   Gunting yang cocok untuk anak usia dini adalah gunting yang ujungnya tumpul, dan sebaiknya ada penutupnya, Mengenai bahan, pilihlah gunting dari bahan stainless steel agar tidak mudah berkarat karena tak jarang anak usia dini ada yang masih suka memasukkan benda selain makanan ke dalam mulut. Lalu, pertimbangkan pula bentuk gunting yang berukuran kecil dan pendek agar nyaman dan sesuai dengan tangan anak.

  Kegiatan menggunting ini ada beberapa tahap. Kegiatan pra menggunting, seperti memungut atau menjepit benda-benda kecil, main jari menggunakan jari-jari untuk menulis (ibu jari, telunjuk dan jari tengah). Latihan ini membuat anak usia dini siap menggunting. Selain itu, kegiatan merobek dan meremas juga harus dilatih setiap hari agar koordinasi tangan anak usia dini makin berkembang.

   Kegiatan meremas merupakan tahap awal dalam kegiatan menulis. Berikan pada anak usia dini plastik es yang lembut, kain yang lembut, kain flannel, benang wol, kertas tipis, kertas Koran atau mainan dari pabrik yang memang tujuannya untuk menunjang kegiatan meremas. Intinya berikan kesempatan anak untuk mengeksplor dan berkreasi dengan kegiatan meremas sehingga meremas ini menjadi kegiatan yang menyenangkan.

   Berikutnya yaitu kegiatan merobek (Ripping), bisa dengan memberikan kertas agak panjang dan tebal. Pada tahap ini anak usia dini akan merobek kertas menjadi bagian-bagian yang kecil. Anak usia dini juga dilatih menggerakkan kedua tangannya dengan arah berlawanan. Berapa lama anak usia dini melakukan kegiatan merobek ini? Kegiatan selanjutnya yaitu snipping.

   Menurut Andria Charles M. Psi dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia, kegiatan ini mirip dengan merobek. Hanya saja merobek cenderung dengan pola bebas dan hanya menggunakan jari sedangkan kegiatan Snipping merupakan kegiatan menggunting dengan mengikuti garis yang ditentukan. Kegiatan Fringe, yaitu kegiatan menggunting kertas dengan beberapa garis lurus (namun pendek saja) tanpa terpotong.

   Jika anak usia dini sudah menguasai kegiatan merobek, meremas, snipping dan fringe maka selanjutnya menggunting garis lurus, zig zag melengkung, bentuk kotak, oval, lingkaran, bentuk komplek dan lainnya. Perkembangan Menggunting yaitu

: 1) menggunting sekitar pinggiran kertas,

2) menggunting dengan sepenuh bukaan gunting,

3) membuka dan menggunting terus menerus sepanjang kertas,

4) menggunting di antara dua garis lurus,

5) menggunting bentuk tetapi tidak pada garis, menggunting bebas, menggunting garis lurus, meningkat ke menggunting garis lengkung selanjutnya kegiatan menggunting dengan pola tertentu.

  Secara praktis, ajarkan anak usia dini untuk memegang gunting dengan benar. Beritahu pula jari-jari mana saja yang dipergunakan untuk memegang gunting. Lalu perkenalkan bahwa gunting itu benda tajam. Jika tidak hati-hati maka akan membuat jari terluka. Selanjutnya beritahu anak usia dini cara membuka dan menutup gunting.

  Hal lain yang perlu diketahui anak usia dini adalah, tidak boleh sembarangan menggunting. Ceritakan apa saja bahan yang bisa digunting, seperti kertas dan itupun harus seizin ayah, ibu atau orang dewasa di sekitarnya. Ceritakan pula apa saja yang tidak boleh digunting, contohnya rambut, buku, baju, uang dan lain-lain dan berikan alasannya mengapa tidak boleh menggunting pada benda-benda tertentu agar anak bisa memahami. Selain itu, ingatkan anak agar berani bertanya kepada guru atau ayah, ibu sebelum menggunakan gunting untuk keperluan tertentu.

  Anak usia dini juga perlu diingatkan kembali bahwa kegiatan menggunting ini harus berada dalam pengawasan orang dewasa. Terkait sikap atau posisi badan saat kegiatan menggunting, ajarkan pada anak usia dini untuk selalu duduk saat menggunting dan sebaiknyaingatkan anak untuk menghindari kegiatan menggunting di saat menonton televisi atau di tengah kerumunan anak yang sedang bermain.

  Dikhawatirkan mengganggu konsentrasi anak yang sedang menggunting dan dapat membahayakan orang lain. Kegiatan menggunting merupakan kesukaan anak usia ini, jadikan kegiatan ini menyenangkan dan tetap terjamin keamanan serta kenyamanan anak usia dini.

   Maka sebagai pendidik dan orang tua sudah merupakan kewajiban untuk menstimulusnya sesuai tahapan usia dan tahapan kegiatan menggunting. Semoga bermanfaat!*

*Nur Fitri Agustin, S. Pd (Guru di TKIT IBNU ABBAS, Talun, Kab. Cirebon dan juga lulusan 2017 PGPAUD UMC)

Sumber : Buku PERKEMBANGAN FISIK DAN MOTORIK ANAK USIA DINI Direktorat Pembinaan PAUD

sumber gambar :https://alittlepinchofperfect.com

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar